10 Boy Grup Terpopuler di Industri K-Pop Tahun 2025: Kekuatan dan Evolusi Hallyu yang Mendunia

JOURNALPOS – Di antara sekian banyak Boy Grup yang bermunculan di industri K-Pop, hanya segelintir yang berhasil mengukir nama mereka dalam sejarah dan mempertahankan popularitas jangka panjang.

Gelombang Korea atau Hallyu telah mendominasi panggung hiburan global selama lebih dari satu dekade, dan K-Pop, dengan segala warna dan energinya, menjadi garda depannya.

Memasuki tahun 2025, lanskap K-Pop terus berkembang, dan beberapa Boy Grup atau Boy Band diperkirakan akan terus mendominasi industri musik K-Pop secara global.

Grup-grup ini dipilih berdasarkan kombinasi faktor, termasuk penjualan album, streaming digital, pengaruh media sosial, penghargaan yang diraih, tur global, dan dampak kultural yang mereka hasilkan.

Berikut Daftar 10 Boy Grup Terpopuler di Industri K-Pop Saat Ini:

1. BTS
Tidak diragukan lagi, BTS adalah fenomena global yang telah mengubah wajah K-Pop secara permanen. Kesuksesan mereka jauh melampaui batas-batas genre, memikat jutaan penggemar di seluruh dunia. Dengan musik yang menyentuh hati, lirik yang bermakna, dan pesan positif yang menginspirasi, BTS telah menciptakan ikatan yang kuat dengan ARMY (nama fandom mereka).

Pada tahun 2025, meskipun beberapa anggota mungkin sedang menjalani wajib militer, pengaruh BTS tetap signifikan. Kekuatan warisan mereka, katalog musik yang luas, dan loyalitas basis penggemar ikut memastikan bahwa mereka tetap menjadi kekuatan dominan. Proyek solo dari masing-masing anggota juga terus menarik perhatian, memperluas jangkauan pengaruh mereka dan memastikan relevansi jangka panjang BTS di industri musik global.

2. EXO
EXO, salah satu grup K-Pop paling sukses dari generasi ketiga, telah membuktikan kemampuan mereka untuk beradaptasi dan berkembang. Dikenal karena vokal yang kuat, koreografi yang memukau, dan konsep yang unik, EXO telah membangun fondasi penggemar yang solid selama bertahun-tahun.

Meskipun beberapa anggota mungkin fokus pada karir solo dan aktivitas di luar grup, kekuatan EXO terletak pada chemistry mereka sebagai sebuah kesatuan. Kemampuan mereka untuk menciptakan musik berkualitas tinggi, dikombinasikan dengan popularitas individu para anggota, memastikan bahwa EXO tetap relevan dan populer pada tahun 2025. Diversifikasi karir mereka, termasuk akting, variety show, dan produksi musik solo, juga turut membantu mempertahankan dan bahkan memperluas basis penggemar mereka.

3. TXT
TXT (TOMORROW X TOGETHER), adik dari BTS di bawah Big Hit Music (sekarang HYBE Corporation), telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa sejak debut mereka. Dikenal karena konsep yang segar, musik yang inovatif, dan koreografi yang menarik, TXT telah menarik perhatian penggemar K-Pop di seluruh dunia.

Pada tahun 2025, TXT semakin memantapkan diri sebagai salah satu grup K-Pop generasi keempat yang paling sukses. Dengan dukungan dari HYBE Corporation, mereka memiliki sumber daya dan platform untuk terus berinovasi dan mengembangkan musik mereka. Keberhasilan TXT didukung pada kemampuan para member untuk terus menghasilkan musik berkualitas tinggi, berinteraksi dengan penggemar, dan membangun identitas unik mereka di lanskap K-Pop yang kompetitif.

4. Stray Kids
Stray Kids, di bawah naungan JYP Entertainment, telah membedakan diri mereka melalui produksi musik sendiri dan konsep yang unik. Dikenal karena musik yang eksperimental, lirik yang introspektif, dan koreografi yang kuat, Stray Kids telah membangun basis penggemar yang loyal dan berdedikasi, dikenal sebagai STAY.

Keberhasilan Stray Kids terletak pada kemampuan mereka untuk terus berinovasi dan mengeksplorasi batasan musik K-Pop. Pada tahun 2025, Stray Kids mendorong batasan-batasan genre, menciptakan musik yang orisinal dan menarik bagi pendengar di seluruh dunia. Kekuatan mereka dalam produksi musik sendiri dan identitas artistik yang kuat membantu mereka mempertahankan popularitas dan pengaruh mereka di industri musik.

5. GOT7
GOT7, meskipun tidak lagi di bawah JYP Entertainment, telah berhasil mempertahankan popularitas mereka dan mengeksplorasi karir individu mereka dengan sukses. Dikenal karena musik yang beragam, kepribadian yang menawan, dan chemistry yang kuat sebagai sebuah grup, GOT7 telah membangun basis penggemar yang loyal dan berdedikasi, dikenal sebagai IGOT7.

Pada tahun 2025, GOT7 terus aktif dalam industri hiburan, baik sebagai grup maupun secara individu. Kemampuan mereka untuk bekerja sama dan mendukung satu sama lain, dikombinasikan dengan kebebasan artistik yang mereka miliki, memungkinkan mereka untuk terus menciptakan musik berkualitas tinggi dan berinteraksi dengan penggemar mereka. Loyalitas IGOT7 (fandom GOT7) menjadi kunci dalam mempertahankan popularitas dan pengaruh GOT7 di industri musik.

6. ENHYPEN
ENHYPEN, grup yang dibentuk melalui acara survival I-LAND, telah menunjukkan potensi yang besar sejak debut mereka. Dengan kombinasi bakat, visual yang menawan, dan konsep yang unik, ENHYPEN telah menarik perhatian penggemar K-Pop di seluruh dunia.

Pada tahun 2025, ENHYPEN semakin memantapkan diri sebagai salah satu grup K-Pop generasi keempat yang paling menjanjikan. Dukungan dari BELIFT LAB (anak perusahaan HYBE Corporation) dan loyalitas basis penggemar mereka, dikenal sebagai ENGENE, membantu mereka terus berkembang dan mencapai kesuksesan global. Kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan berbagai genre musik dan berinteraksi dengan penggemar mereka secara konsisten menjadi kunci dalam mempertahankan popularitas dan pengaruh mereka.

7. NCT Dream
NCT Dream, salah satu sub-unit dari grup besar NCT (Neo Culture Technology), telah menarik perhatian dengan energi muda dan musik yang catchy. Dikenal karena konsep yang terus berkembang dan kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai genre musik, NCT Dream telah membangun basis penggemar yang loyal dan berdedikasi, dikenal sebagai NCTzens.

Pada tahun 2025, NCT Dream masih menjadi kekuatan yang relevan dalam industri K-Pop. Keberhasilan mereka didukung pada kemampuan mereka untuk terus menghasilkan musik berkualitas tinggi, berinteraksi dengan penggemar, dan berkolaborasi dengan sub-unit NCT lainnya. Keunikan konsep NCT dan kemampuan NCT Dream untuk beradaptasi dengan berbagai genre musik jiga turut membantu mereka mempertahankan popularitas dan pengaruh mereka.

8. ATEEZ
ATEEZ, di bawah KQ Entertainment, telah membedakan diri mereka dengan performa yang kuat, konsep yang gelap dan misterius, dan lirik yang bermakna. Dikenal karena energi yang tak tertandingi di atas panggung dan kemampuan untuk menceritakan kisah melalui musik mereka, ATEEZ telah membangun basis penggemar yang loyal dan berdedikasi, dikenal sebagai ATINY.

Pada tahun 2025, ATEEZ terus naik daun dan mencapai kesuksesan yang lebih besar. Kekuatan mereka dalam performa panggung dan konsep yang unik turut membantu mereka menarik perhatian penggemar K-Pop di seluruh dunia. Kemampuan mereka untuk terus menghasilkan musik berkualitas tinggi dan berinteraksi dengan penggemar mereka secara konsisten menjadi kunci dalam mempertahankan popularitas dan pengaruh mereka di industri K-Pop.

9. Monsta X
Monsta X, di bawah Starship Entertainment, telah memenangkan hati penggemar dengan karisma yang kuat, musik yang bersemangat, dan kepribadian yang menawan. Dikenal karena penampilan panggung yang penuh energi dan kemampuan untuk berinteraksi dengan penggemar secara langsung, Monsta X telah membangun basis penggemar yang loyal dan berdedikasi, dikenal sebagai Monbebe.

Pada tahun 2025, Monsta X terus aktif dalam industri musik, baik sebagai grup maupun secara individu. Kekuatan mereka terletak pada karisma mereka yang kuat dan kemampuan untuk menciptakan musik yang relevan dengan pendengar di seluruh dunia. Loyalitas Monbebe (fandom Monsta X) menjadi kunci dalam mempertahankan popularitas dan pengaruh Monsta X di industri musik.

10. Seventeen
Seventeen, di bawah Pledis Entertainment (sekarang anak perusahaan HYBE Corporation), telah dikenal karena kekompakan tim, koreografi yang sinkron, dan kemampuan untuk memproduksi musik sendiri. Dikenal karena energi yang positif dan kemampuan untuk berinteraksi dengan penggemar secara langsung, Seventeen telah membangun basis penggemar yang loyal dan berdedikasi, dikenal sebagai CARAT.

Pada tahun 2025, Seventeen menjadi salah satu grup K-Pop terpopuler di dunia. Kekuatan mereka dalam kekompakan tim dan kemampuan untuk memproduksi musik sendiri membantu mereka untuk terus menghasilkan musik berkualitas tinggi dan berinteraksi dengan penggemar mereka. Dukungan dari HYBE Corporation dan loyalitas CARAT menjadi kunci dalam mempertahankan popularitas dan pengaruh Seventeen di industri musik.

Persaingan di industri musik K-Pop semakin ketat dengan munculnya idol ataupun grup-grup baru, tetapi grup-grup tersebut di atas telah membuktikan kemampuan mereka untuk bertahan dan berkembang.

Mereka telah membangun fondasi penggemar yang solid, mengembangkan identitas artistik yang unik, dan menciptakan musik berkualitas tinggi yang resonansi dengan pendengar di seluruh dunia.***

20 Lagu K-Pop Terpopuler yang Paling Banyak Digunakan Untuk Dance Challenge, Nomor 1 Ini Juaranya

JOURNALPOS – Demam K-Pop seolah tak pernah padam. Dari musik yang adiktif, visual yang memukau, hingga koreografi yang ikonik, K-Pop terus mendominasi panggung hiburan global.

Salah satu popularitas K-Pop yang terus meroket adalah melalui fenomena dance challenge, dance cover, hingga K-Pop dance in public di berbagai platform media sosial.

Tahun 2025 menjadi tahun yang semakin gemilang bagi industri musik K-Pop. Dengan banyaknya comeback dari para senior dan debut dari rookie yang potensial, banjir lagu-lagu K-Pop yang menjadi hits telah menginspirasi jutaan orang untuk ikut menari.

