Arsip Tag: Kota Cepu

Isi Surat Wasiat Kasus Pembuangan Bayi di Cepu Kabupaten Blora Bikin Nyesek Ini Isinya

Isi Surat Wasiat Kasus Pembuangan Bayi di Cepu Kabupaten Blora Bikin Nyesek, Ini Isinya

JOURNALPOS – Kasus pembuangan bayi di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Minggu, 12 Mei 2024 sekira pukul 04.00 WIB menggegerkan warga Kota Cepu.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan berada di kursi panjang depan rumah (Semah) salah satu warga Cepu Kidul RT 02/RW 07, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Ditemukan dalam kondisi sehat, di dekat bayi itu terdapat sebuah surat wasiat tulisan tangan beserta perlengkapan bayi yang ditinggalkan oleh pelaku.

Semah, warga RT 02/RW 07, Cepu Kidul mengaku, awalnya kaget mendengar ada suara bayi di luar rumah menjealng subuh yang dikira kucing.

Setelah melihat keluar ternyata ia (Semah) kaget menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki di kursi teras rumahnya.

“Disini ada suara nangis saya keluar. Pukul 04.00. Lihat itu bayi atau tidak. Kirain kucing, ternyata bayi. Saya lari kerumah pak RT untuk melapor. Habis itu, baru berani pegang bayinya itu,” ucapnya.

“Ditinggalkan lengkap dengan wasiatnya. Ada tas, popok, baju, susu, sarung tangan. Lengkap sama wasiatnya juga,” imbuhnya.

Isi Surat Wasiat Kasus Pembuangan Bayi di Cepu Kabupaten Blora Bikin Nyesek

Sementara dalam surat wasiat itu berbunyi sebagai berikut:
“Hari jumat jam 04.00 subuh, belum ada nama, belum di brokohi, tolong njenengan rawat dan jaga anak baik ini. Saya percaya kalau njenegan bisa menjaga dan mendidik anak ini dengan baik. Anggaplah sebagai anak sendiri. Kalau bisa tolong rawat sendiri. Jangan diadopsi orang lain. Dia anak yang kuat, anak hebat dan semoga jadi anak yang sholeh. Amiin.BB 2,1 Kg. Tolong jangan dipijit, jangan kena kipas angin, susu ½ botol plus ½ sendok susu. Jaga dan rawat anak ini dengan baik ya? Terima masih. Saya percaya sama njenengan”.

Diketahui pelaku pembuangan bayi di Cepu Blora itu merupakan ibu kandung sendiri yang berinisial DK (42).

Hal ini disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Blora AKP Selamet dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 15 Mei 2024.

AKP Selamet mengatakan bahwa DK (42) merupakan warga Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora yang saat ini bekerja di wilayah Kabupaten Jepara.

“Tersangka di tangkap di wilayah Kecamatan Kalinyamatan Jepara, selanjutnya di bawa ke Polres Blora guna proses Hukum lebih lanjut, karena terbukti melakukan Tindak Pidana tersebut kemudian dilakukan Pemeriksaan dan dibuatkan berita acara penangkapan,” ujarnya.

Lebih lanjut, AKP Selamet mengungkapkan bahwa pelaku awalnya hendak melahirkan sendiri bayinya ditempat kost.

Karena tidak bisa melakukan persalinan secara langsung atau madiri, lanjut AKP Selamet, pelaku akhirnya pergi ke puskesmas untuk meminta bantuan.

Setelah melahirkan dan bayi dianggap sehat, AKP Selamet mengatakan, pelaku kemudian pulang ke kostnya di wilayah Mayong, Kabupaten Jepara.

Dari Jepara, lanjut AKP Selamet, bayi tersebut beserta tali pusar dan perlengkapan bayi kemudian dibawa naik travel menuju ke Cepu, Kabupaten Blora oleh ibunya.

“Kemudian pada malam hari itu juga sekitar jam 17.00 si ibu bersama bayi dan perlengkapannya naik travel menuju Cepu. Di Cepu menginap selama dua hari dan akhirnya memutuskan rencana awal akan menitipkan bayi ke kerabatnya yang ada di Cepu tapi karena merasa takut, dan malu dia mengurungkan niat untuk menyerahkan bayi tersebut,” kata AKP Selamet.

AKP Selamet menambahkan, bayi tersebut akhirnya ditinggal di depan teras di bangku rumah warga RT 02/RW 07 Cepu Kidul, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Setelah menitipkan bayinya beserta sebuah surat wasiat, lanjut AKP Selamet, pelaku kemudian kembali ke Jepara untuk melanjutkan pekerjaan di pabrik tas di Mayong Jepara.

“Karena perbuatan si ibu yang menelantarkan bayinya kami jerat pasal 307 jo 305 KUHPdengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,” tutup AKP Selamet.***

Fantastis SMP Negeri 5 Cepu Gelar Karya Seni di Outdoor Taman Tukbuntung Kota Cepu Dibanjiri Lautan Manusia

FANTASTIS! SMP Negeri 5 Cepu Gelar Karya Seni di Outdoor, Taman Tukbuntung Kota Cepu Dibanjiri Lautan Manusia

JOURNALPOS – Gelar Karya Seni SMP Negeri 5 Cepu yang dihelat di panggung Taman Serbaguna Tukbuntung dipenuhi lautan manusia pada Sabtu 18 Maret 2023.

Ribuan masyarakat dari luar maupun dalam kota berbondong-bondong secara kondusif dan tertib memadati area lapangan Tukbuntung, menikmati Gelar Karya Seni SMP Negeri 5 Cepu tersebut.

