Arsip Tag: Pertamina

Kilang Minyak Pertamina Dumai Meledak, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG Tetap Aman

JOURNALPOS – Insiden kebakaran kilang minyak Pertamina kembali terjadi di Dumai, Provinsi Riau pada Sabtu 01 April 2023 sekira pukul 22.40 WIB.

PT KPI Refinery Unit Dumai menyatakan Tim Keadaan Darurat telah berhasil mengatasi kebakaran kilang minyak Pertamina di area gas compressor, pada Sabtu 01 April 2023 malam.

Sementara korban yang terluka akibat ledakan kilang minyak Pertamina Dumai telah dilarikan ke rumah sakit.

Area Manager Communication, Relation, dan CSR KPI RU Dumai Agustiawan mengatakan kejadian tersebut telah dapat dikendalikan sekira pukul 22.54 WIB.

“Penyebab kejadian masih belum diketahui. Terdapat 5 orang yang terdampak di ruang operator dan saat ini telah dibawa ke RS Pertamina Dumai untuk memperoleh perawatan terbaik. Kondisi pekerja terdampak tersebut saat ini stabil,” ungkapnya Minggu 2 April 2023 dini hari.

Hingga saat ini operasional kilang di unit yang terdampak, telah dihentikan sementara untuk memastikan keamanan di lokasi, sedangkan operasional unit lainnya tetap berjalan normal.

Agustiawan mengakui saat ini Tim Keadaan Darurat terus fokus untuk memastikan kondisi aman. KPI RU Dumai juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan agar masyarakat di sekitar kilang tidak terdampak oleh kejadian ini.

Dilansir dari Antara, warga yang berasa terdekat kilang minyak yang berada Kelurahan Jaya Mukti dan Tanjung Palas berhamburan keluar rumah.

Ratusan warga berdesakan di pintu gerbang kilang minyak untuk melihat kondisi sebenarnya. Petugas dari kepolisian dan TNJ langsung memperketat penjagaan di kilang minyak Pertamina Dumai.

Petugas huga memblokir warga yang mendekat ke lokasi kebakaran. Banyak warga melaporkan terdengar bunyi letupan keras berdentum dan menggetarkan perabotan rumah.

Dilaporkan juga ledakan terdengar juga sampai ke Pulau Rupat. Masjid Takwa di Jalan Sudirman Dumai juga terdampak akibat insiden di dalam kilang minyak Dumai ini.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan bahwa pasokan dan distribusi BBM dan LPG di wilayah operasionalnya berjalan dengan baik dan aman pasca ledakan di kilang RU II Dumai tersebut.

“Masyarakat jangan khawatir stok yang ada di Integrated Terminal (IT), Fuel Terminal (FT) dan sarfas Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, dipastikan aman dan tetap beroperasi dengan normal,” ujar Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Susanto August Satria.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sendiri memiliki wilayah operasi distribusi meliputi lima provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau.

Kilang RU II Dumai memasok BBM dan LPG ke sarfas-sarfas operasi Patra Niaga Regional Sumbagut, meliputi FT dan IT yang terletak di Provinsi Riau, Kepulauan Riau dan Sumatera Utara

“Proses distribusi kami pun tetap berjalan normal, kami mendapat informasi bahwa kondisi kilang saat ini sudah berjalan normal dan semua dapat teratasi dengan baik dan aman” kata Satria.

Sementara itu, korban ledakan bertambah menjadi sembilan orang. Korban tersebut merupakan pekerja di ruang operator yang terkena pecahan kaca.

Seluruh korban sudah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan perawatan di RS Pertamina Dumai.

Akibat dari kejadian ini, beberapa rumah warga dan rumah ibadah khususnya yang berdekatan dengan kilang juga mengalami kerusakan minor. PT KPI RU Dumai disebut akan segera menanggulangi kerusakan yang terjadi.

“PT KPI RU Dumai meminta maaf atas kejadian ini dan kami akan bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi di masyarakat,” ujar Agustiawan.***

Kiprah Pertamina Wujudkan Target NZE Indonesia 2022 Akan Di Ulas di SOE International Conference Expo

JOURNALPOS – Melalui kiprah perusahaan negara di sektor energi yakni Pertamina, Kementerian BUMN terus berupaya mengejar target Indonesia bebas emisi atau Net Zero Emission tahun 2060.