Berikut 20 lagu K-Pop terpopuler yang paling banyak digunakan sebagai latar musik untuk dance challenge, dance cover, hingga K-Pop dance in public di tahun 2025:

1. Like JENNIE (Jennie BLACKPINK): Solo yang Membara dengan Energi Luar Biasa
Setelah kesuksesan solo debutnya yang ikonik, Jennie BLACKPINK kembali dengan “Like JENNIE”. Lagu ini memadukan vokal Jennie yang khas dengan beat hip-hop yang kuat dan koreografi yang adiktif. Gerakan-gerakannya yang karismatik dan penuh energi membuat “Like JENNIE” menjadi favorit para dancer yang ingin menunjukkan swag dan kepercayaan diri mereka.

2. Earthquake (Jisoo BLACKPINK): Elegan dan Berani
Jisoo BLACKPINK membuktikan bahwa dia tidak hanya visual grup, tetapi juga seorang artis solo yang berbakat. “Earthquake” menampilkan sisi yang lebih matang dan berani dari Jisoo, dengan musik yang lebih gelap dan koreografi yang menekankan pada gerakan anggun namun kuat. Lagu ini menantang para dancer untuk mengeksplorasi ekspresi yang lebih mendalam dan menampilkan kontrol tubuh yang presisi.

3. DRIP (BABYMONSTER): Debut Menggebrak dari Rookie Monster
BABYMONSTER, girl group pendatang baru dari YG Entertainment, membuktikan diri sebagai “Rookie Monster” dengan lagu debut mereka, “DRIP”. Lagu ini menampilkan kombinasi rap yang kuat, vokal yang memukau, dan koreografi yang dinamis dan rumit. Tingkat kesulitan dance “DRIP” menjadikannya tantangan yang menarik bagi para dancer berpengalaman.

4. Billionaire (BABYMONSTER): Energi Positif dan Semangat Menggapai Mimpi
Setelah kesuksesan “DRIP”, BABYMONSTER merilis “Billionaire” yang memberikan vibe yang lebih ceria dan positif. Lagu ini menginspirasi para pendengarnya untuk mengejar mimpi dan meraih kesuksesan. Koreografinya yang lebih ringan dan mudah diikuti membuat “Billionaire” populer di kalangan pemula yang baru mencoba dance challenge.

5. Tick-Tack (ILLIT): Keceriaan Generasi Z yang Menular
ILLIT, girl group yang lahir dari ajang survival, berhasil mencuri perhatian dengan lagu “Tick-Tack”. Lagu ini memancarkan energi ceria dan kekinian, sangat cocok dengan selera generasi Z. Koreografinya yang sederhana namun catchy membuat “Tick-Tack” menjadi viral di TikTok, dengan jutaan pengguna membuat dance challenge mereka sendiri.

6. HOT (LE SSERAFIM): Seksi, Percaya Diri, dan Tak Terhentikan
LE SSERAFIM kembali dengan konsep yang lebih berani dan seksi di lagu “HOT”. Lagu ini menekankan pada kepercayaan diri dan kekuatan seorang wanita. Koreografinya yang provokatif dan energik menantang para dancer untuk menampilkan sisi sensual mereka dan mengekspresikan kekuatan internal mereka.

7. Attitude (IVE): Pesan Pemberdayaan Diri yang Kuat
IVE terus menunjukkan pertumbuhan mereka dengan lagu “Attitude”. Lagu ini menyampaikan pesan tentang pemberdayaan diri dan pentingnya memiliki sikap yang positif. Koreografinya yang kuat dan penuh energi menginspirasi para dancer untuk berdiri teguh dan menunjukkan kepribadian mereka yang unik.

8. FXCK UP THE WORLD (Lisa BLACKPINK): Swag dan Kekuatan Tanpa Batas
Lisa BLACKPINK kembali dengan solo yang lebih liar dan provokatif. “FXCK UP THE WORLD” menampilkan sisi pemberontak dan percaya diri dari Lisa, dengan rap yang agresif dan koreografi yang penuh dengan gerakan swag. Lagu ini menjadi anthem bagi mereka yang ingin menunjukkan keberanian dan melawan norma.

9. Sweet Dreams (J-Hope): Harmoni yang Menenangkan dan Koreografi yang Artistik
J-Hope BTS menghadirkan suasana yang berbeda dengan “Sweet Dreams”. Lagu ini menawarkan harmoni yang menenangkan dan lirik yang puitis. Koreografinya lebih artistik dan menekankan pada gerakan yang lembut dan ekspresif. “Sweet Dreams” menjadi pilihan ideal bagi para dancer yang ingin menunjukkan keindahan gerakan dan emosi dalam tarian mereka.

10. Whiplash (AESPA): Konsep AI yang Unik dan Koreografi yang Futuristic
AESPA terus mengeksplorasi konsep AI yang unik dengan lagu “Whiplash”. Lagu ini menghadirkan suara yang futuristik dan koreografi yang dinamis dan kompleks. Para dancer tertantang untuk menguasai gerakan-gerakan yang sinkron dan presisi, serta mengekspresikan konsep AI melalui tarian mereka.

11. Air (YEJI): Kebebasan dan Ekspresi Diri yang Murni
YEJI ITZY menunjukkan sisi yang lebih lembut dan emosional dengan lagu “Air”. Lagu ini mengekspresikan rasa kebebasan dan pentingnya mengekspresikan diri secara murni. Koreografinya lebih fokus pada gerakan yang mengalir dan ekspresi wajah, memungkinkan para dancer untuk menunjukkan emosi mereka dengan bebas.

12. Strategy (TWICE): Pesona Klasik dengan Sentuhan Modern
TWICE kembali dengan konsep yang lebih matang dan elegan di lagu “Strategy”. Lagu ini memadukan pesona klasik TWICE dengan sentuhan modern yang segar. Koreografinya yang terstruktur dan menampilkan formasi yang presisi menantang para dancer untuk menunjukkan keterampilan dan kekompakan mereka.

13. Walkin On Water (Stray Kids): Energi yang Meledak-ledak dan Koreografi yang Penuh Aksi
Boy grup Stray Kids tidak pernah mengecewakan dengan energi mereka yang meledak-ledak dan koreografi yang penuh aksi. “Walkin On Water” menghadirkan beat yang kuat dan gerakan yang dinamis. Para dancer tertantang untuk mengikuti tempo yang cepat dan menampilkan kekuatan fisik mereka.

14. EXTRAL (Jennie BLACKPINK): Lebih Eksperimental dan Unik
Jennie kembali dengan solo kedua di tahun 2025, “EXTRAL”, yang lebih eksperimental dan unik dari sebelumnya. Lagu ini memadukan berbagai genre musik dan menampilkan sisi artistik Jennie yang lebih dalam. Koreografinya yang abstrak dan tidak konvensional memberikan kebebasan bagi para dancer untuk berkreasi dan mengekspresikan diri mereka sendiri.

15. Super Lady (G)I-DLE: Kekuatan Wanita dan Konsep yang Spektakuler
(G)I-DLE kembali dengan konsep yang spektakuler dan pesan tentang kekuatan wanita di lagu “Super Lady”. Lagu ini menampilkan vokal yang kuat dan koreografi yang memukau. Para dancer tertantang untuk menampilkan karisma dan kekuatan mereka, serta mengekspresikan pesan pemberdayaan yang terkandung dalam lagu tersebut.

16. The Case (Hearts2Hearts): Melodi yang Menenangkan dan Gerakan yang Penuh Makna
Hearts2Hearts, girl grup pendatang baru besutan SM Entertainment yang sedang naik daun, menghadirkan lagu “The Case” yang memiliki melodi yang menenangkan dan lirik yang penuh makna. Koreografinya lebih fokus pada gerakan yang halus dan ekspresi emosi, menciptakan suasana yang intim dan menyentuh.

17. Know About Me (NMIXX): Vokal yang Memukau dan Koreografi yang Unik
NMIXX terus menunjukkan kemampuan vokal mereka yang memukau dan koreografi yang unik di lagu “Know About Me”. Lagu ini menampilkan kombinasi genre yang menarik dan gerakan yang inovatif. Para dancer tertantang untuk menguasai teknik vokal yang sulit dan menampilkan koreografi yang sinkron dan presisi.

18. Imaginary Friend (ITZY): Pesan Positif tentang Dukungan dan Persahabatan
ITZY menghadirkan pesan positif tentang dukungan dan persahabatan di lagu “Imaginary Friend”. Lagu ini memiliki melodi yang ceria dan lirik yang menyentuh. Koreografinya lebih ringan dan menyenangkan, mendorong para dancer untuk berkolaborasi dan menampilkan energi positif.

19. Iglo (KISS OF LIFE): Konsep yang Unik dan Vokal yang Kuat
KISS OF LIFE terus menunjukkan potensi mereka dengan lagu “Iglo”. Lagu ini memiliki konsep yang unik dan vokal yang kuat. Koreografinya yang dinamis dan penuh dengan gerakan yang presisi menantang para dancer untuk menunjukkan keterampilan mereka.

20. CLIK-CLAK (BABYMONSTER): Pesona Rokiee dengan Konsep yang Lebih Dewasa
BABYMONSTER mengusung konsep yang lebih dewasa dan seksi di lagu “CLIK-CLAK”. Lagu ini menampilkan suara yang lebih gelap dan koreografi yang menggoda. Para dancer tertantang untuk menampilkan sisi sensual mereka dan mengekspresikan pesona yang lebih dewasa.

Dunia K-Pop selalu penuh kejutan dan menunjukkan betapa dinamisnya industri musik Korea. Dari debut grup generasi baru hingga kembalinya para senior, setiap lagu menawarkan sesuatu yang unik dan menarik yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga menginspirasi para dancer di seluruh dunia untuk berkreasi dan mengekspresikan diri mereka.

Lagu-lagu tersebut dipilih berdasarkan popularitas di platform media sosial seperti TikTok, YouTube, Instagram Reels, dan platform dance lainnya, serta mempertimbangkan jumlah dance cover dan challenge hingga dance in publick yang dibuat berdasarkan lagu tersebut.***

Hearts2Hearts Bakal Gelar Fans Meeting di Jakarta: 5 Hal yang Perlu Kalian Perhatikan sebagai S2U

JOURNALPOS – Antusiasme para K-Popers Indonesia, khususnya penggemar girl grup, kembali membara dengan pengumuman resmi dari SM Entertainment mengenai gelaran fans meeting girl grup terbaru mereka, Hearts2Hearts, di Indonesia!

Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi para S2U Indonesia (sebutan untuk penggemar Hearts2Hearts) yang sudah lama menantikan kesempatan untuk bertemu langsung dengan idol kesayangan mereka.

Sebagai penggemar yang bijak dan bertanggung jawab, penting untuk mempersiapkan diri dengan baik agar acara fans meeting ini berjalan lancar, aman, dan menyenangkan bagi semua pihak, baik bagi Hearts2Hearts maupun para S2U Indonesia.

Berikut beberapa hal krusial yang perlu diperhatikan oleh para penggemar di Indonesia sebelum dan saat menghadiri fans meeting Hearts2Hearts.

