Arsip Tag: Mode

Catwalk Ariel Tatum di Paris Fashion Week Jadi Sorotan Dunia

JOURNALPOS – Aktris dan penyanyi Ariel Tatum saat melenggang di panggung Paris Fashion Week. Ia menjadi wakil Indonesia untuk produk kecantikan ternama L’Oreal Paris.

“Sungguh sebuah kehormatan bagi aku diberikan kepercayaan untuk menjadi perwakilan pertama dari Indonesia yang akan berjalan di Le Défilé L’Oréal Paris yang merupakan bagian dari Paris Fashion Week bersama para perempuan-perempuan tangguh lainnya dari seluruh dunia,” ungkap Ariel dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya.

Seperti dilansir dari laman resmi L’Oreal Paris, Le Défilé merupakan pertunjukan yang ingin menunjukkan ragam warna kecantikan dari seluruh dunia. Kecantikan ditampilkan dalam beragam warna kulit, usia, jenis rambut, latar belakang maupun pengalaman hidup.

Ariel Tatum di Paris Fashion Week sendiri bercerita bahwa demi mencapai posisinya sekarang ia melalui jalan berliku dan tidak mudah. Ia mengaku sempat dipandang sebelah mata, dibanding-bandingkan dan diremehkan.

Hal ini pun berdampak pada pola pikir dan cara pandang terhadap dirinya sendiri. Bintang ‘Sayap-sayap Patah’ ini kemudian mencoba berdialog, bertanya pada dirinya.

“Aku mau menjadi pribadi yang seperti apa sih? Ternyata jawabannya adalah aku mau menjadi manusia yang bukan hanya bisa bertahan dalam hidup tapi juga berkembang. Aku mau jadi manusia yang bukan melunak, bukan mengeras, tapi mewangi ketika dihadapkan pada tantangan dalam hidup seperti bubuk kopi yang diseduh air panas,” ujarnya.

Ariel Tatum di Paris Fashion Week pun seolah jadi ajang pembuktian bahwa meski jalan yang dilalui sulit, ia mampu melewati semua dan memberikan inspirasi buat perempuan-perempuan lain.

Buat Ariel, mencintai diri sendiri adalah keputusan tepat. Ia jadi memahami nilai dirinya dan berhak untuk berkembang hingga jadi versi diri terbaik.

“Aku jadi menyadari bahwa aku dan juga kalian semua begitu berharga,” kata Ariel Tatum di Paris Fashion Week yang digelar pada Senin (3/10).

Selain Ariel Tatum, konten kreator Tamara Dai juga ikut melenggang di Paris Fashion Week dalam acara yang sama.

“Harapanku melalui Le Défilé L’Oréal Paris ini tidak ada lagi perempuan yang ragu untuk mengekspresikan dirinya, termasuk dalam bermakeup dan pilihan pakaian yang nyaman mereka gunakan. Karena semua perempuan berharga. Pesan ini yang akan aku gaungkan dalam misi bersama L’Oréal Paris,” ujar Tamara Dai dalam pernyataannya.

Perwakilan dari Indonesia, Ariel Tatum dan Tamara Dai, akan berjalan bersama dengan spokesperson L’Oréal Paris termasuk Leïla Bekhti, Marie Bochet, Cindy Bruna, Gemma Chan, Nikolaj Coster-Waldau, Luma Grothe, Liya Kebede, Katherine Langford, Eva Longoria, Andie MacDowell, Aja Naomi King, Nidhi Sunil, Soo Joo Park, Aishwarya Rai, Camille Razat, Bebe Vio, dan Yseult.

“Ini adalah momen yang begitu bersejarah bagi L’Oréal Paris Indonesia. Untuk pertama kalinya Indonesia mengirimkan perwakilan untuk menyuarakan kekuatan bagi perempuan Indonesia di panggung terbesar tahunan L’Oréal Paris,” kata Ceren Hepyalniz, Brand General Manager L’Oréal Paris Indonesia.

“Senang sekali kami bisa bekerjasama dengan tokoh perempuan yang sudah dikenal dengan karya dan inspirasi mereka yakni Ariel Tatum dan Tamara Dai. Mereka adalah perwujudan dari semangat perempuan yang bisa mendobrak stigma dan batasan untuk menjadi versi terbaik diri yang mereka impikan tanpa rasa ragu.” pungkasnya.***

Surabaya Fashion Parade 2022 Padukan Gaya Hidup Era Dahulu dan Sekarang

JOURNALPOS – Surabaya Fashion Parade pertunjukan catwalk tahunan di Kota Surabaya akan menampilkan empat tema pakaian pada Oktober 2022 mendatang. Keempatnya, menggambarkan filosofi persatuan gaya hidup pada era dahulu dan sekarang.

Alben Ayub Andal Ketua Pelaksana Surabaya Fashion Parade 2022 mengatakan, tema besar gelaran tahun ini yaitu Synchronize, yang punya arti menyatukan gaya hidup yang berubah-ubah.

