Arsip Tag: Kabupaten Blora

Isi Surat Wasiat Kasus Pembuangan Bayi di Cepu Kabupaten Blora Bikin Nyesek Ini Isinya

Isi Surat Wasiat Kasus Pembuangan Bayi di Cepu Kabupaten Blora Bikin Nyesek, Ini Isinya

JOURNALPOS – Kasus pembuangan bayi di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Minggu, 12 Mei 2024 sekira pukul 04.00 WIB menggegerkan warga Kota Cepu.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan berada di kursi panjang depan rumah (Semah) salah satu warga Cepu Kidul RT 02/RW 07, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Ditemukan dalam kondisi sehat, di dekat bayi itu terdapat sebuah surat wasiat tulisan tangan beserta perlengkapan bayi yang ditinggalkan oleh pelaku.

Semah, warga RT 02/RW 07, Cepu Kidul mengaku, awalnya kaget mendengar ada suara bayi di luar rumah menjealng subuh yang dikira kucing.

Setelah melihat keluar ternyata ia (Semah) kaget menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki di kursi teras rumahnya.

“Disini ada suara nangis saya keluar. Pukul 04.00. Lihat itu bayi atau tidak. Kirain kucing, ternyata bayi. Saya lari kerumah pak RT untuk melapor. Habis itu, baru berani pegang bayinya itu,” ucapnya.

“Ditinggalkan lengkap dengan wasiatnya. Ada tas, popok, baju, susu, sarung tangan. Lengkap sama wasiatnya juga,” imbuhnya.

Isi Surat Wasiat Kasus Pembuangan Bayi di Cepu Kabupaten Blora Bikin Nyesek

Sementara dalam surat wasiat itu berbunyi sebagai berikut:
“Hari jumat jam 04.00 subuh, belum ada nama, belum di brokohi, tolong njenengan rawat dan jaga anak baik ini. Saya percaya kalau njenegan bisa menjaga dan mendidik anak ini dengan baik. Anggaplah sebagai anak sendiri. Kalau bisa tolong rawat sendiri. Jangan diadopsi orang lain. Dia anak yang kuat, anak hebat dan semoga jadi anak yang sholeh. Amiin.BB 2,1 Kg. Tolong jangan dipijit, jangan kena kipas angin, susu ½ botol plus ½ sendok susu. Jaga dan rawat anak ini dengan baik ya? Terima masih. Saya percaya sama njenengan”.

Diketahui pelaku pembuangan bayi di Cepu Blora itu merupakan ibu kandung sendiri yang berinisial DK (42).

Hal ini disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Blora AKP Selamet dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 15 Mei 2024.

AKP Selamet mengatakan bahwa DK (42) merupakan warga Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora yang saat ini bekerja di wilayah Kabupaten Jepara.

“Tersangka di tangkap di wilayah Kecamatan Kalinyamatan Jepara, selanjutnya di bawa ke Polres Blora guna proses Hukum lebih lanjut, karena terbukti melakukan Tindak Pidana tersebut kemudian dilakukan Pemeriksaan dan dibuatkan berita acara penangkapan,” ujarnya.

Lebih lanjut, AKP Selamet mengungkapkan bahwa pelaku awalnya hendak melahirkan sendiri bayinya ditempat kost.

Karena tidak bisa melakukan persalinan secara langsung atau madiri, lanjut AKP Selamet, pelaku akhirnya pergi ke puskesmas untuk meminta bantuan.

Setelah melahirkan dan bayi dianggap sehat, AKP Selamet mengatakan, pelaku kemudian pulang ke kostnya di wilayah Mayong, Kabupaten Jepara.

Dari Jepara, lanjut AKP Selamet, bayi tersebut beserta tali pusar dan perlengkapan bayi kemudian dibawa naik travel menuju ke Cepu, Kabupaten Blora oleh ibunya.

“Kemudian pada malam hari itu juga sekitar jam 17.00 si ibu bersama bayi dan perlengkapannya naik travel menuju Cepu. Di Cepu menginap selama dua hari dan akhirnya memutuskan rencana awal akan menitipkan bayi ke kerabatnya yang ada di Cepu tapi karena merasa takut, dan malu dia mengurungkan niat untuk menyerahkan bayi tersebut,” kata AKP Selamet.

AKP Selamet menambahkan, bayi tersebut akhirnya ditinggal di depan teras di bangku rumah warga RT 02/RW 07 Cepu Kidul, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Setelah menitipkan bayinya beserta sebuah surat wasiat, lanjut AKP Selamet, pelaku kemudian kembali ke Jepara untuk melanjutkan pekerjaan di pabrik tas di Mayong Jepara.

“Karena perbuatan si ibu yang menelantarkan bayinya kami jerat pasal 307 jo 305 KUHPdengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,” tutup AKP Selamet.***

Kronologi Kasus Bayi Dibuang di Cepu Kabupaten Blora, dari Jepara Berakhir di Kursi Teras Rumah Warga di Cepu

Kronologi Kasus Bayi Dibuang di Cepu Kabupaten Blora, dari Jepara Berakhir di Kursi Teras Rumah Warga di Cepu

JOURNALPOS – Kasus bayi dibuang di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah berhasil diungkap aparat kepolisian.

Aparat kepolisian gerak cepat mengungkap kasus bayi dibuang di Cepu, Kabupaten Blora yang terjadi pada Minggu, 12 Mei 2024.

Pelaku pembuangan bayi di Cepu, Kabupaten Blora itu berhasil diamankan pihak kepolisian saat berada di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Kasatreskrim Polres Blora AKP Selamet mengungkapkan, pelaku pembuangan bayi di Cepu Blora itu merupakan ibu kandung sendiri yang berinisial DK (42).

Dalam konferensi pers pada Rabu, 15 Mei 2024, AKP Selamet menuturkan bahwa DK (42) merupakan warga Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora yang saat ini bekerja di Kabupaten Jepara.

“Tersangka di tangkap di wilayah Kecamatan Kalinyamatan Jepara, selanjutnya di bawa ke Polres Blora guna proses Hukum lebih lanjut, karena terbukti melakukan Tindak Pidana tersebut kemudian dilakukan Pemeriksaan dan dibuatkan berita acara penangkapan,” ujarnya.