1. Validitas Informasi: Pastikan Sumber Terpercaya
Di era digital seperti sekarang, informasi mudah menyebar dengan cepat, namun tidak semuanya akurat. Sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi apapun terkait fans meeting Hearts2Hearts, pastikan sumbernya terpercaya.

Sumber resmi seperti akun media sosial SM Entertainment (Twitter, Instagram, Facebook), website resmi SM Entertainment, dan promotor resmi yang ditunjuk oleh SM Entertainment di Indonesia yaitu Flabbergast Productions adalah sumber informasi yang paling valid.

Hindari mempercayai informasi dari akun-akun gosip atau sumber tidak jelas. Hal ini penting untuk menghindari penyebaran berita bohong (hoax) yang dapat menimbulkan kebingungan dan kekecewaan di kalangan penggemar.

2. Penjualan Tiket: Catat Tanggal dan Pahami Mekanismenya
Penjualan tiket merupakan langkah awal yang krusial untuk dapat berpartisipasi dalam fans meeting ini. Perhatikan tanggal, waktu, dan mekanisme penjualan tiket yang diumumkan oleh promotor resmi. Biasanya, promotor akan menggunakan platform penjualan tiket online ternama di Indonesia, dalam hal ini Loket.com.

– Prioritaskan Keamanan: Beli tiket hanya melalui platform resmi yang ditunjuk oleh promotor. Hindari membeli tiket dari calo atau pihak ketiga yang tidak terpercaya, karena berisiko mendapatkan tiket palsu atau ditipu.

– Perhatikan Kategori Tiket: Fans meeting biasanya menawarkan beberapa kategori tiket dengan benefit yang berbeda-beda, seperti posisi tempat duduk yang lebih dekat dengan panggung, sesi foto bersama, atau kesempatan untuk mendapatkan tanda tangan. Pertimbangkan budget dan preferensi Anda dalam memilih kategori tiket.

– Siapkan Data Diri dengan Benar: Saat membeli tiket, pastikan Anda memasukkan data diri (nama, nomor identitas, email, nomor telepon) dengan benar dan sesuai dengan identitas resmi yang akan Anda gunakan saat memasuki venue.

– Simpan Bukti Pembayaran dan E-Ticket: Setelah berhasil membeli tiket, simpan bukti pembayaran dan e-ticket dengan baik. Biasanya, e-ticket akan dikirimkan melalui email. Print atau simpan e-ticket di ponsel Anda untuk memudahkan proses verifikasi saat memasuki venue.

3. Persiapan Sebelum Hari-H: Rencanakan dengan Matang
Setelah mendapatkan tiket, mulailah mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum acara berlangsung. Perencanaan yang matang akan membantu Anda menikmati fans meeting dengan maksimal dan menghindari masalah yang tidak diinginkan.

– Transportasi dan Akomodasi: Jika Anda berasal dari luar kota, pesan tiket transportasi dan akomodasi jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga yang lebih baik dan memastikan ketersediaan. Pertimbangkan lokasi venue dan pilih akomodasi yang strategis.

– Periksa Aturan dan Regulasi Venue: Cari tahu aturan dan regulasi yang berlaku di venue tempat fans meeting berlangsung. Biasanya, terdapat larangan membawa barang-barang tertentu seperti kamera profesional, makanan dan minuman dari luar, serta benda-benda berbahaya.

– Pakaian dan Perlengkapan: Pilih pakaian yang nyaman dan sesuai dengan cuaca. Jangan lupa membawa perlengkapan penting seperti dompet, identitas diri, obat-obatan pribadi (jika diperlukan), hand sanitizer, dan masker.

– Pelajari Fanchants: Sebagai bentuk dukungan kepada Hearts2Hearts, pelajari fanchants lagu-lagu populer mereka. Anda bisa mencari fanchants di YouTube atau media sosial lainnya.

– Siapkan Hadiah atau Surat (Opsional): Jika Anda ingin memberikan hadiah atau surat kepada member Hearts2Hearts, periksa apakah promotor mengizinkan dan menyediakan tempat khusus untuk pengumpulan hadiah.

4. Saat Hari-H: Jaga Ketertiban dan Hormati Peraturan
Hari-H fans meeting adalah momen yang paling ditunggu-tunggu. Agar acara berjalan lancar dan menyenangkan bagi semua orang, penting untuk menjaga ketertiban dan menghormati peraturan yang berlaku.

– Datang Tepat Waktu: Datanglah ke venue lebih awal dari jadwal yang tertera di tiket. Hal ini memberikan Anda waktu yang cukup untuk melakukan registrasi, verifikasi tiket, dan mencari tempat duduk.

– Ikuti Arahan Petugas: Ikuti arahan petugas keamanan dan staf yang bertugas di venue. Mereka bertugas untuk memastikan kelancaran dan keamanan acara.

– Jaga Kebersihan Venue: Buang sampah pada tempatnya dan jaga kebersihan venue. Hindari melakukan tindakan vandalisme yang dapat merusak fasilitas venue.

– Hormati Member Hearts2Hearts: Bersikaplah sopan dan ramah terhadap member Hearts2Hearts. Hindari berteriak terlalu keras atau melakukan tindakan yang dapat membuat mereka tidak nyaman.

– Matikan Flash Kamera: Matikan flash kamera saat mengambil foto atau video. Flash dapat mengganggu penglihatan member Hearts2Hearts dan penonton lainnya.

– Jangan Mendorong atau Berebut: Hindari mendorong atau berebut saat ingin mendekat ke panggung atau saat sesi foto bersama. Ingatlah bahwa keselamatan dan keamanan semua orang adalah yang utama.

– Nikmati Acara dengan Positif: Bersenang-senanglah dan nikmati momen spesial ini bersama Hearts2Hearts dan sesama penggemar.

5. Pasca Acara: Berbagi Pengalaman dengan Bijak
Setelah acara selesai, bagikan pengalaman Anda dengan bijak di media sosial. Unggah foto dan video yang berkualitas dan hindari menyebarkan informasi yang tidak akurat atau bersifat negatif.

– Hargai Privasi Member: Jika Anda berhasil mendapatkan foto atau video member Hearts2Hearts dari jarak dekat, hargai privasi mereka dan hindari mengunggah konten yang terlalu pribadi atau sensitif.

– Hindari Menyebarkan Rumor: Jangan menyebarkan rumor atau spekulasi yang tidak berdasar. Fokuslah pada pengalaman positif yang Anda dapatkan dari fans meeting.

– Berikan Umpan Balik yang Konstruktif: Jika Anda memiliki saran atau umpan balik untuk promotor atau SM Entertainment, sampaikan secara sopan dan konstruktif.

Gelaran fans meeting Hearts2Hearts di Indonesia dijadwalkan akan berlangsung pada 25 April 2025 di Jakarta adalah kesempatan emas bagi para penggemar untuk bertemu langsung dengan idola kesayangan mereka.

Dengan persiapan yang matang dan sikap yang bertanggung jawab, Anda dapat berkontribusi dalam menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi diri sendiri, member Hearts2Hearts, dan sesama penggemar untuk menikmati momen spesial bersama.***

S2U Indonesia SIAP-SIAP! Hearts2Hearts Bakal Gelar Fans Meeting di Jakarta, Catat Tanggalnya

JOURNALPOS – Hearts2Hearts (H2H), K-Pop grup besutan SM Entertainment, secara resmi mengumumkan akan menggelar fans meeting eksklusif di Jakarta sebelum memulai konser perdana mereka di Indonesia.

Diketahui konser perdana Hearts2Hearts dijadwalkan akan berlangsung pada 22-24 Agustus 2025 di Jakarta International Expo (JI Expo) Kemayoran, Jakarta di gelaran festival musik tahunan Lalala Fest 2025.

Girl grup besutan SM Entertainment yang beranggotakan salah satu member dari Indonesia ini akan menggelar fansign event di Jakarta untuk promosi album The Case.

Hearts2Hearts, yang debut perdana pada 24 Februari 2025 di bawah naungan agensi hiburan SM Entertainment, telah berhasil mencuri perhatian publik sejak awal kemunculannya.

Grup ini telah mencuri perhatian publik sejak debut resminya, berkat visual mereka yang memukau dan janji akan konsep musik yang segar dan inovatif.

Kehadiran Hearts2Hearts bukan hanya sekadar penambahan ke deretan grup idol yang ada, melainkan sebuah manifestasi dari evolusi SM Entertainment dalam merespons tren pasar dan memenuhi ekspektasi penggemar global.

Tidak dapat dipungkiri, salah satu daya tarik utama Hearts2Hearts terletak pada visual setiap anggotanya. Dari teaser hingga foto konsep yang dirilis, delapan member memperlihatkan pesona individual yang unik, namun tetap harmonis sebagai sebuah kesatuan.

SM Entertainment dikenal piawai dalam memilih dan memoles talenta visual setiap tahunnya seperti Girl’s Generation A.K.A SNSD (2007), Red Velvet (2014), hingga Aespa (2020), dan terbaru di 2025 adalah Hearts2Hearts yang menjadi bukti nyata dari kemampuan agensi tersebut.

Diversitas visual ini tidak hanya memperkaya tampilan grup secara keseluruhan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi setiap penggemar untuk menemukan bias mereka masing-masing.

Strategi marketing SM Entertainment pun memanfaatkan kekuatan visual ini dengan cerdas. Rangkaian foto dan video teaser yang dirilis secara bertahap berhasil membangun antisipasi yang tinggi di kalangan penggemar K-Pop.

Konsep visual yang digunakan SM Entertainment terkonsep dengan matang, mulai dari estetika retro hingga futuristik, mengindikasikan fleksibilitas dan kemampuan Hearts2Hearts untuk bereksperimen dengan berbagai gaya visual.

Hearts2Hearts Bakal Gelar Fans Meeting di Jakarta

Debut perdana Hearts2Hearts diawali dengan single yang memadukan melodi catchy dengan aransemen yang kompleks, mengangkat tema pemberdayaan diri dan persahabatan, resonan dengan audiens muda yang menjadi target utama grup ini.

Sebagai grup yang debut di bawah naungan SM Entertainment, Hearts2Hearts secara otomatis mendapatkan dukungan penuh dari agensi yang telah terbukti sukses mendebutkan dan mengelola grup-grup idol ternama, seperti Girls’ Generation, EXO, Red Velvet, dan Aespa.

Debut Hearts2Hearts menandai babak baru dalam perjalanan SM Entertainment sebagai salah satu dari tiga pemimpin raksasa industri hiburan Korea Selatan yaitu YG Entertainment dan JYP Entertainment.

Beranggotakan 8 member bertalenta yaitu Jiwoo, Yuha, Juun, A-na, Ian, dan Ye-on (Korea Selatan), Carmen (Indonesia), dan Stella (Korea/Kanada), grup ini dengan cepat meraih popularitas di kalangan penggemar K-Pop global, termasuk di Indonesia.

Keberhasilan mereka tercermin dari pencapaian tangga lagu, penjualan album yang fantastis, serta peningkatan saham SM Entertaiment dari 4,5% menjadi sebesar 6,94% usia debut perdana Hearts2Hearts diumumkan.