“Kehidupan kita bagaimana sebelum Covid-19 dan sekarang. Kita survive (selamat), kehidupan tidak sama seperti dulu. Banyak penyesuaian, menghemat, dan membuang hal-hal terlalu boros kemarin, dijadikan hal baru. Tetap stylish (bergaya), cantik. Jadi gaya hidup yang kita berubah,” kata Alben saat konferensi persnya, Jumat (23/9/2022) kemarin.

Keempat tema itu di antaranya Incubator Show, Moslem, Evening Gown, dan Urban Wear yang ditampilkan bergantian masing-masing selama gelaran berlangsung pada 5-9 Oktober 2022.

Sementara warna-warna yang akan ditampilkan dalam setiap karya yang diperagakan, mengusung tema besar yaitu kidult.

“Kita kemas jadi satu, baju muslim pun bisa dipakai sehari-hari tanpa jilbab mungkin dan lainnya. Semuanya kita ambil kidult (anak kecil), sebenarnya semua tidak berani ambil warna-warna tadi, tapi pasti ada cerahnya yang ingin kita tampilkan. Masing-masing mengusung keceriaan. Kalau Incubator Show itu mereka desainer pemula tapi sudah bagus cuma belum berani bikin full, masing-masing hanya satu sampai dua tapi kita tampilkan jadi tontonan yang indah,” imbuhnya.

Gelaran Surabaya Fashion Parade 2022 ini ke-15 kalinya yang diadakan tiap tahun berturut-turut sejak 2007 tanpa absen. Dian Apriliana Dewi Founder SFP mengatakan, event ini tidak boleh berhenti untuk memberi wadah para desainer dan pelaku fashion.

“Setiap tahun harus hadir dalam kondisi apa pun. Jadwal awalnya sebagai kado ulang tahun Surabaya. Tapi semenjak pandemi sedikit berubah, yang semula selalu bulan Mei, dua tahun terakhir berubah jadi akhir tahun,” ujar Dian.

Total desainer yang bergabung, lanjut Dian akan ada sekitar 100 orang. Tidak hanya berasal dari Surabaya tetapi juga Jakarta dan lainnya.

“Bahkan beberapa tahun terakhir ada desainer Thailang yang bergabung. Tahun ini berhalangan,” katanya

Gelaran Surabaya Fashion Parade 2022 sendiri nantinya akan digelar di Convention Hall TP3 lantai enam dan Atrium Tunjungan Plaza 3 yang akan menampilkan booth-booth exhibiton dari desainer, beragam brand fashion, aksesoris, dan sekolah desain.***

Kontroversi Citayam Fashion Week, Buat Warga Asli Ingin Pindah Tongkrongan

JOURNALPOS – Catwalk Citayam Fashion Week kini tak cuma dipenuhi oleh anak-anak tongkrongan Sudirman Citayam Bojonggede Depok (SCBD) saja.

Dalam perkembangannya ajang ini juga dipenuhi oleh warga dari area lain yang ingin unjuk kebolehan di catwalk warga citayam tersebut.

Aksi warga yang makin padat ini pun menimbulkan banyak kontroversi dan protes. Bahkan wacana untuk relokasi pun muncul agar tak menghambat lalu lintas.

Seperti yang diketahui, kini kawasan Dukuh Atas, Sudirman, Jakarta Pusat selalu ramai dikunjungi masyarakat Jabodetabek atau banyak publik figur untuk berfoto di trotoar dengan gaya fesyen masing-masing.

Lantaran ramainya kawasan tersebut yang akhirnya mengganggu lalu lintas, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berencana untuk merelokasi kegiatan tersebut ke beberapa tempat, termasuk PIK.

Beberapa remaja tanggung yang kerap nongkrong di Citayam Fashion Week mengaku tak setuju jika dipindahkan ke tempat lain, termasuk jika pindah ke kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Namun wacana ini ditolak keras oleh beberapa remaja yang kerap nongkrong di kawasan tersebut sejak lama. Menurut mereka, akses menuju PIK akan menyulitkan terutama bagi remaja yang mengendarai kereta jalur KRL. Salah satu dari kalangan remaja tersebut adalah Vito.

“Saya mah nongkrong dimana aja jadi. Yang penting temennya solid. Kalau ini pindah ke PIK, enggak deh! Enggak ada kendaraan juga. Kan kita harus pake duit ke sana,” Ujar Vito kepada awak media.

Selain Vito, Syafiq, salah satu anak muda yang sedang berkumpul di lokasi yang sama juga mengungkap hal yang serupa perihal tongkrongannya akan dipindah.

Selain ongkos transportasi, banyak faktor lain yang membuat anak remaja SCBD ini segan pindah tongkrongan ke lokasi lain. Faktor lainnya termasuk waktu tempuh ke tempat nongkrong akan jadi lebih lama jika dipindah ke kawasan PIK. Pasalnya, waktu tempuh dari Citayam ke PIK tentunya lebih lama dibanding dari Citayam ke Sudirman.