Lebih lanjut, AKP Selamet mengungkapkan, kelahiran bayi berjenis kelamin laki-laki itu terjadi di Kabupaten Jepara.

Kronologi Kasus Bayi Dibuang di Cepu Kabupaten Blora

Pelaku awalnya hendak melahirkan sendiri bayinya ditempat kost. Karena tidak bisa melakukan persalinan secara langsung, pelaku akhirnya pergi ke puskesmas untuk meminta bantuan.

Setelah melahirkan dan bayi dianggap sehat, pelaku kemudian pulang ke kostnya di wilayah Mayong, Kabupaten Jepara.

Dari Jepara, bayi tersebut beserta tali pusar dan perlengkapan bayi kemudian dibawa naik travel menuju ke Cepu, Kabupaten Blora oleh ibunya.

“Kemudian pada malam hari itu juga sekitar jam 17.00 si ibu bersama bayi dan perlengkapannya naik travel menuju Cepu. Di Cepu menginap selama dua hari dan akhirnya memutuskan rencana awal akan menitipkan bayi ke kerabatnya yang ada di Cepu tapi karena merasa takut, dan malu dia mengurungkan niat untuk menyerahkan bayi tersebut,” kata AKP Selamet.

AKP Selamet menambahkan, bahwa yang bersangkutan bekerja disalah satu pabrik tas di Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

“Dari Polsek Cepu bersama dengan Satreskrim Polres Blora melakukan penyelidikan terkait dengan bayi yang diterlantarkan. Selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi akhirnya mengarah kepada seorang ibu yang diduga melahirkan si bayi itu. Dan ternyata benar bahwa ibu itu melahirkan tepatnya di kecamatan Mayong Jepara,” terang AKP Selamet.

Bayi tersebut akhirnya ditinggal di depan teras di bangku rumah warga RT 02/RW 07 Cepu Kidul, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Setelah menitipkan bayinya beserta sebuah surat wasiat, pelaku kemudian kembali ke Jepara untuk melanjutkan pekerjaan.

“Karena perbuatan si ibu yang menelantarkan bayinya kami jerat pasal 307 jo 305 KUHPdengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,” pungkas AKP Selamet.***

Barang bukti kasus pembuangan bayi di Cepu Kabupaten Blora yang diamankan Polisi (dok foto by Bloranews.com).

Ada Surat Wasiat Didalamnya, Kasus Pembuangan Bayi di Cepu Kabupaten Blora Berhasil Diungkap Polisi

JOURNALPOS – Kasus pembuangan bayi di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah akhirnya berhasil diungkap oleh kepolisian.

Polisi akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembuangan bayi di Cepu, Kabupaten Blora yang terjadi pada Minggu, 12 Mei 2024 sekira pukul 04.00 WIB.

Disertai dengan sebuah surat wasiat, kasus pembuangan bayi di Cepu, Kabupaten Blora tersebut berhasil diungkap kepolisian.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu dibuang tepatnya di Cepu Kidul, Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu, Blora, dan pelaku sudah diamankan polisi.

“Pelaku adalah ibu bayi dan ditangkap di Jepara pada hari Selasa siang. Pelaku kelahiran Jombang Jawa Timur, bekerja di sebuah perusahaan di Jepara. Pelaku berinisial Dk (22th) warga Jalan Randublatung No.  22 RT 1 RW 4 Kelurahan Tambakromo Kecamatan Cepu Kabupaten Blora,” ujar Kapolsek Cepu, AKP Agus Priyo Hatmoko.

AKP Agus Priyo Hatmoko menambahkan, kasus ini kini dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blora.

“Perkara kami limpahkan ke PPA Polres Blora,” ujar Kapolsek Cepu saat dikonfirmasi, Rabu (15/5/2024).

Diberitakan sebelumnya, sesosok bayi ditemukan di depan rumah Semah (46) warga Cepu Kidul, Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu, Blora.

Bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan berada di kursi panjang depan rumah warga sekitar pukul 04.00 WIB, Minggu (12/5) dalam kondisi hidup. Di dekat bayi itu terdapat surat tulisan tangan.

Semah, warga RT 02/RW 07, Cepu Kidul mengaku, awalnya ada suara bayi di luar rumah yang dikira kucing.

Setelah melihat keluar ternyata ia kaget menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki di kursi teras rumahnya.

“Disini ada suara nangis saya keluar. Pukul 04.00. Lihat itu bayi atau tidak. Kirain kucing, ternyata bayi. Saya lari kerumah pak RT untuk melapor. Habis itu, baru berani pegang bayinya itu,” terangnya.

Semah mengaku, kondisi bayi baik-baik saja. Ditinggalkan lengkap dengan wasiatnya. Ada tas, popok, baju, susu, sarung tangan. “Lengkap sama wasiatnya juga,” terangnya.

Surat wasiat itu berbunyi:
Hari jumat jam 04.00 subuh, belum ada nama, belum di brokohi, tolong njenengan rawat dan jaga anak baik ini. Saya percaya kalau njenegan bisa menjaga dan mendidik anak ini dengan baik. Anggaplah sebagai anak sendiri. Kalau bisa tolong rawat sendiri. Jangan diadopsi orang lain. Dia anak yang kuat, anak hebat dan semoga jadi anak yang sholeh. Amiin.BB 2,1 Kg. Tolong jangan dipijit, jangan kena kipas angin, susu ½ botol plus ½ sendok susu. Jaga dan rawat anak ini dengan baik ya? Terima masih. Saya percaya sama njenengan.

“Sudah banyak warga RT 02 dan RW 04 yang mau mengadopsi,” tegasnya.

Bayi itu kini dalam perawatan di rumah sakit dr. R Soeprapto Cepu dan dalam kondisi sehat.

Sejumlah orang dikabarkan sangat berniat untuk mengadopsi bayi itu.***

Fantastis SMP Negeri 5 Cepu Gelar Karya Seni di Outdoor Taman Tukbuntung Kota Cepu Dibanjiri Lautan Manusia

FANTASTIS! SMP Negeri 5 Cepu Gelar Karya Seni di Outdoor, Taman Tukbuntung Kota Cepu Dibanjiri Lautan Manusia

JOURNALPOS – Gelar Karya Seni SMP Negeri 5 Cepu yang dihelat di panggung Taman Serbaguna Tukbuntung dipenuhi lautan manusia pada Sabtu 18 Maret 2023.