Dihelat mulai pukul 16:00 WIB, Gelar Karya Seni SMP Negeri 5 Cepu menampilkan bakat dan kemampuan dari siswa siswi sekolah tersebut yang dibalut dalam kesenian kreatif.

Berbagai macam kesenian kreatif diantaranya Flashmob, seni barong, seni tari, seni gamelan hingga atraksi drum band Gita Patra Kusuma SMP Negeri 5 Cepu dipamerkan secara terbuka kepada masyarakat luas.

Wahyuning Indah Pertiwi, selaku Guru Prakarya SMP Negeri 5 Cepu sekaligus Panitia Pelaksana Gelar Karya Seni mengatakan, potensi dari para peserta didik di lingkungan sekolah tersebut memiliki gaya atau tipe pembelajar dengan kecerdasan kinestetik.

Tipe belajar kinestetik adalah cara seseorang atau siswa mempelajari sesuatu dengan melibatkan gerakan yang membutuhkan praktik disamping membaca buku, agar bakat dan potensi mereka tersalurkan.

Membutuhkan pemahaman untuk membuat strategi, penyusunan dan cara mengembangkan proses pembelajaran kepada para peserta didik yang memiliki kelebihan dalam gaya atau tipe belajar kinestetik tersebut.

“Semoga sekolah kami itu nanti menjadi pusat sekolah menengah pertama yang membidangi seni maupun bidang non akademik lainnya, tanpa meninggalkan prestasi di bidang akademik,” terang Wahyuning.

Ia juga memiliki harapan agar SMP Negeri 5 Cepu dapat menjadi trendsetter bagi sekolah lain dalam menggelar kegiatan serupa yang memiliki dampak manfaat bagi peserta didik, lingkungan sekolah serta masyarakat luas.

Diluar ekspektasinya, Gelar Karya Seni SMP Negeri 5 Cepu menorehkan catatan keberhasilan dan kesuksesan luar biasa dalam kolaborasi antara peserta didik dengan seluruh kinerja civitas akademik di lingkungan sekolah tersebut.

Gelar Karya Seni SMP Negeri 5 Cepu

Gelar karya seni SMP Negeri 5 Cepu dihelat di panggung taman Tukbuntung Kota Cepu, Blora.

Tak hanya berdampak bagi peserta didik dan civitas akademik pada sekolah tersebut, Gelar Karya Seni SMP Negeri 5 Cepu yang dihelat di lapangan Tukbuntung itu juga mampu menumbuhkan perputaran perekonomian bagi masyarakat sekitar, khususnya Kota Cepu, Blora, Jawa Tengah.

“Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya acara ini, khususnya atensi dari masyarakat kota Cepu yang sangat luar biasa,” tutup Wahyuning Indah Pertiwi.

Dibawah kepemimpinan kepala sekolah Suyitno, SMP Negeri 5 Cepu menjadi sekolah pertama dan satu-satunya di kota Cepu pada 2023 ini dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar melalui Gelar Karya Seni Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5.

Pembelajaran Berbasis Proyek atau Project Based Learning merupakan model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media pembelajaran.

Peserta didik dapat melakukan berbagai eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, serta informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar yang selaras dengan tujuan pembelajaran.

Kurikulum Merdeka merupakan alat yang dapat dipergunakan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan di masa depan, serta dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila.

Dalam Kurikulum Merdeka memuat aspek P5 yang memberi ruang bagi peserta didik dalam mengeksplorasi dan mengoptimalkan potensi dan bakat mereka yang perlu dielaborasikan serta layak untuk dikembangkan sehingga peserta didik dapat terbentuk menjadi pribadi utuh.***

Yatim Mandiri Ajarkan Anak Peduli Sesama Melalui Dongeng Edukasi dan Sedekah

JOURNALPOS – Gandeng Kampung Dongeng Bojonegoro (KaDoBo), Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Yatim Mandiri sapa siswa-siswi SD Negeri 5 Cepu melalui Safari Dongeng guna menumbuhkan kepedulian terhadap sesama serta bersedekah kepada anak yatim dan kaum dhuafa pada Sabtu (07/01/2023) sekira pukul 08:00 WIB.

Bertempat di dua ruang kelas SD Negeri 5 Cepu, Wonorejo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, sebanyak 250 siswa-siswi sangat antusias mengikuti dan mendengarkan dengan seksama dongeng yang disampaikan oleh Kak Eki dari Kampung Dongeng Bojonegoro.

Mengusung tajuk “Ayo Semangat Menggapai Cita-cita” Kak Eki dari Kampung Dongeng Bojonegoro berhasil membuat anak-anak terhibur dan tertawa ceria melalui dongeng yang dikemas dengan penuh keseruan dan kelucuan tersebut, namun penuh pesan dan kesan yang mudah ditangkap serta dimengerti oleh anak-anak.

“Tujuannya agar anak-anak lebih semangat menggapai cita-citanya melalui dongeng atau cerita ini, karena dijaman yang serba digital ini banyak sekali pengaruh negatif yg diterima oleh anak-anak, terutama penggunaan smartphone yang berlebihan serta tidak terkontrol oleh orangtua sehingga anak-anak lupa waktu, lupa belajar bahkan lupa cita-citanya. Beberapa platform juga memberikan dampak yang kurang baik untuk anak-anak. Karena rata-rata sangat jarang dijumpai platform yang isinya mengedukasi anak-anak”, terang Eki dari Kampung Dongeng Bojonegoro.

Rony Darmawan selaku ZISCo (Zakat, Infaq, Sedakah Consultan) Yatim Mandiri sektor Cepu menyatakan, Safari Dongeng tersebut merupakan salah satu program nasional dari Yatim Mandiri yang bekerjasama dengan Kampung Dongeng Bojonegoro (KaDoBo) dengan mengusung tema yang berbeda-beda di tiap sekolah-sekolah yang dikunjungi.