Sementara itu kabar mengenai fan meeting Hearts2Hearts di Jakarta tentu menjadi angin segar bagi para penggemar di Indonesia. Pasalnya, permintaan untuk kehadiran grup ini di tanah air telah lama digaungkan, dan akhirnya SM Entertainment mendengarkan aspirasi para penggemar dengan mewujudkan mimpi tersebut.

Mengutip dari Flabbergast Productions selaku promotor, fan meeting dengan tema Hearts2Hearts: The Chase – Fansign & Café Event in Jakarta ini akan berlangsung pada 25 April 2025.

Pihak penyelenggara berjanji akan memberikan pengalaman fan meeting yang tak hanya menghibur, tetapi juga berkesan. Para S2U (sebutan untuk penggemar Hearts2Hearts) dapat menantikan penampilan-penampilan spesial dari seluruh member, sesi tanya jawab interaktif, permainan seru, dan berbagai kejutan menarik lainnya yang dirancang khusus untuk memanjakan para S2U di Indonesia.

Grup ini tidak hanya menjanjikan kehadiran visual yang memukau, tetapi juga potensi musikal yang tinggi. Dengan dukungan penuh dari agensi dan kerja keras dari setiap member, Hearts2Hearts berpotensi untuk menjadi salah satu grup idol paling berpengaruh di masa depan.***

Habis BLACKPINK Terbitlah BABYMONSTER: Grup K-Pop Level Maksimal Besutan YG Entertainment

JOURNALPOS – Idol grup terbaru besutan YG Entertainment, yaitu BABYMONSTER, sukses menggemparkan dunia K-Pop dengan menggelar konser perdana mereka keliling dunia di tahun 2025.

Setelah sukses besar dengan BLACKPINK, ekspektasi K-Net (penggemar musik K-Pop) terhadap grup baru besutan agensi YG Entertainment (raksasa industri hiburan Korea Selatan) ini sangat tinggi.

BABYMONSTER mampu meneruskan kejayaan seniornya, bahkan melampauinya dalam berbagai potensi, keunggulan, dan perjalanan mereka menuju puncak dunia K-Pop.

Warisan BLACKPINK: Antara Beban dan Momentum
Tidak dapat dipungkiri, BLACKPINK adalah legenda di dunia K-Pop dan telah menetapkan standar yang sangat tinggi bagi grup-grup YG Entertainment berikutnya.

Fenomena global yang diraih oleh Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa tidak hanya mengubah lanskap musik pop, tetapi juga citra Korea Selatan di mata dunia. Kesuksesan mereka menjadi tolok ukur, sekaligus beban bagi BABYMONSTER.

Di satu sisi, warisan BLACKPINK memberikan momentum yang signifikan bagi BABYMONSTER. Nama YG Entertainment sudah memiliki daya tarik global, dan penggemar K-Pop di seluruh dunia sudah menantikan karya-karya mereka. Hal ini tentu memberikan keuntungan besar dalam memperkenalkan BABYMONSTER ke pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, BABYMONSTER juga harus menghadapi ekspektasi yang sangat tinggi dan perbandingan konstan dengan BLACKPINK untuk membuktikan bahwa mereka memiliki identitas dan keunikan tersendiri untuk bisa berdiri di atas kaki mereka sendiri melebihi para pendahulunya.

BABYMONSTER: Lebih dari Sekadar “The Next BLACKPINK”?
BABYMONSTER lahir dari inisasi sang founder YG Entertainment, Yang Hyun-suk, untuk mencetak idol grup unik yang belum pernah ada dan dilakukan agensi manapun serta memiliki bakat dan kemampuan yang melebihi senior-seniornya di agensi tersebut.

Pada 2018-2019, sang founder memulai audisi perekrutan trainee untuk grup ini, dengan diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai negara, yang kemudian terpilih tiga orang dari Korea Selatan (Ahyeon, Rami, Rora), dua orang dari Jepang (Ruka, Asa), dan dua dari Thailand (Pharita, dan Chiquita).

Kemudian, ketujuh remaja tersebut menjalani masa karantina selama bertahun-tahun di asrama YG Entertainment sebagai trainee untuk berlatih vokal, tari, akting, dan bahasa serta kegiatan yang berhubungan erat dengan industri hiburan sebelum resmi menjadi member BABYMONSTER.

Sejak debut perdana BABYMONSTER pada April 2024, YG Entertainment telah memberikan sedikit demi sedikit bocoran mengenai kemampuan dan potensi para membernya yang matang setelah melewati masa trainee.

Dengan tujuh member multinasional: Ahyeon, Ruka, Chiquita, Haram A.K.A Rami, Pharita, Rora, dan Asa yang digembleng selama hampir 4-5 tahun lebih, BABYMONSTER menjanjikan perpaduan talenta vokal, rap, dance, dan visual yang luar biasa.

Salah satu hal yang paling mencolok dari BABYMONSTER adalah kemampuan individual para anggotanya. Video-video pre-debut menampilkan kemampuan vokal Ahyeon yang stabil dan kuat, kemampuan rap Ruka yang karismatik, dan kelincahan Chiquita dalam menari. Setiap anggota memiliki kelebihan masing-masing, yang ketika digabungkan, menciptakan sinergi yang menjanjikan.

YG Entertainment juga tampaknya berinvestasi lebih dalam dalam pengembangan musikalitas BABYMONSTER. Setiap member diberikan kebebasan untuk terlibat dalam proses penulisan lagu dan komposisi, memberikan mereka kontrol kreatif yang lebih besar atas karya-karya mereka.

Ini merupakan langkah paling maju dan paling berani di industri K-Pop, menunjukkan bahwa YG Entertainment ingin BABYMONSTER lebih dari sekadar grup idol yang tak hanya mengikuti arahan agensi, melainkan seniman yang memiliki visi artistik sendiri.

Hal ini dibuktikan dengan keterlibatan Asa (main rapper BABYMONSTER) dalam beberapa penulisan lirik di antaranya pada single berjudul “DRIP”, yang menciptakan signature yang khas dari grup tersebut.

Selain kebebasan terlibat dalam penulisan lagu dan komposisi, setiap member juga diberikan kebebasan dalam olah koreografi dan akting.

Ini menjadikan BABYMONSTER satu-satunya grup idol paling spesial dan nyaris sempurna yang belum pernah dilakukan di agensi tersebut.

Strategi YG Entertainment Terhadap BABYMONSTER

Babymonster

YG Entertainment dikenal dengan strategi debut yang hati-hati dan terencana. Agensi ini telah sukses mencetak nama-nama besar di industri K-Pop seperti BigBang, 2NE1, PSY, WINNER, AKMU, ONE, iKON, BLACKPINK, dan TREASURE.

YG dikenal tidak terburu-buru untuk memperkenalkan idol grup baru mereka ke pasar industri, melainkan membangun fondasi yang kuat melalui berbagai aktivitas pre-debut selama beberapa tahun.

Hal ini terlihat jelas dalam cara YG Entertainment memperkenalkan BABYMONSTER. Mereka merilis serangkaian video pre-debut yang menampilkan kemampuan individual para anggota, serta kolaborasi mereka dalam berbagai lagu dan tarian.

Strategi ini memungkinkan penggemar untuk mengenal para anggota BABYMONSTER sebelum mereka resmi debut, membangun rasa penasaran dan antusiasme yang tinggi.

Selain itu, YG Entertainment juga berinvestasi dalam promosi global. Mereka bekerja sama dengan berbagai platform media dan influencer di seluruh dunia untuk memperkenalkan BABYMONSTER ke audiens yang lebih luas.

Strategi ini menunjukkan bahwa YG Entertainment memiliki ambisi besar untuk menjadikan BABYMONSTER sebagai fenomena global berikutnya setelah BLACKPINK.

Lagu-lagu mereka seperti “Batter Up”, “Drip”, “Sheesh”, “Forever”, “Really Like You”, dan “Billionaire” terbukti menduduki di beberapa puncak tangga lagu seperti di stasiun radio dan Tv lokal Korea Selatan maupun internasional, Billboard, Melon, hingga Spotify.

Selain itu, lagu-lagu mereka juga sangat mudah dicerna dan dinikmati para penggemar di seluruh dunia, bahkan oleh telinga umum yang bukan penggemar musik K-Pop.

BABYMONSTER telah menarik perhatian dunia dengan telenta individualnya yang unik, dan perjalanan mereka menuju puncak sangat menarik yang mampu memenuhi ekspektasi yang begitu besar di industri K-Pop melebihi pendahulunya.***

Berbakat Sejak Dini: Lea SECRET NUMBER Resmi Hengkang dari Grup dan Agensi

JOURNALPOS – Berita hengkangnya salah satu member Secret Number, Lea, dari grup dan agensi VINE Entertainment mengejutkan penggemar K-Pop di seluruh dunia.

Lea, resmi hengkang dari grup Secret Number dan agensi pada 2 April 2025 yang menimbulkan berbagai spekulasi dan pertanyaan di kalangan penggemar.

Hengkangnya Lea dari grup dan agensi tersebut dikonfirmasi secara resmi oleh pihak VINE Entertainment pada hari selanjutnya.

Mengutip dari Soompi, agensi tersebut menyatakan bahwa masa kontrak eksklusif Lea, yang telah menunjukkan bakat cemerlangnya sebagai anggota Secret Number, telah berakhir per 2 April 2025.

Lea, yang memiliki nama asli Ogawa Mizuki (小川 美月), lahir di Tokyo, Jepang, pada tanggal 12 Agustus 1995. Sebelum debutnya dengan Secret Number, Lea telah memiliki pengalaman di dunia hiburan.

Ia aktif sebagai model dan juga sempat mengikuti berbagai audisi, menunjukkan ketekunan dan ambisinya untuk berkarier di industri musik.

Sebelum debut sebagai idol, Lea pernah membintangi sebuah film Jepang berjudul School Days with a Pig yang tayang pada tahun 2008 ketika usianya masih 13 tahun.

Lea kemudian bergabung dengan VINE Entertainment dan memulai masa pelatihan yang intensif. Ia dikenal sebagai trainee yang berdedikasi dan pekerja keras. Kemampuannya dalam menari, menyanyi, dan kefasihannya dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Jepang, Korea, dan Inggris, menjadi aset berharga.

Pada tanggal 19 Mei 2020, Lea bersama Dita, Jinny,Soodam, dan Denis resmi debut sebagai member Secret Number dengan single debut mereka, “Who Dis?”.

Ia memegang posisi sebagai vokalis dan memiliki pesona yang unik, menggabungkan kesan cute dan fierce yang membuatnya menonjol di antara member lainnya.

Selama masa karirnya bersama Secret Number, Lea telah berkontribusi dalam berbagai comeback grup. Ia aktif dalam promosi lagu-lagu hit seperti “Got That Boom,” “Fire Saturday,” “Doomchita,” “DOXA” dan “Starlight.” Lea tidak hanya menunjukkan kemampuannya sebagai vokalis, tetapi juga sebagai seorang performer yang karismatik di atas panggung.

Selain aktivitas grup, Lea juga beberapa kali terlibat dalam proyek solo. Ia pernah berkolaborasi dengan musisi lain dan menyanyikan OST untuk beberapa drama web, menunjukkan fleksibilitas dan potensinya sebagai seorang artis solo.