Ribuan masyarakat dari luar maupun dalam kota berbondong-bondong secara kondusif dan tertib memadati area lapangan Tukbuntung, menikmati Gelar Karya Seni SMP Negeri 5 Cepu tersebut.

Dihelat mulai pukul 16:00 WIB, Gelar Karya Seni SMP Negeri 5 Cepu menampilkan bakat dan kemampuan dari siswa siswi sekolah tersebut yang dibalut dalam kesenian kreatif.

Berbagai macam kesenian kreatif diantaranya Flashmob, seni barong, seni tari, seni gamelan hingga atraksi drum band Gita Patra Kusuma SMP Negeri 5 Cepu dipamerkan secara terbuka kepada masyarakat luas.

Wahyuning Indah Pertiwi, selaku Guru Prakarya SMP Negeri 5 Cepu sekaligus Panitia Pelaksana Gelar Karya Seni mengatakan, potensi dari para peserta didik di lingkungan sekolah tersebut memiliki gaya atau tipe pembelajar dengan kecerdasan kinestetik.

Tipe belajar kinestetik adalah cara seseorang atau siswa mempelajari sesuatu dengan melibatkan gerakan yang membutuhkan praktik disamping membaca buku, agar bakat dan potensi mereka tersalurkan.

Membutuhkan pemahaman untuk membuat strategi, penyusunan dan cara mengembangkan proses pembelajaran kepada para peserta didik yang memiliki kelebihan dalam gaya atau tipe belajar kinestetik tersebut.

“Semoga sekolah kami itu nanti menjadi pusat sekolah menengah pertama yang membidangi seni maupun bidang non akademik lainnya, tanpa meninggalkan prestasi di bidang akademik,” terang Wahyuning.

Ia juga memiliki harapan agar SMP Negeri 5 Cepu dapat menjadi trendsetter bagi sekolah lain dalam menggelar kegiatan serupa yang memiliki dampak manfaat bagi peserta didik, lingkungan sekolah serta masyarakat luas.

Diluar ekspektasinya, Gelar Karya Seni SMP Negeri 5 Cepu menorehkan catatan keberhasilan dan kesuksesan luar biasa dalam kolaborasi antara peserta didik dengan seluruh kinerja civitas akademik di lingkungan sekolah tersebut.

Gelar Karya Seni SMP Negeri 5 Cepu

Gelar karya seni SMP Negeri 5 Cepu dihelat di panggung taman Tukbuntung Kota Cepu, Blora.

Tak hanya berdampak bagi peserta didik dan civitas akademik pada sekolah tersebut, Gelar Karya Seni SMP Negeri 5 Cepu yang dihelat di lapangan Tukbuntung itu juga mampu menumbuhkan perputaran perekonomian bagi masyarakat sekitar, khususnya Kota Cepu, Blora, Jawa Tengah.

“Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya acara ini, khususnya atensi dari masyarakat kota Cepu yang sangat luar biasa,” tutup Wahyuning Indah Pertiwi.

Dibawah kepemimpinan kepala sekolah Suyitno, SMP Negeri 5 Cepu menjadi sekolah pertama dan satu-satunya di kota Cepu pada 2023 ini dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar melalui Gelar Karya Seni Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5.

Pembelajaran Berbasis Proyek atau Project Based Learning merupakan model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media pembelajaran.

Peserta didik dapat melakukan berbagai eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, serta informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar yang selaras dengan tujuan pembelajaran.

Kurikulum Merdeka merupakan alat yang dapat dipergunakan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan di masa depan, serta dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila.

Dalam Kurikulum Merdeka memuat aspek P5 yang memberi ruang bagi peserta didik dalam mengeksplorasi dan mengoptimalkan potensi dan bakat mereka yang perlu dielaborasikan serta layak untuk dikembangkan sehingga peserta didik dapat terbentuk menjadi pribadi utuh.***

Yatim Mandiri Ajarkan Anak Peduli Sesama Melalui Dongeng Edukasi dan Sedekah

JOURNALPOS – Gandeng Kampung Dongeng Bojonegoro (KaDoBo), Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Yatim Mandiri sapa siswa-siswi SD Negeri 5 Cepu melalui Safari Dongeng guna menumbuhkan kepedulian terhadap sesama serta bersedekah kepada anak yatim dan kaum dhuafa pada Sabtu (07/01/2023) sekira pukul 08:00 WIB.

Bertempat di dua ruang kelas SD Negeri 5 Cepu, Wonorejo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, sebanyak 250 siswa-siswi sangat antusias mengikuti dan mendengarkan dengan seksama dongeng yang disampaikan oleh Kak Eki dari Kampung Dongeng Bojonegoro.

Mengusung tajuk “Ayo Semangat Menggapai Cita-cita” Kak Eki dari Kampung Dongeng Bojonegoro berhasil membuat anak-anak terhibur dan tertawa ceria melalui dongeng yang dikemas dengan penuh keseruan dan kelucuan tersebut, namun penuh pesan dan kesan yang mudah ditangkap serta dimengerti oleh anak-anak.

“Tujuannya agar anak-anak lebih semangat menggapai cita-citanya melalui dongeng atau cerita ini, karena dijaman yang serba digital ini banyak sekali pengaruh negatif yg diterima oleh anak-anak, terutama penggunaan smartphone yang berlebihan serta tidak terkontrol oleh orangtua sehingga anak-anak lupa waktu, lupa belajar bahkan lupa cita-citanya. Beberapa platform juga memberikan dampak yang kurang baik untuk anak-anak. Karena rata-rata sangat jarang dijumpai platform yang isinya mengedukasi anak-anak”, terang Eki dari Kampung Dongeng Bojonegoro.

Rony Darmawan selaku ZISCo (Zakat, Infaq, Sedakah Consultan) Yatim Mandiri sektor Cepu menyatakan, Safari Dongeng tersebut merupakan salah satu program nasional dari Yatim Mandiri yang bekerjasama dengan Kampung Dongeng Bojonegoro (KaDoBo) dengan mengusung tema yang berbeda-beda di tiap sekolah-sekolah yang dikunjungi.

“Melalui dongeng kita bisa mengedukasi tentang nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai agama, dan yang lebih intinya adalah mengajar adik-adik untuk memperhatikan atau peduli terhadap teman-temannya yang statusnya adalah yatim atau dhuafa”, ujarnya.