“Melalui dongeng kita bisa mengedukasi tentang nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai agama, dan yang lebih intinya adalah mengajar adik-adik untuk memperhatikan atau peduli terhadap teman-temannya yang statusnya adalah yatim atau dhuafa”, ujarnya.

“Safari dongeng dari Kampung Dongeng Bojonegoro itu setiap sekolahan yang kita datangi sifatnya gratis. Pihak sekolahan hanya menyiapkan tempat, hari dan jamnya saja, diluar itu semuanya sudah menjadi tanggung jawab Yatim Mandiri”, imbuh Rony.

“Dengan dongeng, siswa juga diinstruksikan atau diajarkan untuk berinfaq terbaik. Karena biasanya infaq terbaik itu diberikan kepada masyarakat sekitar atau umum, tetapi untuk safari dongeng ini infaq terbaik itu diberikan langsung kepada adik-adik yatim binaan Yatim Mandiri tanpa mengurangi sepeserpun dari infaq terbaik tersebut”, pungkasnya.

Selain dongeng, kegiatan selama satu setengah jam tersebut juga diisi dengan pembagian alqur’an atau wakaf alqur’an yang merupakan titipan dari donatur yang mewakafkan atau berdonasi melalui Program Wakaf Alqur’an Yatim Mandiri untuk kemudian disalurkan kepada anak-anak yatim yang sudah terdata dan terkoordinir dengan baik, juga ada santunan kepada anakbyatim serta sejumlah bingkisanbberupa sosis dan kare produk dari Yatim Mandiri yang diberikan kepada siswa-siswi yatim di sekolah tersebut.

Khairunnisa Azzahra dari kelas 2B merasa senang dan terhibur dengan adanya safari dongeng dari Yatim Mandiri berkolaborasi dengan Kampung Dongeng Bojonegoro (KaDoBo) yang digelar dilingkungan sekolahnya tersebut.

“Senang dan seru, oponeh ceritane itu karo mbanyol (apalagi ceritanya penuh humor). Selain itu dapat alqur’an gratis, juga dapat sosis dan kare, juga dapat amplop (santunan)”, ujarnya penuh keceriaan.

Pada kesempatan yang sama, Eny Sulastri selaku Kepala Sekolah SD Negeri 5 Cepu merespon positif kehadiran Yatim Mandiri dan Kampung Dongeng Bojonegoro dilingkungan sekolahnya tersebut. Dirinya juga berharap program seperti ini bisa akan terus berjalan dan berkelanjutan kembali kedepannya.

“Terimakasih untuk Yatim Mandiri, karena anak-anak sudah mendapatkan suatu ilmu baru, pemahaman baru tentang kepedulian terhadap sesama melalui dongeng-dongeng yang mengedukasi dan anak-anak juga senang sekali dengan adanya kegiatan ini”, ujar Eny.

“Dan saya juga mungkin berharap jika kedepannya bisa bekerjasama kembali dengan Yatim Mandiri supaya bisa terus kesini, mengadakan kegiatan atau program seperti ini”, tandasnya.

Untuk diketahui, Yatim Mandiri merupakan lembaga independen yang berfokus mengangkat harkat sosial kemanusiaan yatim dan dhuafa dengan dana zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf serta dana lainnya yang halal dan legal dari perorangan, kelompok maupun perusahaan atau lembaga.

Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Yatim Mandiri sudah berdiri selama 28 tahun dan hingga saat ini telah memiliki kantor layanan yang tersebar di 58 kota di 15 provinsi di Indonesia.***

Malam Pergantian Tahun Baru di Kota Cepu Dimeriahkan Festival Musik dan Pesta Kembang Api

JOURNALPOS – Forum Musisi Cepu (FMC) dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Blora, serta Dinporabudbar Kabupaten Blora gelar Festival Musik guna memeriahkan malam pergantian tahun baru 2022 ke 2023 di Lapangan serbaguna Taman Tukbuntung Cepu pada Sabtu (31/12/2022).

Band-band senior kota Cepu seperti Kromosome, Tikma 51, Panuntoen, dan Excoustic Band turut meramaikan gelaran festival malam pergantian tahun baru tersebut dengan aksi panggung terbaik mereka yang dipandu master of ceremony (MC) Chintia Aprilia Putri dari Duta Wisata Kabupaten Blora 2022 dan Mas Yetno (Uyik) dari Bojonegoro.

Selain aksi panggung band-band senior kota Cepu, Festival tersebut juga dimeriahkan Kesenian Tradisional Tari Bambang Cakil yang diperagakan oleh Sanggar Wahyu Kencana secara epik dan kolosal serta penuh totalitas memeragakan cerita dari tari yang di bawakan.

Ayirton Lintar Zeta atau biasa disapa Erten, selaku pelaksana yang juga ketua dari Forum Musisi Cepu (FMC) sekaligus drumer dari Panuntoen Band berharap, dengan adanya event ini akan menjadi pemicu atau pendorong teman-teman lain untuk menggelar parade atau festival musik di kota Cepu nantinya.

“Alhamdulillah setelah dua tahun lebih dilanda pandemi, dunia entertainment di kota Cepu sudah mulai membaik. Dengan dukungan pak Bupati dan Pemkab Blora khususnya serta jajaran dari Forkopimcam Cepu dan Polsek Cepu yang telah memberi izin untuk menggelar event di Tukbuntung ini”, ujarnya.