Dalam mengemban perannya mengelola energi nasional, Pertamina Group telah menetapkan komitmen Net Zero Emission atau NZE guna mewujudkan aspirasi sebagai perusahaan energi global yang ramah lingkungan, mendukung agenda transisi energi, dan berkontribusi dalam target perubahan iklim.

Komitmen NZE Pertamina tersebut sejalan dengan Kebijakan Keberlanjutan melalui 10 fokus, yakni mengatasi perubahan iklim, mengurangi jejak lingkungan, melindungi keanekaragaman hayati, kesehatan dan keselamatan, pencegahan insiden skala besar, perekrutan, pengembangan dan retensi karyawan, inovasi dan penelitian, keterlibatan dan dampak komunitas, keamanan digital, serta Etika Perusahaan.

“Target Net Zero Emission ini tanggung jawab bersama Pemerintah dan seluruh komponen bangsa. Kiprah BUMN sangat strategis karena ikhtiran menurunkan emisi akan menyelamatkan bumi dan tentu akan menjaga keberlangsungan hidup manusia di masa depan,” ujar Pahala N. Mansury, Wakil Menteri BUMN I di Jakarta (11/10).

Dalam rangka mengkonsolidasikan sumber daya BUMN, lanjut Pahala, Kementerian BUMN akan melibatkan sejumlah klaster BUMN dalam SOE International Conference & Expo di Nusa Dua Bali 18-19 Oktober 2022 mendatang.

“BUMN akan menyampaikan kemajuan-kemajuan program yang telah dicanangkan dan Kementerian BUMN akan menfasilitasi pertemuan dengan investor potensial,” imbuh Pahala.

Sementara itu Pj. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Heppy Wulansari menyampaikan bahwa Pertamina akan hadir dalam SOE International Conference & Expo sebagai wujud komitmen terhada target NZE Indonesia 2060.

Menurutnya, untuk mencapai target tersebut Pertamina telah mengimplementasikan dua program utama yakni dekarbonisasi bisnis dan akselerasi green business.

Pertamina, lanjut Heppy, juga telah menyusun orientasi Green Strategy, meningkatkan kapasitas organisasi dan SDM, mengoptimalkan Green Financing, akselerasi teknologi hijau dan inovasi digital, pengembangan bisnis pasar karbon dan lain-lain.

“Segala upaya untuk mengejar target Net Zero Emission, sehingga kiprah BUMN semakin optimal,” pungkas Heppy.***

SOE International Conference Expo: Kementerian BUMN Dorong Pertamina Lanjutkan 8 Inisiatif Strategis Transisi Energi

JOURNALPOS – Kementerian BUMN terus mendorong Pertamina Group, baik Holding maupun Subholding untuk tetap fokus melanjutkan 8 inisiatif strategis untuk mempercepat transisi energi.

Jelang gelaran konferensi internasional dan pameran BUMN SOE Conference International Conference & Expo, 8 inisiatif strategis transisi energi Pertamina terus didorong Kementerian BUMN.

8 iInisiatif strategis transisi energi Pertamina tersebut meliputi peningkatan kapasitas terpasang Geothermal, pengembangan Green Refinery, komersialisasi Green Hydrogen, pengembangan ekosistem baterai dan penyimpanan energi terintegrasi, pengembangan pabrik Methanol untuk gasifikasi, peningkatan kapasitas pembangkit, pengembangan bioenergi, serta Carbon Capture Utilization & Storage.

Program-program ini sejalan dengan program dekarbonisasi Kementerian BUMN dan merupakan wujud nyata dukungan terhadap Pemerintah Republik Indonesia dalam mencapai Net Zero Emission atau NZE di tahun 2060.

SOE International Conference & Expo 2022 ini digelar sebagai bentuk komitmen Pemerintah untuk mendukung implementasi aspek Environment, Social & Government (ESG) dan Sustainability Development Goals (SDGs), khususnya di sektor Healthcare, Financial Inclusion, Digital Transformation, dan Energy Transition.