“Safari dongeng dari Kampung Dongeng Bojonegoro itu setiap sekolahan yang kita datangi sifatnya gratis. Pihak sekolahan hanya menyiapkan tempat, hari dan jamnya saja, diluar itu semuanya sudah menjadi tanggung jawab Yatim Mandiri”, imbuh Rony.

“Dengan dongeng, siswa juga diinstruksikan atau diajarkan untuk berinfaq terbaik. Karena biasanya infaq terbaik itu diberikan kepada masyarakat sekitar atau umum, tetapi untuk safari dongeng ini infaq terbaik itu diberikan langsung kepada adik-adik yatim binaan Yatim Mandiri tanpa mengurangi sepeserpun dari infaq terbaik tersebut”, pungkasnya.

Selain dongeng, kegiatan selama satu setengah jam tersebut juga diisi dengan pembagian alqur’an atau wakaf alqur’an yang merupakan titipan dari donatur yang mewakafkan atau berdonasi melalui Program Wakaf Alqur’an Yatim Mandiri untuk kemudian disalurkan kepada anak-anak yatim yang sudah terdata dan terkoordinir dengan baik, juga ada santunan kepada anakbyatim serta sejumlah bingkisanbberupa sosis dan kare produk dari Yatim Mandiri yang diberikan kepada siswa-siswi yatim di sekolah tersebut.

Khairunnisa Azzahra dari kelas 2B merasa senang dan terhibur dengan adanya safari dongeng dari Yatim Mandiri berkolaborasi dengan Kampung Dongeng Bojonegoro (KaDoBo) yang digelar dilingkungan sekolahnya tersebut.

“Senang dan seru, oponeh ceritane itu karo mbanyol (apalagi ceritanya penuh humor). Selain itu dapat alqur’an gratis, juga dapat sosis dan kare, juga dapat amplop (santunan)”, ujarnya penuh keceriaan.

Pada kesempatan yang sama, Eny Sulastri selaku Kepala Sekolah SD Negeri 5 Cepu merespon positif kehadiran Yatim Mandiri dan Kampung Dongeng Bojonegoro dilingkungan sekolahnya tersebut. Dirinya juga berharap program seperti ini bisa akan terus berjalan dan berkelanjutan kembali kedepannya.

“Terimakasih untuk Yatim Mandiri, karena anak-anak sudah mendapatkan suatu ilmu baru, pemahaman baru tentang kepedulian terhadap sesama melalui dongeng-dongeng yang mengedukasi dan anak-anak juga senang sekali dengan adanya kegiatan ini”, ujar Eny.

“Dan saya juga mungkin berharap jika kedepannya bisa bekerjasama kembali dengan Yatim Mandiri supaya bisa terus kesini, mengadakan kegiatan atau program seperti ini”, tandasnya.

Untuk diketahui, Yatim Mandiri merupakan lembaga independen yang berfokus mengangkat harkat sosial kemanusiaan yatim dan dhuafa dengan dana zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf serta dana lainnya yang halal dan legal dari perorangan, kelompok maupun perusahaan atau lembaga.

Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Yatim Mandiri sudah berdiri selama 28 tahun dan hingga saat ini telah memiliki kantor layanan yang tersebar di 58 kota di 15 provinsi di Indonesia.***

Malam Pergantian Tahun Baru di Kota Cepu Dimeriahkan Festival Musik dan Pesta Kembang Api

JOURNALPOS – Forum Musisi Cepu (FMC) dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Blora, serta Dinporabudbar Kabupaten Blora gelar Festival Musik guna memeriahkan malam pergantian tahun baru 2022 ke 2023 di Lapangan serbaguna Taman Tukbuntung Cepu pada Sabtu (31/12/2022).

Band-band senior kota Cepu seperti Kromosome, Tikma 51, Panuntoen, dan Excoustic Band turut meramaikan gelaran festival malam pergantian tahun baru tersebut dengan aksi panggung terbaik mereka yang dipandu master of ceremony (MC) Chintia Aprilia Putri dari Duta Wisata Kabupaten Blora 2022 dan Mas Yetno (Uyik) dari Bojonegoro.

Selain aksi panggung band-band senior kota Cepu, Festival tersebut juga dimeriahkan Kesenian Tradisional Tari Bambang Cakil yang diperagakan oleh Sanggar Wahyu Kencana secara epik dan kolosal serta penuh totalitas memeragakan cerita dari tari yang di bawakan.

Ayirton Lintar Zeta atau biasa disapa Erten, selaku pelaksana yang juga ketua dari Forum Musisi Cepu (FMC) sekaligus drumer dari Panuntoen Band berharap, dengan adanya event ini akan menjadi pemicu atau pendorong teman-teman lain untuk menggelar parade atau festival musik di kota Cepu nantinya.

“Alhamdulillah setelah dua tahun lebih dilanda pandemi, dunia entertainment di kota Cepu sudah mulai membaik. Dengan dukungan pak Bupati dan Pemkab Blora khususnya serta jajaran dari Forkopimcam Cepu dan Polsek Cepu yang telah memberi izin untuk menggelar event di Tukbuntung ini”, ujarnya.

“Dengan adanya event atau festival musik seperti ini bertujuan untuk membangkitkan anak-anak band biar bisa berkembang lagi, khususnya musisi serta anak band di kota Cepu”, tandas Erten.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Blora H. Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, Kapolres Blora AKBP Fahrurozi, Camat Cepu Budiman, Kapolsek Cepu AKP Lilik Eko, Danramil Cepu Kapten Inf Puryanto dan Kabag SDM Kompol Slamet Riyanto, turut hadir meninjau dan menyaksikan jalannya acara bersama-sama berada diatas panggung Taman Tukbuntung Cepu.

Bupati Blora dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme masyarakat kota Cepu yang sangat luar biasa dan menjaga jalannya acara tetap kondusif ditengah hujan gerimis.

“Mari bersama-sama menjaga suasana yang sangat bagus ini dan tetap kondusif untuk bersama-sama Sesarengan Mbangun Blora. Kami akan terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat di kota Cepu ini”, terang Bupati.

“Kami atas nama Pemkab Blora mengucapkan selamat tahun baru 2023. Semoga di tahun 2023 pembangunan khususnya yang ada di kota Cepu akan terus kita tingkatkan”, pungkasnya.