“Dengan adanya event atau festival musik seperti ini bertujuan untuk membangkitkan anak-anak band biar bisa berkembang lagi, khususnya musisi serta anak band di kota Cepu”, tandas Erten.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Blora H. Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, Kapolres Blora AKBP Fahrurozi, Camat Cepu Budiman, Kapolsek Cepu AKP Lilik Eko, Danramil Cepu Kapten Inf Puryanto dan Kabag SDM Kompol Slamet Riyanto, turut hadir meninjau dan menyaksikan jalannya acara bersama-sama berada diatas panggung Taman Tukbuntung Cepu.

Bupati Blora dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme masyarakat kota Cepu yang sangat luar biasa dan menjaga jalannya acara tetap kondusif ditengah hujan gerimis.

“Mari bersama-sama menjaga suasana yang sangat bagus ini dan tetap kondusif untuk bersama-sama Sesarengan Mbangun Blora. Kami akan terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat di kota Cepu ini”, terang Bupati.

“Kami atas nama Pemkab Blora mengucapkan selamat tahun baru 2023. Semoga di tahun 2023 pembangunan khususnya yang ada di kota Cepu akan terus kita tingkatkan”, pungkasnya.

Disela-sela sambutan, Bupati juga menyampaikan perihal wacana untuk pembangunan Kawasan Cepu Raya yang akan mulai direncanakan pada tahun 2023 oleh pemerintah Kabupaten Blora.

Festival musik malam pergantian tahun baru 2022 yang juga menjadi akhir atau sebagai penutup dari serangkaian Hari Jadi Kabupaten Blora ke 273 dipenghujung tahun 2022 ini berjalan sangat kondusif dan penuh kemeriahan serta kemegahan pesta kembang api, dengan total kurang lebih 700 kembang api yang dinyalakan tepat pukul 00.00 WIB di akhir tahun 2022 di kota Cepu.***

Talk Show Orasi Kebangsaan Bersama Gus Miftah di SMA Negeri Cepu

JOURNALPOS – K.H. Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah menyambangi SMA Negeri 1 Cepu, beri Orasi Kebangsaan mepaparkan moderasi beragama guna menangkal aliran radikalisme di kalangan pelajar dan memantapkan nilai ideologis Pancasila, pada Sabtu (24/12/2022).

Hal ini diharapkan agar bangsa di negri ini mampu memberikan energi baik untuk para pelaku usaha, umat dan anak-anak muda penerus bangsa agar mendapatkan wawasan kebangsaan, menanggulangi sikap radikalisme dan solusi dari setiap pertanyaan di dalam hidupnya dengan cara moderasi beragama dan berbangsa yang happy dan menyenangkan.

Gus Miftah menyampaikan 3 tantangan moderasi, diantaranya pemahaman keagamaan yang berlebihan dan ekstrem serta mengingkari nilai kemanusiaan dengan mengatasnamakan agama, munculnya monopoli kebenaran atas tafsir agama, serta pemahaman yang justru merongrong atau mengancam, bahkan merusak kebangsaaan.

“Pintu masuk radikalisme disekolah itu biasanya berangkat dari kajian agama atau rohis (rohani islam) yang tidak di kontrol oleh kepala sekolah. Saya banyak mendapati sekolah-sekolah di kota itu masuknya radikalisme dari rohis, karena tidak punya dasar keilmuan”, ungkap Gus Miftah.

Pengasuh Pesantren Ora Aji, Sleman, Jogjakarta ini juga menyampaikan 5 ciri-ciri orang yang berpaham radikal:

1. Tidak menerima khilafiyah, perbedaan saling menyalahkan antara satu dan yang lainnya.
2. Tidak punya dasar keilmuan, biasa berdalih dengan memanfaatkan petikan ayat alqur’an atau potongan hadist terjemahan yang diputarbalikkan maknanya dan diplintir sekenanya.
3. Ekslusif dalam berkelompok, dan cenderung merasa kelompoknya saja yang berada dijalan yang lurus dan merasa paling benar, sehingga orang yang tidak sekelompok dengan dia dikatakan salah.
4. Anti Pancasila, tidak mengakui pancasila sebagai ideologi negara. Kelompok islam radikal biasanya akan menetang ideologi pancasila karena dianggap salah dan tidak menerapkan syariat islam.
5. Memusuhi orang yang beda agama.

“Ingat.!!! Orang beda agama itu adalah partner untuk kebaikan. Apapun agamamu, jadilah orang baik, insyaallah Indonesia akan dibaikkan oleh ALLAH”, ujar Gus Miftah.

Dalam orasinya ia tak sungkan mengajak para hadirin untuk berkelakar. Seperti dalam banyak kesempatan berceramah, Gus Miftah selalu menambahkan humor percintaan dan juga keseharian yang memancing gelak tawa para peserta yang hadir.

Ditengah sesi Orasi Gus Miftah memberi kesempatan tanya jawab kepada beberapa siswa dengan kemasan yang begitu santai dan penuh keakraban, duduk berdiskusi bersama diatas panggung.

Muhammad Nabil Hakim, salah satu siswa kelas 12 IPS 2 SMA N 1 Cepu dengan penuh antusias mengungkapkan rasa bangganya mengikuti kegiatan Orasi Kebangsaan bersama ulama nyentrik dan unik itu yang digelar di sekolah tersebut.

“Bangga dan bahagia karena Gus Miftah berkenan hadir dengan memberikan Orasi Kebangsaan di sekolah ini. Dari kajian ini saya mendapatkan pemahaman dan pencerahan untuk diri saya agar menjadi anak muda yang optimis dan penuh percaya diri dalam menentukan masa depan dengan berpegang teguh pada agama dan pancasila yang benar”, ujarnya.