Banyak dari muda mudi tersebut mengaku bahwa lebih suka di daerah Dukuh Atas karena mudah dijangkau transportasi kereta commuter line atau KRL.

Mereka juga bercerita bahwa alasan mereka mengunjungi kawasan tersebut hanya sekedar untuk berkumpul bersama teman-temannya.

Setelah kini menjadi viral, banyak yang berkeluh kesah menjadi sulit untuk mencari tempat tongkrongan yang sepi seperti sebelumnya.

Tidak hanya Vito, banyak remaja lain asal Citayam dan Bojong Gede seperti Syafiq, Pio dan Gaby yang mengeluh, karena merasa ruang bermain mereka ‘diinvasi’.***

Citayam Fashion Week Masih Menjadi Perbincangan Publik

JOURNALPOS – Fenomena Citayam Fashion Week (CFW) masih menjadi perbincangan di kalangan publik. Tak hanya dari remaja penggiat CFW saja, tapi kini turut serta kalangan artis dan pejabat pemerintahan yang ikut serta memeriahkan fenomena tersebut

Maraknya kegiatan Citayam Fashion Week ini rupanya mendapat pro dan kontra dari pihak-pihak tertentu. Berawal dari ekspresi di ruang publik malah menjadi sorotan berbagai pihak. Pengamat keluarga dan perempuan ikut turut serta berkomentar atas fenomena ini.

“Jangan menghujat, jangan juga memukul dan jangan juga menurunkan Satpol PP, tapi kita lihat disini sebagai fenomena teriakan anak bangsa. Fenomena ini artinya masyarakat sudah terlalu bosan dengan keadaan ini,” ujar Enno Pengamat Keluarga dan Perempuan di kanal Youtube tvOnenews Selasa (26/7/2022).

Menurut Enno, fenomena Citayam Fashion Week ini banyak menguntungkan berbagai pihak dan seharusnya para pemegang ikut turut mendukung kreativitas generasi muda pada fenomena ini.

“Menurut saya anak-anak ini banyak kreativitasnya dan kita mengabaikannya. Padahal yang membuat mereka seperti ini adalah kurangnya perhatian dari orang tua, kurangnya mendapatkan pendidikan,” lanjutnya.

Berdasarkan dari pengamatan, remaja yang datang ke Citayam Fashion Week berasal dari keluarga yang sederhana, sehingga mereka mencari kesenangan di luaran.

Lanjut Enno, seharusnya perhatian kebijakan dari pihak yang berwenang mengarah kepada generasi sekarang bukan hanya kepada anak-anak yang memang sudah memiliki kehidupan yang baik. Generasi sekarang bukan objek tetapi subjek.

“Akar masalah itu sendiri adalah fenomena rakyat yang sudah terlalu bosan dengan keadaan sehingga generasi mereka memilih perhatian. Generasi mereka sangat membutuhkan aktualisasi diri, serta kita harus mengingat akar kemiskinan yang menjadikan anak-anak bagian dari generasi ini menjadi generasi yang tidak peduli,” pungkas Enno.***

Fenomena Korean Wave, Style Fashion ala Korea yang Begitu Diminati

JOURNALPOS – Korea memang menunjukkan kedigdayaannya. Bukan hanya dalam hal entertainment lewat Kpop dan Kdrama, tapi juga merambah aspek lain.

Kita tentunya sudah paham dengan K-beauty yang sangat digemari, dengan semakin banyaknya brand kecantikan Korea yang mendominasi pasar Indonesia.

Selain itu, kita juga enggak bisa menutup mata dari pengaruh fashion Korea. Beberapa item fashion yang sedang hits saat ini, sebagian besar terinspirasi dari gaya Korea.

Belakangan, Korea juga sudah ditetapkan menjadi salah satu pusat mode dunia, bersanding dengan New York atau Paris, seiring dengan meningkatnya fenomena Korean wave di pasar global.

Saat ini Seoul menjadi salah satu hub-fashion yang berpengaruh di Asia. Hal ini tentu tidak lepas dari Korean Wave yang menyebarkan virus Korea ke berbagai negara

Pengaruh pop culture lewat musik, drama, dan variety show membuat Korea jadi idola di mana-mana.

Awalnya mungkin tertarik dengan musik atau drama, tapi akhirya mulai mengidolakan sosok idol atau selebriti Korea. Akhirnya, ikut memperhatikan gaya berpakaian mereka.

Sosok selebriti Korea yang selalu stylish, dengan item simple yang colorful, kemudian menjadi panutan baru dalam gaya berpakaian.

Apa yang dipakai oleh seleb Korea, seringkali jadi trending bahkan di negara lain.

Contohnya ribbed shirt atau knit vest yang berawal dari Korea, dan kini jadi salah satu hot fashion item untuk gaya trendy.

Selain itu, pemerintah Korea sendiri memberikan dukungan penuh dalam fenomena Korean wave ini, sehingga fashion Korea memiliki branding yang tepat sasaran.

Keberadaan selebriti Korea yang selalu trending, memastikan kalau fashion Korea selalu berada di mata publik.***