Disela-sela sambutan, Bupati juga menyampaikan perihal wacana untuk pembangunan Kawasan Cepu Raya yang akan mulai direncanakan pada tahun 2023 oleh pemerintah Kabupaten Blora.

Festival musik malam pergantian tahun baru 2022 yang juga menjadi akhir atau sebagai penutup dari serangkaian Hari Jadi Kabupaten Blora ke 273 dipenghujung tahun 2022 ini berjalan sangat kondusif dan penuh kemeriahan serta kemegahan pesta kembang api, dengan total kurang lebih 700 kembang api yang dinyalakan tepat pukul 00.00 WIB di akhir tahun 2022 di kota Cepu.***

Bupati Blora Diminta Dorong Pembangunan Kawasan Cepu Raya Saat Temui Mensesneg

JOURNALPOS – Lobi lobi ke Pemerintah Pusat terus dilakukan Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., untuk mendapatkan dukungan percepatan pembangunan daerah.

Bupati Blora yang akrab disapa Mas Arief ini sowan ke Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prof. Dr. Pratikno, M.Soc, Sc, bersama Gus Miftah.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (31/12/2022), Mas Arief mengaku bahwa pertemuannya dengan Mensesneg dan Gus Miftah itu terjadi Jumat sore (30/12/2022) kemarin di Jakarta.

“Alhamdulillah kemarin sore berkesempatan diskusi bersama Pak Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno dan Gus Miftah. Kita dapat ilmu, wawasan, pencerahan, tentang pembangunan banyak hal. Salah satunya ide Prof Pratikno tentang Pembangunan Kawasan Cepu Raya, sinergi Dolokgede Bojonegoro dengan Cepu Blora, yang sangat briliant dan menarik sekali untuk ditindaklanjuti demi percepatan pembangunan kawasan perbatasan Jateng – Jatim,” ungkap Mas Arief.

Selain gagasan tersebut, pihaknya juga menyampaikan bahwa mereka bertiga juga sempat membahas kelanjutan tahapan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang akan membendung Sungai Bengawan Solo di perbatasan Mendenrejo Blora dengan Ngelo Bojonegoro.

” Ya termasuk membahas kelanjutan tahapan pembangunan bendung gerak Karangnongko yang akan tetap dilanjutkan tahapannya. Serta perjuangan pembangunan Jalan Randublatung ke Getas sampe perbatasan Ngawi kawasan KHDTK UGM agar dapat dukungan dari Pemerintah Pusat. Semoga berhasil. Mohon doa nya dari warga masyarakat Blora,” lanjut Bupati.

Untuk diketahui pembangunan Bendung Karangnongko sudah lama direncanakan Pemerintah Pusat. Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., bersama Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Muawanah pun sudah pernah meninjau bersama bakal lokasi pembangunannya tahun lalu.

Bendung Karangnongko ini nantinya akan bermanfaat untuk pengendali banjir wilayah hilir dan untuk irigasi pertanian di 3 Kabupaten yakni Blora, Bojonegoro dan Ngawi.

Sedangkan pembangunan jalan tembus Randublatung – Getas hingga Ngawi yang melintasi kawasan KHDTK Getas UGM Yogyakarta juga terus Mas Arief upayakan agar dapat dibantu Pusat.

Pasalnya saat ini kondisinya rusak parah. Jika dapat dibangun sinergi dengan pemerintah pusat, jalan ini akan menjadi akses pertumbuhan ekonomi di Blora bagian Selatan yang saat ini menjadi kantong kemiskinan.***

Diguyur Hujan Deras, Kota Cepu Blora Terendam Banjir Setinggi 1 Meter Lebih

JOURNALPOS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah membuat sebagian tempat di kota ini dikepung banjir.

Pada Rabu, 19 Oktober 2022 malam, banjir terjadi di kawasan Kota Cepu dengan ketinggian air mulai 30 Cm sampai 100 Cm lebih.

Akibat diguyur hujan deras, jalur utama aktivitas warga di Kota Cepu diterjang banjir dengan arus air yang cukup deras.

Di antara jalur utama itu yakni meliputi jalur provinsi turut Kelurahan Tambakromo, Jalur Provinsi turut Desa Mulyorejo, Kawasan Taman Seribu lampu, Kawasan Tukbuntung Kelurahan Tambakromo, Jalan Ngareng, Jalan Sorogo, Jalan Pemuda, dan sejumlah titik lain.

Sejumlah kendaraan yang melewati tengah Kota Cepu harus mencari jalan alternatif lain untuk mencapai tujuan, terutama kendaraan dari arah Blora maupun menuju arah Blora.

Warga Cepu, Hartono mengatakan hujan deras terjadi sejak pukul 16.30 WIB sampai menjelang salat Isak mengakibatkan banjir bandang cukup parah.

“Pertigaan Turibang, dekat pintu besar migas, taman, lokasi hotel Arra, lingkungan Kandangdoro, Jalan Pemuda dan Kawasan Pasar Mulyorejo,” ujarnya yang juga mengirim video lokasi banjir.

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat BPBD Blora, Agung Triyono, dalam pesan suaranya menyampaikan beberapa titik di Kota Cepu dikepung banjir.

“Di Jalan Provinsi Desa Mulyorejo ketinggian air mencapai 30 Cm sampai 50 Cm, arus deras. Taman seribu lampu ketinggian air 50 Cm, arus deras. Jalan Ngareng ketinggian air 50 Cm,” ujarnya.

Agung menambahkan, Tukbuntung, Gang Swadaya Balun juga terkena banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter lebih.

Ia menyampaikan bahwa saat ini tim BPBD dan tim relawan lainnya masih melakukan pemantauan dan Assesmen wilayah terdampak banjir.***

MANTUL! Atraksi Barongsai Meriahkan HUT Ke-97 Yayasan Yohanes Gabriel Cepu

JOURNALPOS – HUT ke-97 Yayasan Yohanes Gabriel Cepu dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, salah satunya atraksi Barongsai.

Atraksi Barongsai tersebut tampil sangat menawan memeriahkan dies natalis atau HUT ke-97 Yayasan Yohanes Gabriel Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Memperingati HUT Yayasan Yohanes Gabriel Cepu yang ke-97 sekaligus Gereja Katholik St. Willibrordus yang ke-90, berbagai kegiatan digelar.