“Dapet kaos masio keciliken (meski kekecilan) Gus, lan duit total 500 ribu rupiah yang diberikan secara langsung dari Gus Miftah”, imbuh Nabil.

Orasi Kebangsaan Gus Miftah adalah sebuah Obrolan Rasional Aktual Spiritual dan Inspiratif di semua kalangan yang akhirnya direalisaikan dalam bentuk acara.

Orasi merupakan acara yang terbentuk dari gagasan Gus Miftah, yang awal mulanya Orasi ini, Gus Miftah melihat kondisi di beberapa sekolah dan tempat-tempat nongkrong.

Orasi membuka diskusi interaktif yang akhirnya menjaring siapapun untuk bisa bertanya dan menemukan solusi atas masalah kehidupan bersosial maupun spiritual.

Orasi Kebangsaan yang diikuti semua siswa, dewan guru dan staf SMA N 1 Cepu serta tamu undangan itu digelar untuk membentengi siswa agar tak terjerumus pada radikalisme dan intoleransi.

Diharapkan, kegiatan ini mampu memberi pengajaran kepada siswa terkait bagaimana menyelaraskan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara sesuai kaidah nilai-nilai pancasila.

Selain dihadiri oleh Bupati Blora H. Arief Rohman, Orasi Kebangsaan bersama Gus Miftah juga di hadiri oleh Kapolres Blora AKBP Fahrurozi, Forkopimcam, Jajaran Polsek Cepu, Jajaran Koramil Cepu, Camat Cepu, Komite Sekolah serta disiarkan secara langsung atau live melalui channel youtube Gus Miftah Official.***

Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Blora Digelar

JOURNALPOS – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI melalui Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Tengah gelar Festival Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5 Provinsi Jawa Tengah sebagai puncak dari rangkaian Pendidikan Guru Penggerak di Kabupaten Blora pada Kamis (22/12/2022) di Gedung Pertemuan Grha Oktana PEM Akamigas Cepu.

Sebanyak 169 Guru Penggerak di Kabupaten Blora yang telah melewati proses selama 6 bulan lamanya dalam menempa pendidikan, mengikuti program pelatihan secara daring, luring, konferensi, dan pendampingan sebagai Calon Guru Penggerak (CGP) menampilkan kemampuan, kreatifitas dan inovasi-inovasi hasil karya mereka di Festival Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar tersebut kepada pengunjung.

Terdapat 34 stand dengan masing-masing stand berukuran kurang lebih 3×4 meter merupakan hasil kerja kelompok dari Calon Guru Penggerak (CGP) yang berasal dari guru-guru TK, SD, SMP hingga SMA berdiri memeriahkan Festival Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar dengan memamerkan produk-produk kreatif dan inovatif hasil pembelajaran berdifferensiasi, kolaborasi antara pendidik dengan peserta didiknya masing-masing. Berbagai karya tulis, karya seni, karya digital dan karya-karya kreatif lainnya di tampilkan pada stand tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Aunur Rofiq, SE, M.Si menyampaikan kepada para guru dan kepala sekolah terkait kurikulum merdeka yaitu antara lain dengan memaksimalkan Platform Merdeka Mengajar (PMM), platform edukasi yang disediakan Kemendikbudristek untuk menjadi teman penggerak bagi tenaga pendidik dan kepala sekolah dalam belajar, mengajar dan berkarya, untuk membantu dan memudahkan guru dalam melakukan proses belajar serta mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka.

“Harapannya adalah hal-hal yang didapat dari pendidikan selama 6 bulan itu untuk bisa dipraktekkan. Ini adalah tantangan besar untuk merubah paradigma pada para siswa, karena pembelajaran adalah berpusat kepada anak. Untuk membuat anak menjadi aktif dan kreatif sangat susah sekali. Karena sudah terbiasa dikasih pelajaran menulis terus, untuk merubah menjadi aktif dan kreatif itu sangat susah sekali”, ungkap Rofiq.

“Kepada teman-teman untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah didapat dari program guru penggerak, dan juga guru-guru dan kepala sekolah untuk bisa mensupport kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam mensukseskan Calon Guru Penggerak (CGP) selanjutnya”, imbuhnya.

Sementara Budi Santosa, S.Pd., M.Pd., M.Si selaku Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah IV Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya mengatakan With a Great Power Comes Big Responsbility.

“Dengan kekuatan yang kita miliki yang sekarang semakin besar, setelah 6 bulan memasuki kawah candradimuka tentunya panjenengan mempunyai tanggung jawab yang lebih besar untuk lebih menghebatkan Indonesia, dan saya yakin akan mampu menggerakkan kapal besar yang bernama Indonesia Raya menuju pulau yang merdeka dengan kita sebagai penduduknya meraih kemakmuran bersama. Kepada semua guru penggerak janganlah puas dengan apa yang diraih setelah selama 6 bulan bersama PPGP. Tetaplah terus untuk meningkatkan kualitas mutu panjenengan, karena peningkatan mutu pendidikan tidak pernah mengenal kata lelah dan terhenti”, ungkap Budi Santosa.

Salah satu kelompok Mahardhika, kelompok Guru Penggerak yang terdiri dari Eko Setyo Budi, S.Pd (SDN 3 Balun), Siti Noorjanah, S.Pd (SDN 2 Sambongrejo), Tono, S.Pd (SDN Kentong), Tristiarto Utomo, S.Pd (SDN 3 Cepu), dan Nur Slamet, S.Pd.i (SDN 1 Cepu), dengan Pengajar Praktik Erna Damayanti (Kepala Sekolah TK Nurul Iman) dan Fasilitator Calon Guru Penggerak (CGP) Syaiful Amin, M.Pd (Pengawas Sekolah dari Jombang) pada Festival Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar ini menyajikan produk dan karya-karya mereka seperti buku, lukisan, jajanan tradisional dan produk kearifan lokal berupa Wedang Cangkruk (komposisi: kayu secang, kayu manis, serai, jahe, merica dan gula) Khas Suku Samin Blora pada stand mereka.