“Sebagai agent of development BUMN harus terdepan dalam penerapan ESG dan SDGs demi terlaksananya pembangunan berkelanjutan,”ucap Pahala N.Mansury, Wakil Menteri BUMN I di Jakarta (10/10).

Dalam pameran dan konferensi yang mengangkat Tema “Driving Sustainable & Inclusive Growth”, Kementerian BUMN akan memfasilitasi Pertamina Group untuk melakukan perbincangan, pertemuan dan kesepakatan bisnis dengan investor dari berbagai negara dalam rangka mendukung proyek-proyek transisi energi Pertamina.

“Pertamina akan akan bertemu dengan investor potensial yang mendukung Green Energy, sehingga proyek-proyek transisi energi yang direncanakan dapat diselesaikan sesuai jadwal,”ungkap Pahala.

SOE Conference International & Expo ini akan dihadiri oleh lebih dari 500 peserta, termasuk Kementerian BUMN dari negara-negara G20 dan investor.

Pameran dan Konferensi Internasional BUMN ini akan berlangsung di Nusa Dua, Bali pada 17-18 Oktober 2022 sebagai bentuk partisipasi BUMN jelang Konferensi Tingkat Tinggi Government 20 (KTT-G20) November 2022 mendatang.

Pj. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Heppy Wulansari menjelaskan, Pertamina Group memastikan akan hadirkan update informasi mengenai proyek transisi energi yang telah dimulai beberapa tahun sebelumnya.

Sebagai salah satu entitas BUMN, Pertamina akan hadir bersama Subholding Refinery & Petrochemical, Subholding Power & NRE dan Subholding Upstream dalam SOE International Conference & Exhibition 2022.

“Pertamina Group telah menggarap berbagai proyek sebagai bentuk komitmen mempercepat transisi energi. Proyek-proyek ini akan kami sampaikan di event SOE tersebut,” tandas Heppy.***

Wujudkan Percepatan Transisi Energi, Pertamina Siapkan Strategi Pencapaian Target Net Zero Emission Nasional

JOURNALPOS – Pertamina memegang komitmen pemenuhan target Net Zero Emission atau NZE Nasional dan memberikan kontribusi nyata pada program pemerintah terkait transisi energi.

Melalui percepatan transisi energi yang mencakup berbagai inisiatif dekarbonisasi dan pengembangan bisnis baru, Pertamina berkomitmen mewujudkan NZE Nasional baik secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan pihak lain.

Komitmen NZE Pertamina diwujudkan dengan pengembangan dan penyusunan peta jalan Net Zero Emission yang mencakup strategi dekarbonisasi dan pengembangan bisnis baru berbasis clean and green energy.

Pelaksanaan peta jalan NZE Pertamina didukung oleh carbon accounting dan reporting yang akurat sesuai dengan standard global, implementasi Internal Carbon Pricing dan Carbon Trading, pembentukan dedicated sustainability organization, penguatan fundamental capabilities serta penyelarasan dengan stakeholder terkait.

Peta jalan NZE Pertamina disusun untuk menjadi salah satu acuan dan kerangka kerja yang dapat digunakan oleh stakeholder untuk melihat komitmen Pertamina dalam mencapai target Net Zero Emission serta memenuhi aspek Environment, Social, & Governance (ESG) Perusahaan.

NZE Pertamina akan memuat antara lain rencana strategis jangka panjang perusahaan yang diselaraskan dengan aspirasi dekarbonisasi dan clean & green energy business Pertamina serta  target NZE dari pemerintah, yaitu pada 2060 atau lebih cepat.

Hal ini juga merupakan penegasan dari PT Pertamina guna mendukung komitmen Indonesia sebagai bagian dari komunitas global dalam aksi mitigasi perubahan iklim.

Dalam kerangka tersebut, Pertamina melakukan penandatanganan komitmen oleh Direktur Utama bersama jajaran Direktur Utama Sub Holding Pertamina.

Komitmen ini mencakup aspek strategi serta pathway yang akan dijalankan, serta segala aspek yang mendukung untuk memperkuat pencapaian target NZE dan keberlangsungannya.