Popularitas Lea semakin meningkat seiring dengan berkembangnya popularitas Secret Number di kancah internasional. Ia memiliki basis penggemar yang solid, baik di Korea Selatan, Jepang, maupun negara-negara lainnya.

Pada bulan Oktober 2021, Denise memutuskan untuk mengakhiri kontraknya dengan Vine Entertainment dan keluar dari grup. Sebagai gantinya, Vine Entertainment menambahkan dua member baru, Zuu dan Minji, untuk melanjutkan perjalanan Secret Number.

Lea Secret Number

Berikut profil lengkap Lea Secret Number:

– Nama Panggung: Léa (레아)
– Nama Kelahiran: Ogawa Mizuki (小川 美 月)
– Posisi: Leader, Vokalis
– Tanggal Lahir: 12 Agustus 1995
– Zodiak: Leo
– Shio: Babi
– Kebangsaan: Jepang
– Tinggi: 169 cm
– Berat: 48 Kg
– Golongan Darah: B
– Instagram: @leaaaaa_77

Grup:
– SKarf (2012-2015) dengan nama panggung Hana.
– Secret Number (2020-2025).

Agensi:
– Big Hit Entertainment (2012).
– Alpha Entertainment (2012-2015).
– CJ E&M Music (2015–2016)
– VINE Entertainment (2020-2025).

Akting/Film:
– School Days with a Pig by Nikkatsu Film, Japan (2009).
– MC di Jjang by Mnet Japan (2014).
– MIXNINE Survival Reality by YG Entertainment (2017).

Hengkangnya Lea dari Secret Number dan VINE Entertainment
Pada tanggal 3 April 2025, VINE Entertainment secara resmi mengumumkan bahwa Lea memutuskan untuk mengakhiri kontraknya dengan agensi dan meninggalkan Secret Number. Pernyataan resmi tersebut menyebutkan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui diskusi panjang dan pertimbangan yang matang antara Lea dan pihak agensi.

VINE Entertainment menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lea atas dedikasi dan kerja kerasnya selama menjadi bagian dari Secret Number. Agensi juga meminta para penggemar untuk terus memberikan dukungan kepada Lea dalam perjalanan karirnya di masa depan.

Pernyataan tersebut tidak memberikan detail spesifik mengenai alasan di balik keputusan Lea untuk hengkang. Hal ini tentu saja menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan penggemar.

Reaksi Penggemar dan Dampak bagi Secret Number
Pengumuman hengkangnya Lea tentu saja mengejutkan dan mengecewakan para penggemar Secret Number, yang dikenal dengan sebutan LOCKEY. Di media sosial, tagar #ThankYouLea dan #LeaSecretNumber trending, menunjukkan dukungan dan apresiasi para penggemar kepada Lea atas kontribusinya selama ini.

Banyak penggemar yang menyatakan kesedihannya atas kepergian Lea dan berharap yang terbaik untuknya di masa depan. Mereka juga memberikan dukungan kepada Secret Number untuk terus berkarya meskipun kehilangan salah satu membernya.

Kepergian Lea tentu saja akan berdampak pada Secret Number. Lebih mengejutkan lagi rumor bahwa Dita, Jinny, dan Minji menyusul hengkangnya Lea pada tanggal 4 April 2025.

Dengan formasi yang kini hanya terdiri dari dua member yaitu Soodam, dan Zuu, Secret Number perlu menyesuaikan kembali koreografi, pembagian part lagu, dan konsep grup mereka.

VINE Entertainment belum memberikan pengumuman resmi mengenai rencana Secret Number ke depan setelah kepergian Lea, Dita, Jinny, dan Minji. Namun, diharapkan bahwa agensi akan segera memberikan klarifikasi dan memberikan kepastian kepada para penggemar mengenai masa depan grup.

Hengkangnya Lea dari Secret Number dan VIN Entertainment merupakan sebuah kehilangan bagi Secret Number dan para penggemarnya. Namun, Lea adalah seorang individu yang berbakat dan memiliki potensi yang besar. Diharapkan bahwa Lea akan terus berkarya dan memberikan yang terbaik dalam bidang yang ia pilih di masa depan.***

8 Fakta Unik Tentang Dunia K-Pop yang Mungkin Belum Anda Ketahui

JOURNALPOS – Dunia K-Pop, atau musik pop Korea, telah menjadi fenomena global yang merajalela, merangkul jutaan penggemar di seluruh dunia.

Dari melodi adiktif hingga koreografi yang sempurna, dari penampilan visual yang memukau hingga interaksi aktif dengan penggemar, K-Pop memiliki formula unik yang memikat.

Namun, di balik gemerlapnya panggung dan popularitas yang luar biasa, terdapat sejumlah fakta menarik dan unik yang mungkin belum diketahui banyak orang.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa aspek tersembunyi dari dunia K-Pop yang menakjubkan ini.

1. Sistem “Trainee” yang Ketat dan Kompetitif
Mungkin salah satu aspek yang paling terkenal, namun tetap krusial untuk dipahami, adalah sistem “trainee” yang melelahkan. Calon idola K-Pop, seringkali dimulai sejak usia remaja, menghabiskan bertahun-tahun dalam pelatihan intensif yang mencakup:

– Vokal: Pelatihan vokal yang mendalam untuk mencapai rentang vokal yang luas dan kemampuan untuk bernyanyi secara konsisten, bahkan saat menari.

– Tari: Koreografi yang rumit dan menuntut, membutuhkan jam latihan setiap hari untuk mencapai kesempurnaan sinkronisasi dan energi yang optimal.

– Rapping: Pelatihan rapping untuk mengembangkan kemampuan rima, ritme, dan penyampaian pesan yang efektif.

– Bahasa Asing: Kemampuan berbicara dalam berbagai bahasa, seperti Inggris, Jepang, atau Mandarin, penting untuk memperluas jangkauan internasional.

– Akting: Pelatihan akting untuk mempersiapkan penampilan di video musik, drama, dan acara televisi.

– Kepribadian dan Etika: Pelatihan tentang sopan santun, interaksi media, dan perilaku yang diharapkan dari seorang idola, termasuk bagaimana menghadapi paparazzi dan menjaga citra publik.

Durasi pelatihan bisa bervariasi, mulai dari beberapa bulan hingga bertahun-tahun, dan tingkat persaingannya sangat ketat. Hanya sebagian kecil dari para trainee yang akhirnya debut menjadi idol atau member grup. Sistem ini sering dikritik karena tekanan mental dan fisik yang luar biasa, namun di sisi lain, menghasilkan idola dengan kemampuan yang sangat terasah dan profesional.

2. Konsep “Debut” dan “Comeback” yang Berbeda
Dalam dunia K-Pop, “debut” merujuk pada peluncuran resmi sebuah grup atau solois ke industri musik. Namun, berbeda dengan industri musik Barat, idol K-Pop tidak hanya merilis album sekali saja. Mereka secara berkala melakukan “comeback,” yang melibatkan perilisan album baru atau single, disertai dengan konsep visual, musik, dan koreografi yang baru.

Setiap comeback adalah kesempatan bagi idol atau member grup untuk menunjukkan perkembangan mereka, menarik penggemar baru, dan mempertahankan popularitas mereka. Agensi hiburan sering kali menginvestasikan sumber daya yang signifikan dalam setiap comeback, termasuk produksi musik berkualitas tinggi, pembuatan video musik yang sinematik, dan promosi yang ekstensif.

3. “Fandom” yang Terorganisir dan Aktif
Fandom K-Pop dikenal karena dedikasi dan organisasinya yang luar biasa. Mereka bukan sekadar penggemar biasa; mereka adalah komunitas yang kuat dan terorganisir yang mendukung idola mereka dalam berbagai cara:

– Streaming Musik: Fandom K-Pop secara aktif melakukan streaming musik idola mereka di berbagai platform untuk meningkatkan tangga lagu dan popularitas.

– Pembelian Album: Mereka membeli album fisik dan digital dalam jumlah besar untuk mendukung penjualan dan pencapaian rekor.

– Voting: Mereka berpartisipasi aktif dalam voting di berbagai acara musik dan penghargaan untuk membantu idola mereka memenangkan trofi.

– Donasi: Mereka mengumpulkan dana untuk mendukung proyek amal atas nama idola mereka.

– Promosi: Mereka mempromosikan idola mereka secara online dan offline melalui media sosial, forum, dan acara komunitas.

Kekuatan dan dedikasi fandom K-Pop sangat penting bagi kesuksesan sebuah grup atau solois. Mereka adalah mesin penggerak yang membantu idola mereka mencapai popularitas dan pengakuan global.

4. Pentingnya “Visual” dan Konsep
Penampilan visual memainkan peran penting dalam dunia K-Pop. Agensi hiburan berinvestasi besar-besaran dalam grooming, makeup, dan fashion idola mereka untuk menciptakan citra yang menarik dan memikat. Selain itu, konsep visual, yang mencakup tema, gaya, dan estetika yang digunakan dalam setiap comeback, juga sangat penting.

Konsep visual dapat berkisar dari imut dan ceria hingga seksi dan misterius, dan idol K-Pop sering kali bereksperimen dengan berbagai konsep untuk menemukan yang paling sesuai dengan mereka dan menarik perhatian penggemar. Konsep visual yang kuat dan unik dapat membantu sebuah grup atau solois menonjol di antara banyak idol atau member K-Pop lainnya.

5. Kontroversi dan Tekanan yang Tinggi
Meskipun terlihat glamor, kehidupan seorang idol K-Pop penuh dengan tekanan dan kontroversi. Mereka sering kali menghadapi:

– Pengawasan Publik yang Ketat: Setiap tindakan dan perkataan mereka diawasi dengan cermat oleh publik dan media, dan kesalahan kecil pun dapat menjadi skandal besar.

– Privasi yang Terbatas: Idol K-Pop sering kali kehilangan privasi mereka karena penggemar dan paparazzi yang terus-menerus mengikuti mereka.

– Tekanan untuk Sempurna: Mereka dituntut untuk selalu tampil sempurna, baik secara fisik maupun dalam hal kemampuan dan kepribadian mereka.

– Kontrak yang Mengikat: Mereka sering kali terikat oleh kontrak yang panjang dan mengikat dengan agensi hiburan mereka, yang dapat membatasi kebebasan mereka.

– Masalah Kesehatan Mental: Tekanan yang luar biasa dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan makan.

Diketahui, beberapa idol K-Pop telah meninggal dunia karena bunuh diri, yang menyoroti tekanan dan kesulitan yang dihadapi oleh para idol atau member. Penting untuk diingat bahwa di balik persona yang glamor, idol K-Pop adalah manusia biasa yang rentan terhadap masalah dan kesulitan.

6. Keterlibatan dalam Penulisan Lagu dan Produksi
Meskipun tidak selalu terjadi, semakin banyak idol atau member K-Pop yang terlibat langsung dalam penulisan lagu dan produksi musik mereka. Ini menunjukkan evolusi dalam industri ini, di mana idola tidak hanya berperan sebagai “wajah” tetapi juga sebagai seniman yang memiliki kontrol kreatif atas karya mereka. Contohnya termasuk:

– G-Dragon (BIGBANG): Terkenal karena kemampuan produksinya yang luar biasa dan penulisan lagu yang ikonik.