“Hasil karya saya dan teman-teman dalam proses guru penggerak kita menghasilkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdiferensiasi, menghasilkan buku-buku yang kami tulis sendiri, ada hasil karya murid yang juga dibawah bimbingan dari guru penggerak berupa lukisan. Kemudian dari kearifan lokal berupa produk Wedang Cangkruk khas Suku Samin Sambongrejo, yang mana murid-murid dari SD Negeri 2 Sambongrejo bersama Siti Noorjanah sebagai Guru Penggerak terjun langsung ke lingkungan suku tersebut untuk belajar, mengembangkan dan mengolah tentang budaya serta kearifan lokal dari kampung tersebut. Karena dalam kurikulum merdeka pembelajaran haruslah menekankan pada kearifan lokal atau budaya lokal juga “, ujar Eko.

Dirinya juga menceritakan tahap awal mengikuti seleksi Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 5 di Kabupaten Blora dengan seleksi yang sangat ketat dan diikuti oleh ribuan peserta guru dari kuota berjumlah 169 orang guru pada angkatan tersebut. Eko menjelaskan bahwa setiap guru harus mempunyai akun belajar id yang akan digunakan untuk aktivasi dan login di SIM PKB (Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Profesional Berkelanjutan), yang merupakan dashboard atau akun milik setiap guru yang sudah masuk dalam Dapodik Sekolah.

“Pada seleksi tahap 1 berupa mengisi persyaratan data pribadi, mengisi curiculume vitae, kemudian dilanjut dengan praktek mengajar, dan wawancara untuk proses masuk guru penggerak. Setelah itu mulai proses belajar bersama melalui LMS (learning management system) selama 6 bulan, secara luring maupun daring. Selama mengikuti program, para guru tetap menjalankan tugas mengajar di sekolahnya masing-masing”, terangnya.

“Setelah mengikuti program guru penggerak, yang jelas semakin tumbuhnya kepemimpinan pada diri saya sendiri, bagaimana kita menggerakkan ekosistem pembelajaran disekolah, komunitas disekolah, yang mana komunitas disekolah ada rekan guru, kepala sekolah, orangtua wali murid, dan yang utama murid itu sendiri. Bagaimana kita menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid, menjalankan aksi nyata serta mengembangkan program-program yang berdampak pada murid, dan membentuk kepemimpinan murid sesuai karakter profil pelajar pancasila”, terang Eko.

“Yang jelas sebagai guru penggerak kita belajar untuk menerapkan kegiatan di kelas itu semenarik mungkin, agar murid itu merasakan merdeka belajar tanpa tekanan. Jadi kita lebih banyak mendengar apa yang diinginkan murid, lebih banyak menuntun bukan menuntut, agar mereka bisa lebih mengekspresikan diri, berani tampil kedepan dengan bakat dan karya mereka”, pungkas Eko.

Program Guru Penggerak merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan kepada Calon Guru Penggerak (CGP) untuk menghasilkan tenaga pendidik yang mampu memberikan perubahan positif serta menggerakkan ekosistem pendidikan, menjadi agen pendidikan dan menjadi role model transformasi pendidikan yang berkualitas. Program Guru Penggerak menciptakan pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid dan menjadi ujung tombak perubahan dalam dunia pendidikan.

Festival Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar atau sering disebut Panen Raya para Calon Guru Penggerak (CGP) tersebut juga dihadiri oleh Bupati Blora H. Arief Rohman yang juga memberikan sambutan serta meninjau seluruh stand milik para Guru Penggerak, dengan suguhan aneka makanan dan minuman kearifan lokal, hasil karya kreatif siswa dan guru, serta hiburan seni gerak, seni musik, seni tari dan drama kolosal Ki Hajar Dewantara yang diperankan oleh kolaborasi dari para Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Blora.

Selain dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Panen Raya tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Tengah, Direktur PEM Akamigas, Perwakilan Bappeda Blora, Perwakilan BKD Blora, Ketua Bidang Pendidikan Kabupaten Blora, Ketua PGRI Kabupaten Blora Sintong Joko Kusworo, Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan, Kabid GTK, Kabid PAUD, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Camat Cepu serta jajaran guru dan kepala sekolah se Kabupaten Blora.***

Hari Jadi Blora ke 273 Hadirkan Dalang Ki Sigid Ariyanto di Kota Cepu

JOURNALPOS – Sempat diguyur hujan deras sekira pukul 15.30 wib hingga 18.00 wib, pentas wayang kulit semalam suntuk di lapangan Taman Tukbuntung Kecamatan Cepu akhirnya sukses di gelar pada Selasa, (20/12/2022) malam.

Pagelaran wayang kulit yang menghadirkan dalang Ki Sigid Ariyanto dengan bintang tamu Jo Klithik – Jo Kluthuk, Jolang dan Apri – Mimin dari Klaten ini masih merupakan serangkaian kegiatan dalam rangka tasyakuran memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Blora yang ke 273.

Pagelaran diawali dengan pelantikan ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kabupaten Blora Dalhar Muhammadun oleh Bupati, kemudian sambutan dari Eksternal Affairs Manager EMCL Ichwan Arifin, sambutan Bupati Blora H. Arief Rohman, serta potong tumpeng oleh Bupati didampingi Forkopimda, pihak ExxonMobil (EMCL), Pertamina, SKK Migas, hingga Mohammad Kundori dari Ademos Indonesia.