Pertamina telah menyiapkan perencanaan dan langkah-langkah yang selaras dengan semua aspek dan area bisnis perusahaan dari hulu ke hilir yang menjamin terpenuhinya misi perusahaan sebagai penyedia energi utama untuk melayani seluruh lapisan masyarakat Indonesia, baik umum, industri maupun pemerintah.

“Kita sudah sama-sama saksikan komitmen yang sudah ditandatangani. Kita menetapkan roadmap Net Zero Emission sebagai dukungan kita kepada Nationally Determined Contribution Indonesia yang baru saja direvisi dan Pemerintah telah menetapkan target yang lebih ambisius jadi kita ikuti,” ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Nicke menambahkan, upaya dekarbonisasi dalam rangka implementasi roadmap NZE diwujudkan dalam beberapa inisiatif strategis berupa upaya efisiensi energi, loss reduction, elektrifikasi dan penggunaan low-carbon fuel maupun green-power generation serta optimalisasi carbon capture and storage di semua lini bisnis perusahaan.

“Indonesia punya potensi untuk karbon capture storage besar sekali. Di asia itu hanya di Indonesia dan Malaysia yang punya. Indonesia banyaknya onshore, Malaysia banyaknya di Offshore. Jadi secara competitive advantage kita punya, oleh karena itu, ini adalah our new oil and gas bussines carbon capture,” imbuh Nicke.

Selain itu, sebagai upaya untuk mengakselerasi implementasi dalam rangka mendukung pemenuhan target penurunan emisi di internal Pertamina dan nasional, Pertamina juga berperan aktif dalam mengembangkan carbon market ecosystem melalui pelaksanaan pilot carbon trading di internal Pertamina.

Pertamina juga turut berkontribusi dalam pengembangan sinergi pengembangan ekonomi karbon antar BUMN.

Untuk implementasi nyata dalam mendukung inisiatif dekarbonisasi, kerja sama juga dilakukan dengan berbagai pihak lainnya, diantaranya Bursa Efek Indonesia terkait Pengembangan Perdagangan Bisnis Karbon, Krakatau Steel dan TEPCO terkait dengan Pengembangan Green Hydrogen, Chiyoda terkait dengan inisiatif CCUS dan lainnya.

“Kita harus menyiapkan masa depan Pertamina dari sekarang karena apa yang kita lakukan semuanya tidak bisa flat begitu saja. Jadi semua rencana harus kita desain untuk masa depan,” tandas Nicke.***

Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM di 35 Provinsi di Indonesia, Berikut Rinciannya

JOURNALPOS – PT Pertamina (Persero) mengumumkan perubahan harga bahan bakar minyak atau BBM di 35 provinsi di Indonesia untuk harga per 1 Oktober 2022.

Harga Pertamax dari Pertamina di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah Bali, NTB, dan NTT turun jadi Rp 13.900/liter.

Harga tersebut diturunkan oleh Pertamina yakni turun sebesar Rp600 dari sebelumnya Rp14.500/liter

Sedangkan Harga BBM Pertamax di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat turun harga menjadi Rp 14.200 per liter.

Pertmina menurunkan harga di wilayah tersebut yakni turun Rp650, dari sebelumnya Rp 14.850/liter.

Selain Pertamax, harga BBM Pertamax Turbo juga ikut turun, sementara harga Dexlite dan Pertamina Dex naik.

Besaran penurunan harga Pertamax Turbo maupun kenaikan Pertamina Dex dan Dexlite disesuaikan dengan masing-masing wilayah.