Kegiatan dalam rangka memperingati HUT tersebut diantaranya yakni kegiatan sosial, jalan sehat, hiburan, atraksi Barongsai hingga bazar UMKM yang di helat pada Minggu, 16 Oktober 2022.

Acara diawali dengan jalan sehat yang diiringi penampilan drumband  dan di ikuti oleh seluruh keluarga besar dari yayasan Yohanes Gabriel Cepu.

Dengan rute awal jalan sehat di lapangan basket SD Katholik Cepu menuju Tugu 20 Mei – Ketapang – Pasar Buah – Klenteng Ngareng – kemudian jalur perempatan pemuda – Jalan Diponegoro – Tugu 20 Mei belok kanan, dan berakhir kembali di lapangan basket SD Katholik Cepu sebagai finishnya.

Ketua Panitia HUT tersebut, F. Ganiwanto menuturkan bahwa pada event Dies Natalis ini tak hanya dimeriahkan oleh atraksi Barongsai Cepu, namun juga berbagai hadiah menarik akan disuguhkan kepada para peserta dan juga penonton umum.

“Total ada 150 hadiah hiburan dan 25 hadiah utama dengan rincian 3 sepeda seharga 2 jutaan perbuah, 2 emas murni seharga satu jutaan perbuah, 3 kompor gas, kulkas dan mesin cuci untuk hadiah utama, dan sisanya souvenir atau hadiah hiburan,” ujar Gani.

“Tiket jalan sehat atau jalan santai yang dijual dengan harga dua ribu rupiah perlembar, dengan  jumlah kupon 3500 sudah habis terjual sebelum acara di mulai,” imbuhnya.

“Selain jalan sehat, penampilan drumband, hiburan musik dan band serta atraksi barongsai, kami juga menggelar bazar UMKM di lingkungan kami yang diikuti oleh 23 pelaku UMKM dari yayasan kami yang menyajikan aneka jenis makanan dan minuman serta hasil tanaman kebun,” sambungnya.

Acara yang dikhususkan untuk kalangan keluarga yayasan ini sangat meriah, namun masyarakat umum juga bisa ikut menikmati hiburan  yang di suguhkan dan juga berkeliling area UMKM untuk mencoba menu yang di tawarkan di stand tersebut.

“Sedangkan puncak acara dari keseluruhan dalam rangka memperingati ulang tahun yayasan dan gereja ini akan digelar pada Minggu depan 23 Oktober 2022, dengan berbagai bazar UMKM, kegiatan sosial dan hiburan atau Panggung Gembira,” tutup Gani.***

Jaga Kekayaan Budaya, Pemdes Jipang Kembali Gelar Festival Budaya Grebeg Suro Desa Jipang

JOURNALPOS – Pemerintah Desa atau Pemdes Jipang, Kecamatan Cepu, Blora kembali menggelar festival budaya Grebeg Suro Desa Jipang yang bertepatan dengan peringatan HUT kemerdekaan RI ke-77.

Dalam upaya mempertahankan dan menjaga kearifan lokal budaya di tengah arus modernisasi kehidupan, Pemerintah Desa atau Pemdes Jipang kembali menggelar festival budaya Grebeg Suro Desa Jipang.

Festival budaya Grebeg Suro Desa Jipang ini dilaksanakan sepanjang 2 hari berturut-turut dimulai dari tanggal 27 Agustus hingga 28 Agustus 2022.

Serangkaian acara seperti pagelaran seni dan budaya, upacara adat, jamas pusaka, kirab budaya, karnaval serta bazar UMKM disuguhkan selama Grebeg Suro di Desa Jipang berlangsung.

Festival budaya ini membuat antusias masyarakat Desa Jipang maupun luar desa tidak ingin melewatkan momen kemeriahan serta keunikan memaknai tradisi yang penuh nilai seni dan budaya ini.

Pada hari pertama Grebeg Suro Desa Jipang, serangkaian kegiatan seperti Lamporan, Ritual Kidung Sembogo Wiro Jogo, Jamas Pusaka, Pagelaran Seni dan Kirab Pusaka serta prosesi-prosesi adat lainnya yang dilaksanakan pada malam hari meramaikan suasana malam yang dimulai sekira pukul 20:00 WIB hingga prosesi akhir pada pukul 24:00 WIB.

Kemudian pada puncak acara, masyarakat dan para peserta kirab berjalan keliling desa yang di mulai dari kediaman Kepala Desa/Lurah Jipang (Ngadi) menuju Makam Gedong Ageng, sambil membawa obor dan tanpa berbicara sepatah kata selama prosesi berlangsung.

Sisi unik Grebeg Suro Desa Jipang yakni di sepanjang jalan di Desa Jipang, nyala api obor (lampu tradisional yang terbuat dari bambu dan di isi dengan minyak tanah dengan sumbu dari kain) menggantikan nyala lampu modern atau listrik di malam hari, serta di iringi kekompakan warga Desa Jipang dalam melakukan kegiatan rondan (patroli berjaga keliling desa).

Sesi Jamas Pusaka (membersihkan benda pusaka warisan leluhur dengan cara mencuci atau memandikan menggunakan air kembang untuk membuat harum serta mengkilap) yang di lakukan oleh para sesepuh serta orang-orang terpilih dari Kadipaten Jipang menjadi prosesi yang paling menarik penuh makna tinggi bagi masyarakat.

Membersihkan benda pusaka ini sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur-leluhur serta menjaga kelestarian dan membangkitkan tradisi budaya di desa tersebut.

Pada pelaksanaan hari kedua Grebeg Suro Desa Jipang, dua gunungan hasil bumi (berisi berbagai macam buah-buahan hasil panen) dan beberapa nasi tumpeng di arak dari kediaman Kepala Desa Jipang menuju balai desa yang terletak di depan Makam Gedong Ageng, Makam Keramat Desa setempat mulai pukul 09:00 WIB hingga pukul 12:00 WIB.

Dua gunungan hasil bumi tersebut diarak dibarengi dengan rombongan peserta kirab yang mengenakan berbagai macam busana adat jawa, keraton, busana muslim, busana modern dan kostum karnival serta karnaval.

Perayaan membawa gunungan tersebut memiliki makna yakni sebagai perwujudan bentuk rasa syukur atas nikmat dari hasil bumi yang di peroleh masyarakat Desa Jipang.