Dalam sambutannya Bupati Blora menyampaikan terimakasih kepada ExxonMobil, Pertamina, SKK Migas, Ademos Indonesia dan pihak lainnya yang telah membantu terselenggaranya tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Blora tersebut dengan hiburan pagelaran wayang kulit yang dilaksanakan di Cepu.

“Resepsi Hari Jadi ke 273 sudah pekan lalu di Blora. Mulai tahun ini dan selanjutnya, tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Blora, tidak hanya di Blora Kota saja. Hiburan lainnya juga kita bagi di beberapa kecamatan lain agar tidak hanya terpusat di Blora,” ungkap Bupati.

Sementara itu, perwakilan ExxonMobil Cepu Limited, Ichwan Arifin, mengapresiasi terselenggaranya malam tasyakuran di Kecamatan Cepu ini. Pihaknya merasa senang bisa ikut berkontribusi dalam rangkaian Hari Jadi ke 273 Kabupaten Blora ini.

“Maturnuwun Pak Bupati, Bu Wakil Bupati, kita sudah diajak untuk kolaborasi memberikan hiburan untuk masyarakatnya Blora yang ada di Cepu dan sekitarnya ini. Kami akui kepemimpinan Pak Bupati dan Bu Wakil Bupati ini luar biasa,” jelasnya.

Bahkan di era kepemimpinan keduanya, kata dia, akhirnya Blora mulai tahun 2023 nanti mendapat DBH Migas Blok Cepu Rp 160 miliar. “Ini berkat perjuangan panjang beliau menemui banyak tokoh. Semoga bermanfaat untuk keberlanjutan pembangunan Kabupaten Blora,” ujar Ichwan Arifin.

Menampilkan lakon “Wahyu Kamulyan Sejati”, Ki Sigid Ariyanto berhasil membuat masyarakat begitu antusias menikmati pertunjukan pentas budaya wayang kulit tersebut hingga dini hari.

Begitu gamelan dimainkan, Bupati langsung mempersilahkan masyarakat umum duduk lesehan nonton wayang kulit bersama di depan panggung utama. Masyarakat pun langsung memadati lokasi acara, terlebih saat dagelan Jo Klithik – Jo Kluthuk naik panggung bersama Jolang dan Apri – Mimin.

Agus Kurniawan (58 tahun) warga Kalitidu Bojonegoro merasa senang dapat menyaksikan pagelaran wayang kulit dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Blora yang digelar di titik pusat kota Cepu ini meskipun dirinya menonton dari sisi belakang panggung.

“Banyak pengajaran yang dapat diperoleh dari filosofi kisah yang dipentaskan. Nilai-nilai luhur disampaikan melalui wayang kulit, di antaranya kepemimpinan dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat”, ujarnya.

“Selain itu unsur banyolan (candaan) dan pembangunan tak luput ditampilkan dalang Ki Sigid dalam permainan wayang kulit yang penuh makna ini. Mudah-mudahan kesenian wayang kulit bisa dinikmati dan diminati generasi muda saat ini”, imbuhnya.

Tampak hadir pula pada pagelaran tersebut ketua DPRD Blora H. M Dasum, Forkopimda, Forkopimcam, jajaran direksi dari ExxonMobil Cepu, Pertamina, serta SKK Migas, jajaran Ademos Indonesia, OPJ, jajaran Kepala Desa Kecamatan Cepu, Sambong dan Kedungtuban, serta tokoh budaya dan masyarakat setempat.***

Gelar Karya SD Negeri 3 Balun Dapat Apresiasi dari Kabid DikDas

JOURNALPOS – Kunjungi Gebyar Gelar Karya SD Negeri 3 Balun, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Titik Umiyati, S. Pd., M. Si mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang digelar pada kamis, 15 desember 2022, pukul 08:00 WIB.

Bertempat di Blora Billingual School (BBS) Cepu, Gebyar Gelar Karya menampilkan bakat dan potensi siswa-siswi dari SD Negeri 3 Balun Cepu kedalam bentuk kreatifitas dan inovasi berupa olahan makanan, minuman dan pagelaran pentas seni serta karya-karya lain seperti sablon kaos, kerajinan de’bog atau pelepah pohon pisang, karya seni lukis, sains dan robotik.

Seusai memberikan sambutan, Titik berkeliling meninjau seluruh stand pameran milik masing-masing kelas dari para peserta didik tersebut.

Menurutnya, sekolah ini merupakan salah satu sekolah ditingkat dasar yang telah berhasil menerapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Kabupaten Blora sebagai bagian dari kurikulum merdeka belajar.

“Pelaksanaan gelar karya yang sangat luar biasa dengan memfasilitasi anak-anak, menuntun anak-anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat jaman, sehingga anak-anak ini akan mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan yang setinggi-tingginya. Dengan adanya kegiatan ini anak-anak bisa mencapai tujuan, mimpi dan harapannya sesuai dengan karakter Profil Pelajar Pancasila”, ujar Titik.

Tak hanya berkeliling meninjau pameran, Titik juga mencoba membuat pewarnaan batik Shibori (salah satu batik yang paling digemari dan menjadi trend saat ini dengan teknik pewarnaan kain yang mengandalkan ikatan dan celupan) di stand batik Shiboriku milik kelas 5.

Sementara itu, Alvi Nadliroh selaku Kepala Sekolah SD Negeri 3 Balun Cepu mengatakan, Gebyar Gelar Karya tersebut memberikan wadah kepada peserta didik untuk menampilkan kreatifitasnya masing-masing kedalam bentuk produk dan karya, dengan tujuan utama membentuk karakter anak sesuai dengan karakter Profil Pelajar Pancasila.