– RM dan Suga (BTS): Kedua anggota BTS ini aktif terlibat dalam penulisan lagu dan produksi album grup mereka.

– IU: Seorang solois yang menulis dan memproduksi sebagian besar lagunya sendiri.

– Ahyeon dan Asa (BABYMONSTER): Idol grup paling populer di tahun 2025 besutan agensi YG Entertainment.

Keterlibatan ini memungkinkan idol atau member untuk mengekspresikan identitas artistik mereka dengan lebih mendalam dan menciptakan musik yang lebih personal dan bermakna.

7. “Skinship” dan Budaya Persahabatan yang Unik
“Skinship” (kontak fisik non-romantis) adalah hal yang umum dalam budaya Korea, termasuk dalam interaksi antar idol K-Pop. Ini termasuk memeluk, berpegangan tangan, atau bersandar satu sama lain. Ini sering dipandang sebagai cara untuk menunjukkan keakraban dan persahabatan, dan tidak selalu memiliki konotasi romantis.

Namun, penting untuk diingat bahwa interpretasi “skinship” dapat berbeda-beda tergantung pada budaya dan perspektif individu. Beberapa penggemar mungkin menganggapnya menggemaskan dan mendukung, sementara yang lain mungkin merasa tidak nyaman atau menganggapnya sebagai bentuk “fanservice” yang berlebihan.

8. Pengaruh Budaya Lain dan Globalisasi
K-Pop telah berkembang pesat dan mengadopsi elemen-elemen dari berbagai budaya di seluruh dunia. Musik, fashion, dan tarian K-Pop sering kali terinspirasi oleh tren dan gaya global. Hal ini membantu K-Pop menjangkau audiens yang lebih luas dan menjadi fenomena global.

Sebaliknya, K-Pop juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap budaya populer di seluruh dunia. Musik, fashion, dan tarian K-Pop telah diadopsi oleh banyak orang di berbagai negara, dan K-Pop telah menjadi kekuatan pendorong di balik penyebaran budaya K-Wave (Korean Wave) ke seluruh dunia.

Dunia K-Pop adalah lanskap yang kompleks, dinamis, dan terus berkembang. Dibalik gemerlapnya dunia K-Pop, terdapat kerja keras, bakat, dan dedikasi para idol, serta kekuatan fandom yang luar biasa yang terus memikat hati jutaan orang di seluruh dunia.***

Sisi Gelap Dunia K-Pop: 5 Fakta Mengejutkan yang Perlu Anda Ketahui

JOURNALPOS – Industri musik Korea Selatan, atau yang lebih dikenal dengan dunia K-Pop, telah mendominasi panggung hiburan global selama lebih dari satu dekade.

Dengan lagu-lagu catchy, koreografi yang kompleks, visual yang menawan, dan penggemar yang fanatik, K-Pop telah berhasil menembus batasan budaya dan bahasa.

Namun, di balik gemerlap dan kesuksesan yang tampak, terdapat realitas yang seringkali tersembunyi dari pandangan publik tentang sisi kelam dunia K-Pop.

Melansir dari BBC, berikut beberapa fakta mengejutkan tentang dunia K-Pop yang mungkin belum Anda ketahui, memberikan perspektif yang lebih mendalam dan kompleks tentang industri yang dinamis ini.

1. Sistem Kontrak yang Ketat dan Mengikat
Salah satu fakta paling terkenal dan kontroversial tentang K-Pop adalah sistem kontrak eksklusif yang mengikat para idola dengan agensi mereka.

Kontrak ini seringkali sangat panjang, bisa mencapai 7 tahun atau lebih, dan mencakup berbagai aspek kehidupan sang idola, mulai dari aktivitas promosi, pelatihan, hingga kehidupan pribadi.

– Durasi yang Panjang: Durasi kontrak yang panjang memberikan agensi kendali signifikan atas karir idola mereka. Ini memungkinkan agensi untuk berinvestasi secara signifikan dalam pelatihan dan pengembangan idola, tetapi juga berarti bahwa idola terikat secara hukum untuk mematuhi ketentuan agensi selama periode tersebut.

– Pembagian Keuntungan yang Tidak Seimbang: Seringkali, pembagian keuntungan antara agensi dan idola sangat tidak seimbang, terutama pada awal karir. Agensi biasanya memotong sebagian besar pendapatan untuk menutupi biaya pelatihan, produksi, dan promosi. Akibatnya, banyak idola yang bekerja keras selama bertahun-tahun hanya menerima sedikit atau bahkan tidak menerima bayaran sama sekali.

– Pembatasan Gaya Hidup: Kontrak sering kali mencakup pembatasan ketat pada kehidupan pribadi idola, termasuk larangan berkencan, minum alkohol, merokok, atau bahkan bersosialisasi dengan teman-teman di luar industri. Pembatasan ini bertujuan untuk menjaga citra publik idola dan memastikan bahwa mereka tetap fokus pada karir mereka.

– Hukuman atas Pelanggaran Kontrak: Pelanggaran kontrak dapat mengakibatkan hukuman yang berat, termasuk denda yang besar, penangguhan aktivitas, atau bahkan pemutusan kontrak. Hal ini dapat menghancurkan karir seorang idola dan membuat mereka kesulitan untuk mencari pekerjaan di industri hiburan.

2. Tekanan Ekstrem untuk Mempertahankan Penampilan
Industri K-Pop dikenal dengan penekanannya pada penampilan fisik. Idola K-Pop diharapkan untuk selalu tampil sempurna, dengan kulit yang mulus, tubuh yang ramping, dan fitur wajah yang proporsional. Tekanan ini mendorong banyak idola untuk menjalani diet ketat, olahraga yang intens, dan bahkan operasi plastik.

– Standar Kecantikan yang Tidak Realistis: Standar kecantikan di Korea Selatan sangat tinggi, dan idola K-Pop diharapkan untuk memenuhi standar tersebut. Hal ini dapat menyebabkan tekanan yang besar bagi para idola untuk mengubah penampilan mereka agar sesuai dengan harapan publik.

– Diet Ekstrem: Banyak idola K-Pop mengikuti diet ekstrem untuk menurunkan berat badan dengan cepat. Diet ini sering kali tidak sehat dan dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.

– Operasi Plastik: Operasi plastik sangat umum di kalangan idola K-Pop. Beberapa idola secara terbuka mengakui bahwa mereka telah menjalani operasi plastik, sementara yang lain memilih untuk merahasiakannya. Tekanan untuk tampil sempurna dapat mendorong para idola untuk merasa bahwa mereka harus menjalani operasi plastik untuk sukses di industri.

– Efek Psikologis: Tekanan untuk mempertahankan penampilan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental para idola. Mereka mungkin mengalami kecemasan, depresi, dan masalah citra tubuh.

3. Persaingan yang Ketat dan Kejam
Industri K-Pop sangat kompetitif, dengan ribuan trainee yang berjuang untuk debut. Hanya sebagian kecil dari trainee ini yang berhasil debut, dan bahkan mereka yang berhasil debut pun harus berjuang keras untuk mempertahankan popularitas mereka.

– Pelatihan yang Intensif: Trainee K-Pop menjalani pelatihan yang intensif selama bertahun-tahun, belajar menyanyi, menari, rap, akting, dan bahasa asing. Mereka juga belajar tentang etiket, kepribadian, dan cara berinteraksi dengan penggemar.

– Evaluasi yang Konstan: Trainee dievaluasi secara berkala oleh agensi mereka, dan hanya mereka yang menunjukkan potensi terbesar yang diizinkan untuk melanjutkan pelatihan.

– Debut yang Sulit: Bahkan setelah bertahun-tahun pelatihan, tidak ada jaminan bahwa seorang trainee akan debut. Agensi hanya mendebutkan kelompok yang menurut mereka memiliki peluang terbaik untuk sukses.

– Popularitas yang Fluktuatif: Setelah debut, idola K-Pop harus terus bekerja keras untuk mempertahankan popularitas mereka. Industri ini sangat dinamis, dan selera publik dapat berubah dengan cepat.

4. Masalah Kesehatan Mental yang Meningkat
Tekanan ekstrem untuk mempertahankan penampilan, persaingan yang ketat, dan kurangnya privasi dapat berdampak negatif pada kesehatan mental para idola K-Pop. Sayangnya, masalah kesehatan mental seringkali diabaikan atau bahkan distigmatisasi di industri.

– Kurangnya Dukungan: Idol K-Pop seringkali tidak memiliki dukungan yang memadai untuk mengatasi masalah kesehatan mental mereka. Agensi mungkin fokus pada karir idola daripada kesejahteraan mereka.

– Stigma: Terdapat stigma seputar masalah kesehatan mental di Korea Selatan. Idola mungkin takut untuk mencari bantuan karena takut akan dicap sebagai lemah atau tidak profesional.

– Kasus Bunuh Diri: Tragisnya, ada beberapa kasus bunuh diri di kalangan idola K-Pop yang telah menyoroti masalah kesehatan mental di industri ini. Kasus-kasus ini telah mendorong beberapa orang untuk menyerukan perubahan dalam cara agensi memperlakukan artis mereka.

5. Kurangnya Privasi dan Obsesi Penggemar
Idol K-Pop memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki privasi. Mereka terus-menerus difoto dan direkam oleh penggemar, dan kehidupan pribadi mereka seringkali menjadi konsumsi publik.

Beberapa penggemar, yang dikenal sebagai “sasaeng,” bahkan akan melakukan tindakan ekstrem untuk mendekati idola mereka, seperti membuntuti mereka, masuk ke rumah mereka, atau mengirimkan hadiah yang tidak pantas.

– Tekanan Konstan: Tekanan konstan untuk selalu tampil sempurna dan selalu menyenangkan penggemar dapat sangat melelahkan bagi para idol.

– Pelanggaran Privasi: Kurangnya privasi dapat menyebabkan kecemasan, ketakutan, dan perasaan tidak aman bagi para idol.

– Tindakan Ekstrem Sasaeng: Tindakan ekstrem sasaeng dapat membahayakan keselamatan dan kesejahteraan para idol.

Dunia K-Pop adalah industri yang kompleks dan multifaset dengan banyak fakta yang mengejutkan. Di balik gemerlap dan kesuksesan yang tampak, terdapat realitas yang seringkali sulit dan menantang bagi para idola.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa K-Pop telah mendominasi di berbagai belahan penjuru dunia sebagai kekuatan budaya yang besar, dan terus berkembang yang mampu memberikan ruang dari generasi ke generasi.***

Sepak Terjang Dita Karang: Dari Indonesia Menuju Panggung K-Pop Sebagai Member Secret Number

JOURNALPOS – Fenomena K-Pop telah merajai industri musik global, salah satunya girl grup Secret Number, menarik perhatian jutaan penggemar di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Di balik gemerlap panggung, koreografi yang sinkron, dan lagu-lagu adiktif, terdapat kisah-kisah inspiratif tentang perjuangan dan dedikasi para idola.