Kemudian pada puncaknya di depan Makam Gedong Ageng, dua gunungan hasil bumi serta beberapa nasi tumpeng tersebut menjadi rebutan masyarakat Desa Jipang dan sekitarnya.

Tak hanya warga Desa Jipang, namun, masyarakat dari luar desa hingga luar Kecamatan Cepu juga ikut meramaikan serta menikmati suasana kemeriahan tradisi budaya yang di gelar pada bulan suro setiap tahunnya ini.

Untuk diketahui, Grebeg Suro Desa Jipang ini digelar tiap tanggal 14 dan 15 bulan Suro menurut tradisi adat jawa atau hitungan pada kalender jawa.

Prosesi-prosesi adat, ritual, kirab pusaka, pagelaran seni dan budaya, pertunjukan tari serta bazar UMKM, menjadi rangkaian keramaian dalam festival budaya Grebeg Suro Desa Jipang yang di suguhkan sepanjang dua hari dua malam tersebut tak hanya sekedar tradisi dan perayaan.

Dalam tradisi budaya Grebeg Suro Desa Jipang banyak mengandung makna mendalam seperti unsur kegotong royongan dan kebersamaan.

Dari sisi modernisasi tradisi ini memiliki tujuan yakni agar Desa Jipang atau festival budaya Grebeg Suro Desa Jipang ini menjadi tujuan dari destinasi wisata kebanggaan milik masyarakat Jipang khususnya.

Sementara itu, Karniva Agustina mewakili RT 07 RW 02 Desa Jipang yang mendapat juara Harapan 1 lomba nasi tumpeng mengatakan dirinya merasa bangga dan senang bisa turut andil dalam pagelaran tersebut.

“selain memeriahkan suasana Grebeg Suro, juga tentunya untuk menghargai dan menjaga tradisi budaya yang telah berjalan bagi generasi milenial seperti saya khususnya sebagai warisan budaya yang patut dilestarikan,” ucap Karniva.

“Sejauh ini Desa Jipang cukup sukses membuat masyarakat bergotong royong meramaikan dan saling membantu melancarkan jalannya kegiatan ini. Semoga kedepan makin meriah dan makin jaya untuk Desa Jipang,” imbuh Karniva.

Karniva menambahkan bahwa dirinya menghabiskan biaya untuk kostum dan makeup sebesar 1,5 juta pada ajang Grebeg Suro Desa Jipang ini.

Grebeg Suro Desa Jipang yang dilaksanakan sepanjang dua hari penuh ini merupakan inisiatif dari masyarakat dan sesepuh desa setempat, dengan melibatkan pegiat budaya, Forkompincam serta di bantu oleh seluruh lapisan masyarakat dari wilayah Kecamatan Cepu.

Selain untuk menjaga kekayaan budaya dan tradisi leluhur, Grebeg Suro Desa Jipang memiliki potensi membangkitkan ekonomi Desa Jipang khususnya dengan adanya kirab budaya yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dari Kota Cepu maupun yang berada dari luar daerah sebagai hiburan dan wisata budaya.

Kepala Desa Jipang, Ngadi mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir kegiatan kirab budaya Grebeg Suro Desa Jipang sempat ditiadakan karena pandemi.

“Untuk di masa pandemi kita laksanakan hanya kegiatan ritual,” ungkap Ngadi.

Meski hanya ditopang melalui anggaran desa, Ngadi berharap pada tahun mendatang pihaknya bisa melaksakan kegiatan Grebeg Suro Desa Jipang yang lebih besar dan menarik sebagai destinasi wisata budaya.

“Kedepan kami ingin menata UMKM di desa agar menjadi daya tarik untuk promo wisata religi yang ada di Makam Gedong Ageng,” tandas Ngadi.***

MEMBLUDAK! Karnaval Cepu Kembali Digelar Tahun Ini, Jalanan Kota Cepu Dipenuhi Lautan Manusia

JOURNALPOS – Karnaval Cepu, Kabupaten Blora kembali digelar pada tahun 2022 ini setelah beberapa tahun vakum karena pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh dunia.

Guna menyemarakkan dan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-77 atau tahun 2022, Karnaval Cepu, Kabupaten Blora kembali digelar.

Karnaval Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini dilaksanakan dengan rentang waktu 2 hari yakni pada Senin, 22 dan Rabu, 23 Agustus 2022.

Untuk Lomba Karnaval tingkat TK, SD, dan SMP sederajat digelar pada hari Senin, 22 agustus 2022, sedangkan Karnaval tingkat SMA dan Umum digelar Rabu, 24 agustus 2022.

Berbagai tari kreasi tradisional maupun modern hingga pakaian adat nusantara dan kostum karnival serta atraksi drumband dan barongan maupun barongsai, menjadi daya tarik ribuan masyarakat Cepu dan sekitarnya yang turut hadir menyaksikan jalannya acara Karnaval Cepu tersebut.

Antusias terlihat dari padatnya masyarakat yang berbondong-bondong memenuhi area di sepanjang jalan rute Karnaval Cepu yang dimulai dari Taman Tukbuntung (start) hingga di depan SMA Negeri 1 Cepu (finish).

Pada hari pertama, karnaval tingkat TK, SD, dan SMP sederajat dimulai pada pukul 09:00 WIB, para peserta maupun masyarakat sangat menikmati meriahnya pesta Karnaval Cepu hingga usai jelang pukul 17:00 WIB.

Selanjutnya pada hari kedua, karnaval tingkat SMA, SMK dan Umum dimulai pada pukul 13:00 WIB hingga usai jelang pukul 18:30 WIB.

Rute yang dilalui pun cukup panjang untuk peserta karnaval yakni dimulai dari Taman Tukbuntung, kemudian menuju panggung kehormatan di depan Kantor Camat – Jl. Diponegoro – Jl. Stasiun Kota, Ngareng – Pasar Buah – Plaza Cepu – Ketapang – Tugu 20 Mei – dan finish di depan SMAN 1 Cepu.

Pada Karnaval Cepu tersebut, sejumlah peserta menampilkan berbagai potensi pembangunan dan seni budaya daerah dari seluruh wilayah Indonesia dengan sangat atraktif.

Peserta menampilkan pakaian adat Batak, Bali, Papua, Jawa, dan lainnya serta kemeriahan drumband, hingga ratusan kostum karnival yang diperagakan bak model profesional pada Karnaval Cepu tersebut.