Berikut rincian harga baru BBM Pertamina dari Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite mulai 1 Oktober 2022:

1. Provinsi Aceh
Pertamax Rp13.900
Pertamax Turbo Rp14.950
Dexlite Rp17.800
Pertamina Dex Rp18.100

2. Provinsi Sumatera Utara
Pertamax Rp14.200
Pertamax Turbo Rp15.250
Dexlite Rp18.100
Pertamina Dex Rp18.400

3. Provinsi Sumatera Barat
Pertamax Rp14.200
Pertamax Turbo Rp15.250
Dexlite Rp18.100
Pertamina Dex Rp18.400

4. Provinsi Riau
Pertamax Rp14.500
Pertamax Turbo Rp15.550
Dexlite Rp18.400
Pertamina Dex Rp18.700

5. Provinsi Kepulauan Riau
Pertamax Rp14.500
Pertamax Turbo Rp15.550
Dexlite Rp18.400
Pertamina Dex Rp18.700

6. Kodya Batam
Pertamax Rp14.500
Pertamax Turbo Rp15.550
Dexlite Rp18.400
Pertamina Dex Rp18.700

7. Provinsi Jambi
Pertamax Rp14.200
Pertamax Turbo Rp15.250
Dexlite Rp18.100
Pertamina Dex Rp18.400

8. Provinsi Bengkulu
Pertamax Rp14.500
Pertamax Turbo Rp15.550
Dexlite Rp18.400
Pertamina Dex Rp18.700

9. Provinsi Sumatera Selatan
Pertamax Rp14.200
Pertamax Turbo Rp15.250
Dexlite Rp18.100
Pertamina Dex Rp18.400

10. Provinsi Bangka Belitung
Pertamax Rp14.200
Pertamax Turbo Rp15.250
Dexlite Rp18.100
Pertamina Dex Rp 18.400

11. Provinsi Lampung
Pertamax Rp 14.200
Pertamax Turbo Rp 15.250
Dexlite Rp 18.100
Pertamina Dex Rp18.400

12. Provinsi DKI Jakarta
Pertamax Rp13.900
Pertamax Turbo Rp14.950
Dexlite Rp17.800
Pertamina Dex Rp18.100

13. Provinsi Banten
Pertamax Rp13.900
Pertamax Turbo Rp14.950
Dexlite Rp17.800
Pertamina Dex Rp18.100

14. Provinsi Jawa Barat
Pertamax Rp13.900
Pertamax Turbo Rp14.950
Dexlite Rp 17.800
Pertamina Dex Rp18.100

15. Provinsi Jawa Tengah
Pertamax Rp13.900
Pertamax Turbo Rp14.950
Dexlite Rp17.800
Pertamina Dex Rp18.100

16. Provinsi DI Yogyakarta
Pertamax Rp13.900
Pertamax Turbo Rp14.950
Dexlite Rp17.800
Pertamina Dex Rp18.100

17. Provinsi Jawa Timur
Pertamax Rp13.900
Pertamax Turbo Rp14.950
Dexlite Rp17.800
Pertamina Dex Rp18.100

18. Provinsi Bali
Pertamax Rp13.900
Pertamax Turbo Rp14.950
Dexlite Rp17.800
Pertamina Dex Rp18.100

19. Provinsi Nusa Tenggara Barat
Pertamax Rp13.900
Pertamax Turbo Rp14.950
Dexlite Rp17.800
Pertamina Dex Rp18.100

20. Provinsi Nusa Tenggara Timur
Pertamax Rp13.900
Pertamax Turbo Rp14.950
Dexlite Rp17.800
Pertamina Dex Rp18.100

21. Provinsi Kalimantan Barat
Pertamax Rp14.200
Pertamax Turbo Rp15.250
Dexlite Rp18.100
Pertamina Dex Rp18.400

22. Provinsi Kalimantan Tengah
Pertamax R 14.200
Pertamax Turbo Rp15.250
Dexlite Rp18.100
Pertamina Dex Rp18.400

23. Provinsi Kalimantan Selatan
Pertamax Rp14.200
Pertamax Turbo Rp15.250
Dexlite Rp18.100
Pertamina Dex Rp18.400

24. Provinsi Kalimantan Timur
Pertamax Rp14.200
Pertamax Turbo Rp15.250
Dexlite Rp18.100
Pertamina Dex Rp18.400

25. Provinsi Kalimantan Utara
Pertamax Rp14.200
Pertamax Turbo Rp15.250
Dexlite Rp18.100
Pertamina Dex Rp18.400

26. Provinsi Sulawesi Utara
Pertamax Rp14.200
Pertamax Turbo Rp15.250
Dexlite Rp18.100
Pertamina Dex Rp18.400