Salah satu kisah yang patut disimak adalah perjalanan Dita Karang, seorang perempuan muda dari Indonesia yang berhasil menembus industri musik Korea Selatan dan menjadi anggota dari grup K-Pop Secret Number.

Kehadiran Dita di Secret Number bukan hanya sekadar representasi keberagaman, melainkan juga simbol harapan bagi anak-anak muda Indonesia yang bermimpi untuk meraih impian di panggung dunia.

Berikut sepak terjang Dita Karang, mulai dari latar belakangnya, proses pelatihan yang keras, debutnya yang mengesankan, hingga kontribusinya bagi Secret Number dan dampaknya bagi representasi Asia Tenggara di industri K-Pop yang dirangkum dari berbagai sumber.

Latar Belakang dan Awal Mula Ketertarikan pada Dunia Tari
Lahir di Yogyakarta dan besar di Bali, Dita Karang memiliki nama lengkap Anak Agung Ayu Puspa Aditya Karang. Sejak kecil, ia telah menunjukkan ketertarikan yang besar pada dunia seni, khususnya tari.

Dita mengikuti berbagai les tari tradisional Indonesia, menumbuhkan kecintaannya pada seni pertunjukan. Namun, ketertarikannya tidak terbatas pada tari tradisional saja. Ia juga menyukai genre tari modern, seperti hip-hop dan jazz.

Minatnya pada budaya Korea, termasuk K-Pop, mulai tumbuh saat ia duduk di bangku sekolah menengah. Dita terpesona dengan koreografi yang kompleks, musik yang enerjik, dan penampilan para idola yang memukau. Dari sinilah, ia mulai bermimpi untuk menjadi bagian dari dunia K-Pop, bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai pelaku.

Perjuangan Dita Karang Menuju Impian
Menyadari besarnya impiannya, Dita tidak berhenti pada angan-angan. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikannya di American Musical and Dramatic Academy (AMDA) di New York, Amerika Serikat. Di sana, ia mengambil jurusan tari dan pertunjukan, mengasah kemampuannya dalam berbagai genre tarian dan melatih kepercayaan dirinya di atas panggung.

Selama menempuh pendidikan di New York, Dita tetap mengikuti perkembangan dunia K-Pop dan aktif mencari informasi mengenai audisi yang diadakan oleh agensi-agensi hiburan Korea Selatan. Setelah lulus dari AMDA, Dita memutuskan untuk mewujudkan mimpinya dengan mengikuti audisi di Korea Selatan.

Proses audisi di Korea Selatan dikenal sangat kompetitif dan ketat. Ribuan orang dari berbagai negara berpartisipasi, namun hanya segelintir yang berhasil lolos. Dita menghadapi persaingan yang sengit, namun ia tidak menyerah.

Dengan kemampuan tari yang mumpuni, semangat yang pantang menyerah, dan kepribadian yang menarik, ia berhasil memikat hati para juri dan mendapatkan kesempatan untuk menjadi trainee di Vine Entertainment.

Profil dan Biodata Lengkap Secret Number Grup KPop Pertama yang Merekrut Member dari Indonesia

Masa Trainee: Tempaan Mental dan Fisik yang Berat
Masa trainee adalah fase penting dalam karier seorang calon idola K-Pop. Selama periode ini, mereka menjalani pelatihan intensif yang meliputi vokal, tari, rap, bahasa, dan kepribadian. Para trainee dididik untuk menjadi seorang entertainer serba bisa yang mampu menghibur penonton dengan berbagai talenta.

Dita menjalani masa trainee selama dua tahun sebelum memulai debut bersama Secret Number. Selama periode tersebut, ia harus beradaptasi dengan budaya Korea yang berbeda, belajar bahasa Korea, dan berjuang keras untuk meningkatkan kemampuannya dalam bernyanyi dan menari.

Jadwal latihan yang padat dan tekanan yang besar seringkali membuatnya lelah dan frustrasi. Namun, Dita tidak menyerah. Ia selalu mengingat impiannya dan dukungan dari keluarga serta teman-temannya.

Debut Dita Karang dengan Secret Number
Pada tanggal 19 Mei 2020, Dita Karang resmi debut sebagai anggota dari grup K-Pop Secret Number dengan single berjudul “Who Dis?”. Debutnya menjadi momen bersejarah, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi Indonesia. Dita menjadi wanita Indonesia pertama yang berhasil debut sebagai anggota grup K-Pop.

Debut Secret Number disambut dengan antusias oleh para penggemar K-Pop di seluruh dunia. Lagu “Who Dis?” berhasil mencuri perhatian dengan melodi yang *catchy* dan koreografi yang enerjik. Penampilan Dita di atas panggung juga mendapatkan pujian. Ia dinilai memiliki karisma yang kuat dan kemampuan tari yang luar biasa.

Dita memiliki peran penting dalam Secret Number. Ia merupakan penari utama (main dancer) dalam grup tersebut. Keahliannya dalam menari memberikan warna tersendiri bagi koreografi Secret Number. Gerakan-gerakan tari yang presisi dan ekspresif dari Dita membuat penampilan Secret Number semakin menarik dan memukau.

Selain itu, Dita juga menjadi representasi Asia Tenggara dalam Secret Number. Kehadirannya memberikan kesempatan bagi penggemar K-Pop di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk merasa terhubung dengan grup tersebut. Dita juga sering menggunakan bahasa Indonesia dalam menyapa para penggemar, menunjukkan rasa cintanya pada tanah air.

Keberhasilan Dita Karang menembus industri K-Pop memberikan dampak positif bagi citra Indonesia di mata dunia. Ia membuktikan bahwa anak muda Indonesia juga memiliki potensi untuk bersaing di kancah internasional. Dita menjadi inspirasi bagi banyak anak muda Indonesia yang bermimpi untuk meraih impian di bidang seni dan hiburan.

Dita tidak hanya dikenal karena talentanya, tetapi juga karena kepribadiannya yang ramah dan rendah hati. Ia sering berinteraksi dengan para penggemar melalui media sosial, membalas komentar dan pesan dari mereka. Ia juga aktif dalam kegiatan amal dan sosial, menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama.

Di masa depan, diharapkan Dita dapat terus berkembang sebagai seorang entertainer dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Secret Number. Ia juga diharapkan dapat menjadi panutan bagi anak-anak muda Indonesia dan terus menginspirasi mereka untuk meraih impian setinggi mungkin.

Namun, talenta Dita Karang di Secret Number harus terhenti karena beredar rumor yang mengejutkan pada 4 April 2025 bahwa Dita bersama Jinny dan Minji menyatakan hengkang dari grup tersebut dan tidak lagi memperpanjang kontrak dengan Vine Entertainment.

Dibalik rumor tersebut, perjalanan Dita Karang dari Indonesia menuju panggung K-Pop sebagai anggota Secret Number adalah sebuah kisah inspiratif tentang keberanian, kerja keras, dan dedikasi.

Ia membuktikan bahwa dengan tekad yang kuat dan kerja keras yang tak kenal lelah, mimpi setinggi apapun dapat diraih. Dita Karang bukan hanya seorang idola K-Pop, tetapi juga seorang simbol harapan bagi anak-anak muda Indonesia yang bermimpi untuk meraih impian di panggung dunia.***

MENGEJUTKAN! Hanya Selang 2 Hari: Dita, Jinny dan Minji Ikut Hengkang dari Secret Number Menyusul Lea

JOURNALPOS – Kabar mengejutkan kembali menghantam dunia K-Pop, khususnya para penggemar Secret Number (SN), sebuah idol grup besutan agensi Vine Entertainment yang debut pada 2020.

Baru saja reda kekhawatiran akan hengkangnya Lea, kini beredar luas kabar bahwa Dita Karang, Jinny, dan Minji dikabarkan menyusul jejak Lea dan meninggalkan Secret Number dan Vine Entertainment, yang membesarkan nama mereka.

Meski belum dikonfirmasi secara resmi oleh Vine Entertainment, namun, rumor hengkangnya para member tersebut telah menimbulkan gelombang kepanikan dan spekulasi di kalangan Lockey (sebutan bagi fans Secret Number).

Rentetan peristiwa ini, yang terjadi dalam kurun waktu yang sangat singkat, memunculkan berbagai spekulasi. Apa yang sebenarnya terjadi di balik layar Secret Number? Mengapa begitu banyak anggota memutuskan untuk hengkang dalam waktu yang berdekatan?

Pengumuman hengkangnya Lea pada 2 April 2025 dari Secret Number memang sudah cukup membuat Lockey terpukul. Kepergian Lea, yang dikenal dengan vokalnya yang kuat dan kepribadiannya yang ceria, dianggap sebagai kehilangan besar bagi grup.

Mengutip dari Soompi, Vine Entertainment menjelaskan bahwa Lea memutuskan untuk mengejar karier solonya dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan penggemar selama ini.

Namun, kejutan tidak berhenti di situ. Dua hari setelah pengumuman Lea, rumor tentang kepergian Dita Karang, Jinny, dan Minji mulai beredar liar di media sosial.

Kabar ini awalnya hanya berupa bisikan-bisikan di antara K-Net (para penggemar K-Pop), namun dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform onlinee.

Banyak Lockey yang mempercayai kebenaran rumor ini. Beberapa bahkan mengklaim memiliki “bukti” berupa petunjuk-petunjuk kecil dari aktivitas media sosial para anggota tersebut, seperti menghapus foto-foto grup atau berhenti mengikuti akun resmi Secret Number, khususnya di Instragram.

Grup yang sebelumnya beranggotakan enam member Lea, Dita Karang, Jinny, Minji, Soodam dan Zuu ini telah merilis sejumlah single yang telah mendapat ruang di hati para K-Net antara lain Who Is (2020), Got That Boom (2020), Fire Saturday (2021), DOOMCHITA (2022), TAP (2022), DOXA (2023), dan Starlight (2023).

Dengan hengkangnya Lea, Dita, Jinny, dan Minji dari Secret Number, kini grup dengan singlenya paling populer “DOXA” yang sempat merajai tangga lagu di Korea Selatan tersebut menyisakan dua member yaitu Soodam dan Zuu di bawah naungan agensi hiburan Vine Entertainment.

Secret Number

Spekulasi Liar Tentang Hengkangnya Para Member Secret Number

Para penggemar dan pengamat K-Pop mulai berspekulasi mengenai alasan di balik keputusan rentetan hengkangnya para member ini. Beberapa teori yang paling populer antara lain:

1. Perbedaan Visi dan Misi: Teori ini menyebutkan bahwa mungkin terdapat perbedaan pendapat yang signifikan antara para anggota mengenai arah dan tujuan karir Secret Number. Mungkin saja beberapa anggota memiliki ambisi yang berbeda dan merasa bahwa Secret Number tidak dapat mengakomodasi keinginan mereka.

2. Masalah Kontrak dan Negosiasi: Kontrak dengan agensi seringkali menjadi sumber masalah bagi banyak grup K-Pop. Mungkin saja terdapat ketidaksepakatan mengenai pembagian keuntungan, jadwal promosi, atau aspek-aspek lain yang terkait dengan kontrak kerja.