Bupati Blora H. Arief Rohman bersama Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati juga turut hadir secara langsung di panggung kehormatan yang berada di depan kantor Kecamatan Cepu untuk melepas peserta Karnaval serta menyaksikan beragam atraksi yang ditampilkan hingga usai jelang sore hari sekira pukul 17:00 WIB.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Cepu atas semangatnya yang luar biasa dalam menyelenggarakan karnaval memperingati kemerdekaan RI ini.

“Bagus bagus, kreatif, top…!! Melalui karnaval seperti ini, menjadi ajang unjuk kreativitas anak anak. Sekaligus menanamkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air. Tidak lupa dengan adat budaya sendiri,” ucap Bupati.

Sementara itu, mewakili dari pihak panitia penyelenggara HUT RI 77 Kecamatan Cepu, Sekretaris Seksi Karnaval Cepu, Moedjiyono menyampaikan bahwa peserta karnaval pada hari Senin terdiri dari 5 drumband TK, 86 kendaraan hias TK, 4 SD, dan 6 SMP. Sedangkan untuk kategori SMA, SMK, dan Umum berjumlah 24 peserta dengan rincian 4 kategori SMA dan SMK, 20 kategori Umum.

Moedjiyono yang akrab disapa Anton Moedji menambahkan, meskipun jumlah peserta tak sebanyak beberapa tahun lalu, namun lautan manusia membludak memenuhi di sepanjang jalan yang dilewati peserta karnaval.

Salah satu penonton dari wilayah Kabupaten Ngawi saat ditemui awak media mengungkapkan kegembiraannya dapat merasakan momen kemeriahan HUT kemedekaan RI di Kota Cepu ini.

“Sangat meriah dan menghibur, acara seperti ini sudah lama di tunggu-tunggu. Bahkan saya datang kesini mulai pagi-pagi banget biar kebagian tempat buat nonton, kalau gak gitu gak bakal bisa lewat soalnya tempat buat nonton pasti penuh sesak,” ujar Kiki Qhoirotul, warga dari Watujago, Ngawi, Jawa Timur.

“Saya infonya dapat dari sosial media di facebook, kalau tanggal ini di cepu bakal ada karnaval. Selain buat berfoto ria sama peserta kostum karnival juga tentunya,” tambahnya kepada awak media.

Momen ini pun banyak dimanfaatkan oleh para konten kreator video atau YouTubers untuk mengabadikan keseruan karnaval di Cepu tahun ini salah satunya Nila Febrianti, YouTubers dari Kedungtuban.

“Antusias peserta tak seramai tahun sebelumnya, tapi antusias masyarakatnya paling ramai dan berjubel ditahun ini. Bisa dibilang, karnaval termeriah dan terpadat sepanjang sejarah karnaval cepu,” kata Nila.

“Tujuannya sih cari konten buat nambah dan naikin trafik channel YouTube, selain nonton dan juga foto-foto sama peserta,” sambung Nila.

Menurutnya, melalui event yang melibatkan banyak masyarakat seperti karnaval bisa ikut mendorong jalannya ekonomi menengah ke bawah yaitu dengan banyaknya yang jualan makanan, minuman, bahkan jasa parkir.

Tak hanya berdampak bagi masyarakat, peserta maupun pihak penyelenggara serta konten kreator YouTube yang dapat menikmati kemeriahan karnaval tersebut.

Dari sektor ekonomi, para pedagang makanan dan minuman pun tak luput mendulang rezeki imbas dari perayaan karnaval di Cepu pada tahun ini.

Seperti yang kita ketahui selama kurang lebih 2 tahun kebelakang berbagai kegiatan tak terkecuali karnaval maupun peringatan HUT Kemerdekaan ditiadakan mengingat pandemi Covid-19 yang tengah melanda seluruh dunia.

Pada HUT Kemerdekaan RI tahun ini mengambil tema Bangkit Lebih Cepat dan Pulih Lebih Kuat, sesuai dengan situasi dan kondisi negara tercinta ini agar seluruh sektor dapat bangkit dan pulih bersama secara berkesinambungan demi kemajuan dan kemakmuran bangsa tercinta.***

Dukung Gerakan Pemasangan 10 Juta Bendera Merah Putih, Bupati Blora Bagi-bagi Bendera

JOURNALPOS – Dalam rangka mendukung gerakan pemasangan 10 Juta bendera merah putih untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-77, Bupati Blora H. Arief Rohman bagi-bagi bendera merah putih kepada masyarakat Blora saat Car Free Day, di Alun-Alun Blora, Minggu (31/7/2022).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Blora Arief Rohman mengajak masyarakat Blora untuk mengibarkan bendera merah putih dalam rangka memperingati HUT Kemerdekan Republik Indonesia ke-77.

“Hari ini kita mencanangkan pemasangan bendera merah putih ya, mulai satu Agustus,” ungkap Bupati Arief.

Selain masyarakat, Bupati  Blora juga menghimbau agar seluruh instansi yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora untuk mengibarkan bendera merah putih.

“Seluruh instansi, seluruh sekolah juga kami himbau untuk mengibarkan bendera merah putih,” tegas Bupati.

Diharapkan, dengan mengibarkan bendera merah putih tersebut dapat mengingatkan perjuangan-perjuangan dalam meraih kemerdekaan Bangsa ini sekaligus agar dapat meningkatkan rasa kecintaan pada tanah air Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pencanangan dengan pemasangan bendera merah putih di sekeliling Alun-Alun Blora itu dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Blora, Forkopimda, Ketua PKK, dan berbagai pihak lainnya turut melakukan.

Agus (26),  salah satu pengunjung Car Free Day, menyambut baik ajakan Bupati untuk mengibarkan bendera merah putih dalam rangka memperingati HUT ke 77 Kemerdekan Republik Indonesia.

“Tentu, saya pasti memasang bendera merah putih bulan Agustus, saya kibarkan di halaman depan rumah saya,” ucapnya.

Acara pencanangan sekaligus penyerahan bendera merah putih dihadiri oleh Kapolres Blora, Ketua PN Blora, perwakilan Forkopimda, Sekda Blora, Ketua TP PKK, Kepala OPD, Forum Anak, Genre, Pramuka, dan berbagai pihak lainnya.***