27. Provinsi Gorontalo
Pertamax Rp14.200
Pertamax Turbo Rp15.250
Dexlite Rp18.100
Pertamina Dex Rp18.400

28. Provinsi Sulawesi Tengah
Pertamax Rp14.200
Pertamax Turbo Rp15.250
Dexlite Rp18.100
Pertamina Dex Rp18.400

29. Provinsi Sulawesi Tenggara
Pertamax Rp14.200
Pertamax Turbo Rp15.250
Dexlite Rp18.100
Pertamina Dex Rp18.400

30. Provinsi Sulawesi Selatan
Pertamax Rp14.200
Pertamax Turbo Rp15.250
Dexlite Rp18.100
Pertamina Dex Rp18.400

31. Provinsi Sulawesi Barat
Pertamax Rp14.200
Pertamax Turbo Rp15.250
Dexlite Rp18.100
Pertamina Dex Rp18.400

32. Provinsi Maluku
Pertamax Rp14.200
Dexlite Rp18.100

33. Provinsi Maluku Utara
Pertamax Rp14.200
Dexlite Rp18.100

34. Provinsi Papua
Pertamax Rp14.200
Pertamax Turbo Rp15.250
Dexlite Rp18.100

35. Provinsi Papua Barat
Pertamax Rp14.200
Dexlite Rp18.100
Pertamina Dex Rp18.400

Harga BBM Pertalite dan Solar subsidi yang ditetapkan oleh Pertamina di semua wilayah memiliki harga yang sama.

Harga Pertalite yang ditetapkan oleh Pertamina secara nasional yakni Rp 10.000/liter dan harga Solar Rp 6.800/liter.***

Jenis Sepeda Motor ini Akan Dilarang Menggunakan Pertalite, Cek Apakah Motormu Termasuk

JOURNALPOS – Pemerintah tengah mengkaji beberapa kendaraan yang dilarang membeli Bahan Bakar Minyak atau BBM subsidi jenis pertalite.

Kebijakan terkait jenis kendaraan yang dilarang membeli BBM subsidi jenis pertalite tersebut sedang dirumuskan pemerintah bersama PT Pertamina (Persero).

Adapun berdasarkan catatan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), kendaraan yang dilarang meminum BBM subsidi jenis Pertalite adalah yang memiliki Cubicle Centimeter (cc) di atas 2.000 untuk mobil dan sepeda motor di atas 250 cc.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan revisi dari Peraturan Presiden atau Perpres Nomor 191/2014 mengenai kriteria kendaraan yang berhak menggunakan BBM subsidi.

Dalam paparan Pertamina di Komisi VI DPR RI, Nicke menyebutkan bahwa sesuai dengan hasil rapat koordinasi terbatas bersama dengan pemerintah, mobil yang dilarang membeli Pertalite adalah 1.500 cc ke atas.

Pertamina pun menargetkan revisi Peraturan Presiden atau Perpres Nomor 191/2014 tersebut selesai pada 1 Agustus 2022.

Berikut daftar motor di atas 250 cc yang umumnya berada pada segmen premium kategori Big Bike yang dilarang meminum pertalite:

Honda:
CB650R, CB500X, CBR600RR, CBR1000RR, X-ADV, CRF1100L Africa Twin Adventure Sport, sampai dengan Gold Wing, Forza 250, CBR250RR, CRF250 Rally, Lini moge Honda.

Yamaha:
Skutik T Max, MT09, MT07, XMAX, MT-25, R25, Lini moge Yamaha.

Kawasaki:
Ninja ZX10R, Ninja H2, KX450, Versys 1000, Vulcan S, Ninja 250SL, Ninja ZX-25R, Ninja 250, Versys-X 250, KLX250, Lini moge Kawasaki.

BMW:
Semua produk roda duanya karena punya kubikasi di atas 250 cc, begitu juga dengan Triumph.

Zuzuki:
Gixxer SF 250, Lini moge Suzuki.

Nicke menambahkan, untuk motor-motor yang menggunakan mesin 250 cc ke bawah tetap bisa mengisi BBM Pertalite.***