3. Tekanan dan Beban Kerja yang Terlalu Tinggi: Industri K-Pop dikenal dengan tekanan dan beban kerja yang sangat tinggi. Jadwal yang padat, persaingan yang ketat, dan tuntutan untuk selalu tampil sempurna dapat memicu stres dan kelelahan yang ekstrem. Mungkin saja beberapa anggota merasa tidak sanggup lagi menghadapi tekanan ini dan memutuskan untuk keluar dari grup.

4. Masalah Internal Antar Anggota: Teori yang paling kontroversial adalah adanya masalah internal antar anggota. Meskipun Secret Number selalu terlihat harmonis di depan kamera, tidak menutup kemungkinan adanya konflik atau persaingan yang tidak sehat di balik layar. Masalah interpersonal ini dapat memicu ketidaknyamanan dan mendorong beberapa anggota untuk mencari lingkungan kerja yang lebih positif.

5. Tawaran Karier Solo yang Lebih Menjanjikan: Kemungkinan terakhir adalah adanya tawaran karier solo yang lebih menjanjikan bagi Dita Karang, Jinny, dan Minji. Mungkin saja mereka mendapatkan tawaran dari agensi lain yang menawarkan kesempatan yang lebih baik, seperti menjadi solois atau membintangi drama.

Terlepas dari alasan sebenarnya, kepergian Lea, Dita, Jinny, dan Minji tentu akan memberikan dampak yang signifikan bagi Secret Number.

Grup yang baru saja meraih popularitas yang cukup besar ini terancam kehilangan identitas dan daya tariknya. Vine Entertainment tentu harus segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi krisis ini dan memastikan kelangsungan hidup Secret Number.

Situasi yang menimpa Secret Number saat ini memang sangat mengejutkan dan membingungkan. Tanpa adanya pernyataan resmi dari Vine Entertainment, para penggemar hanya bisa berspekulasi tentang desas-desus hengkangnya para member tersebut.***

Menyisakan Soodam dan Zuu: 4 Member Secret Number Resmi Hengkang dari Grup

JOURNALPOS – Industri K-Pop kembali dikejutkan dengan berita yang kurang menyenangkan dari Secret Number, sebuah idol grup besutan agensi Vine Entertainment.

Setelah beredar rumor yang cukup lama, akhirnya Vine Entertainment secara resmi mengumumkan bahwa empat dari enam anggota girl group Secret Number memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak mereka.

Pengumuman ini meninggalkan penggemar dengan perasaan campur aduk, antara sedih, terkejut, dan spekulasi tentang masa depan grup Secret Number.

Grup yang resmi debut pada 19 Mei 2020 dengan single “Who Dis?” ini awalnya beranggotakan 5 member yaitu Dita, Denise, Lea, Jinny, dan Soodam.

Kemudian, pada tanggal 29 September 2021, Vine Entertainment mengumumkan bahwa Denise tidak lagi berpartisipasi dalam comeback grup tersebut karena negosiasi kontrak yang sedang berlangsung tidak berjalan mulus.

Di tengah hiatus Denise, grup ini tetap merilis single comeback mereka “Fire Saturday” pada 27 Oktober 2021 bersamaan dengan penambahan member baru yaitu Minji dan Zuu.

Secara resmi, pada 5 Februari 2022, Denise mengonfirmasi kepergiannya dari grup Secret Number dan Vine Entertainment di Instagram.

Tiga tahun kemudian, pada 2 April 2025, Vine Entertainment mengumumkan di media sosial mereka bahwa Lea telah memilih untuk keluar dari Secret Number dan tidak memperpanjang kontrak dengan perusahaan tersebut.

Melansir dari Soompi (media kawakan berbasis di Seoul dan San Francisco yang fokus pada budaya K-Pop) menyebut, pada tanggal 4 April 2025, Dita, Jinny, dan Minji merilis pernyataan kolektif yang mengumumkan kepergian mereka dari Secret Number dan juga agensi Vine Entertainment.

Pengumuman ini secara efektif menyisakan hanya dua anggota yang tersisa di Secret Number yaitu Soodam dan Zuu, yang juga terkonfirmasi melalui postingan Instagram Secret Number Official (dimana setiap update story hanya berisi 2 member).

Hal ini tentu memicu pertanyaan besar di kalangan K-Net (sebutan untuk netizen K-Pop atau penggemar K-Pop) tentang apa yang akan terjadi dengan grup tersebut, apakah mereka akan terus berpromosi sebagai duo, atau Vine Entertainment akan melakukan perekrutan anggota baru.

Meskipun Vine Entertainment tidak secara eksplisit menyebutkan alasan di balik keputusan hengkangnya 4 member tersebut, berbagai spekulasi mulai bermunculan di kalangan K-Net dan media K-Pop di Korea Selatan.

Beberapa spekulasi dari K-Net dan media K-Pop yang mungkin berkontribusi pada keputusan hengkangnya Lea, Dita, Jinny, dan Minji antara lain:

– Ketidakjelasan Arah dan Aktivitas Grup: Secret Number debut pada tahun 2020 dan sempat mencuri perhatian dengan konsep mereka yang unik dan keberagaman anggota. Namun, setelah beberapa perilisan lagu, aktivitas grup terasa melambat dan kurang fokus. Beberapa penggemar merasa bahwa Vine Entertainment kurang memberikan dukungan dan promosi yang memadai untuk Secret Number.

– Perbedaan Visi dan Tujuan: Tidak menutup kemungkinan bahwa para anggota memiliki visi dan tujuan karir yang berbeda dengan arah yang ditawarkan oleh Vine Entertainment. Beberapa anggota mungkin ingin mengejar proyek solo, fokus pada akting, atau bahkan mengejar pendidikan mereka.

– Kondisi Kontrak yang Kurang Menguntungkan: Meskipun tidak ada informasi resmi tentang detail kontrak, seringkali kontrak antara agensi hiburan dan artis K-Pop menjadi sumber permasalahan. Kondisi kerja yang berat, pembagian keuntungan yang tidak adil, dan kurangnya kontrol atas karir mereka sendiri dapat menjadi alasan bagi artis untuk tidak memperpanjang kontrak.

– Rumor Internal Grup: Sebelum pengumuman resmi, beberapa rumor tentang ketegangan internal di antara anggota atau masalah dengan staf agensi sempat beredar di kalangan K-Net. Meskipun sulit untuk memvalidasi kebenaran rumor tersebut, hal ini bisa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan member untuk hengkang.

Dampak Terhadap Secret Number dan Masa Depan Grup

Kepergian Lea, Dita, Jinny, dan Minji tentu saja memberikan dampak signifikan terhadap Secret Number. Dengan hanya dua anggota yang tersisa, Soodam dan Zuu, masa depan grup menjadi tidak pasti.

Beberapa opsi yang disarankan dari K-Net dan media K-Pop tentang masa depan Secret Number antara lain:

– Melanjutkan Promosi sebagai Duo: Minji dan Zuu dapat terus berpromosi sebagai Secret Number dengan konsep dan musik yang baru. Namun, hal ini akan membutuhkan penyesuaian yang signifikan dan mungkin akan terasa berbeda bagi para penggemar yang sudah terbiasa dengan formasi awal.

– Merekrut Anggota Baru: Vine Entertainment dapat melakukan audisi dan merekrut anggota baru untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan. Hal ini akan memberikan kesempatan bagi Secret Number untuk terus berkembang dan memperluas basis penggemar mereka. Namun, proses adaptasi dan membangun chemistry dengan anggota baru akan membutuhkan waktu dan usaha.

– Membubarkan Grup: Pilihan yang paling ekstrem adalah membubarkan Secret Number secara permanen. Meskipun ini adalah pilihan yang sulit, Vine Entertainment mungkin merasa bahwa mempertahankan grup dengan hanya dua anggota atau merekrut anggota baru terlalu berisiko atau tidak menguntungkan secara finansial.

Kepergian Lea, Dita, Jinny, dan Minji dari Secret Number merupakan pukulan yang menyakitkan bagi para penggemar dan industri K-Pop secara keseluruhan. Meskipun masa depan Secret Number masih belum pasti, K-Net berharap agar Vine Entertainment dapat membuat keputusan yang terbaik untuk kepentingan grup dan para anggotanya.***

Catat Tanggalnya! Hearts2Hearts Bakal Konser di Indonesia, Siap-siap Lihat Carmen Mudik

JOURNALPOSHearts2Hearts, idol grup K-Pop wanita di bawah naungan agensi SM Entertainment, mengumumkan secara resmi akan menyapa penggemar melalui konser perdana mereka di Indonesia di Lalala Fest 2025.

Pengumuman ini sontak memicu gelombang kegembiraan dan antisipasi yang luar biasa, khususnya bagi penggemar Hearts2Hearts di Indonesia.

Pasalnya, salah satu member Hearts2Hearts, yaitu Carmen merupakan remaja kelahiran Bali, Indonesia yang sukses debut bersama grup idol tersebut.

Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi para penggemar Hearts2Hearts di tanah air! Kerinduan untuk menyaksikan penampilan perdana grup tersebut secara langsung akhirnya akan terobati.

Konser perdana Hearts2Hearts di Lalala Fest 2025 ini dijadwalkan akan berlangsung pada 22-24 Agustus 2025 di Jakarta International Expo (JI Expo) Kemayoran, Jakarta.

Melansir dari situs resmi Lalala Fest, Hearts2Hearts masuk dalam daftar penampil fase kedua dan akan tampil dalam gelaran festival yang juga mendatangkan grup Hip Hop ternama asal Los Angeles, USA, yaitu Black Eyed Peas.

Dengan kapasitas venue yang diperkirakan mencapai 15 ribu hingga 20 ribu, festival ini diprediksi akan menjadi salah satu festival musik terbesar dan paling spektakuler tahun 2025 ini.

Kepastian konser perdana Hearts2Hearts di Indonesia pada tanggal tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak Lalala Fest melalui situs resminya.

Hearts2Hearts adalah idol grup wanita besutan salah satu agensi hiburan terbesar di Korea Selatan SM Entertainment yang beranggotakan delapan member yaitu Carmen, Jiwoo, Juun, Stella, Yuha, A-na, Ian, dan Ye-on.

Agensi ini bertanggung jawab atas kesuksesan luar biasa dari grup-grup ikonik seperti H.O.T., S.E.S., TVXQ, Girls’ Generation (SNDS), SHINee, EXO, Red Velvet, dan NCT, AESPA, dan idol grup terbaru pada 2025 adalah Hearts2Hearts

Perilisan perdana debut Hearts2Hearts dirilis pada 24 Februari 2025 dengan sebuah album single berjudul The Case yang terdiri dari dua title track yaitu 1st single “The Case” dan 2nd single berjudul “Butterflies”,

Single berjudul The Chase merajai di sejumlah tangga lagu di Korea Selatan dan mampu menarik para penggemar K-Pop di seluruh dunia, serta menaikkan saham SM Entertaiment dari 4,5% menjadi sebesar 6,94% usia pengumuman debut perdana Hearts2Hearts.***

Portal Media Masa Kini