Dengan adanya kegiatan ini memunculkan ide-ide, bakat dan potensi peserta didik hasil pembelajaran berbasis projek dari masing-masing tingkatan kelas (kelas 1 sampai dengan kelas 6) yang disalurkan kedalam eksplorasi berbentuk karya nyata dan diwujudkan kedalam pameran, dengan anggaran penyelenggaraan pameran hasil dari kolaborasi antara sekolah bersama paguyuban orangtua siswa dan mendapat dukungan dari beberapa sponsor.

“Dengan adanya hasil karya ini kami berharap anak-anak bisa belajar untuk percaya diri dalam menampilkan apa yang mereka miliki. Mampu mengembangkan bakat dan potensinya masing-masing dengan dukungan dari orangtua dan juga arahan serta bimbingan dari para guru di sekolah kami”, terang Alvi.

“Pameran ini sifatnya terbuka dan gratis, jadi seluruh lapisan masyarakat bisa ikut menikmati dan merasakan manfaatnya berupa pentas seni maupun sajian produk pada Gelar Karya yang dipersembahkan oleh peserta didik kami hasil dari berbagai ekstrakulikuler yang ada sekolah kami”, pungkas Alvi.

Sebanyak 12 stand galeri pameran dari masing-masing tingkatan kelas ditampilkan selama gelar karya berlangsung, diantaranya Galery Seni Musik, Galery Robotik dan Seni Lukis, Galery Kerajinan De’bog, Galery Sains dan Matematika, Galery Sablon Kaos, Galery Olahan Makanan, Galery Batik, Galery Komunitas Dokter Cilik, Galery Duta Adiwiyata, Galery Kripik Pisang Aneka Rasa, Galery Aneka Mainan, Galery Burger Bonggol Pisang, serta berbagai galeri dari masing-masing kelas yang tergabung dalam satu stand dengan bermacam-macam produk.

Gelar Karya memiliki dampak terhadap siswa dalam mengembangkan ketrampilan, melatih kemampuan berwirausaha, serta mengembangkan kreativitas pembuatan stand untuk menarik minat pembeli. Salah satunya, Fauziah Nayla Putri dari kelas 6C yang tergabung dalam Galery NEM dengan produk kaos sablon berhasil menjual sebanyak 24 pcs kaos dengan harga jual berkisar 55.000 rupiah hingga 70.000 rupiah sesuai dengan ukuran dan bentuk atau motif sablon, dirinya pun meraup keuntungan 10-20% dari modal selama pameran berlangsung.

“Alhamdulillah di Gebyar Gelar Karya dari Galery NEM berhasil menjual habis stok kaos sablon. Untuk belanja kaos dibantu juga sama mama, namun pelaksanaan ditempat saya dan teman-teman yang mengelolanya”, ujar Nayla.

Selain di hadiri oleh Kabid Pembinaan Dikdas Kabupaten Blora, Gebray Gelar Karya tersebut juga di hadiri Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Ketua PGRI Kabupaten Blora, Perwakilan Camat Cepu, Perwakilan Danramil Cepu, Perwakilan Kapolsek Cepu, Forkopimcam Cepu, Korwil Cepu, Paguyuban dan Komite Sekolah SD Negeri 3 Balun Cepu dengan suguhan aneka kuliner, pagelaran seni tari, gamelan, barongan bujang ganong, fashion show, seni gerak dan lagu serta ditutup oleh penampilan dari Geniuz Band.***

Grup Band Cilik Berbakat Meriahkan HUT PGRI ke 77 dan Hari Guru Nasional

JOURNALPOS – Menjadi pemandangan yang berbeda dan menarik pada peringatan Hari Ulang Tahun PGRI ke 77 dan Hari Guru Nasional tahun ini yang dilaksanakan di Taman Tukbuntung Cepu, jumat 25 november 2022.

Selain pelaksanaan upacara dan pengibaran bendera pusaka, donor darah dari PMI, pengumuman dan penyerahan hadiah rangkaian dari lomba HUT PGRI ke 77, kegiatan seni dan tari, fashion show, juga dimeriahkan oleh penampilan hiburan musik atau grup band.

Salah satunya penampilan grup band siswa-siswi dari SD Negeri 3 Balun Cepu, yang tampil memukau dengan menyuguhkan tembang berjudul “Guru Permata Hatiku” milik Nanna Valanza sebagai ungkapan terima kasih kepada para guru atas jasa dan dedikasinya di dunia pendidikan, kemudian disambung dengan lagu “Ojo Dibandingke” milik Abah Lala sebagai lagu hiburan.

Mengusung nama Geniuz Band, yang beranggotakan Athan dan Asha pada Vokal, Stephanie pada Keyboard, Aika pada Bass, Fairuz pada Drum, dan Eko Setya Budi pada Gitar sekaligus guru pembimbing ekstrakulikuler musik di sekolah tersebut, yang memberikan penampilan spektakuler dan menghibur layaknya band profesional papan atas.

Tanpa canggung dan demam panggung, penampilan siswa-siswi yang masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar ini begitu lihai memainkan alat-alat musik, meskipun baru pertama kalinya mereka tampil di khalayak umum sebagai grup band.

“Kami bentuk grup ini dari bulan oktober 2022, dengan hanya beberapa kali latihan tanpa mengalami kesulitan dalam memberikan arahan dan bimbingan. Karena, dari anak-anak sendiri sudah memiliki bakat dan jiwa bermusik sejak dini sebelumnya”, ujar Eko selaku guru ekskul musik di SD Negeri 3 Balun Cepu.

“Nama Geniuz Band kami ambil dari talenta dan prestasi anak-anak yang memang jenius di bidangnya masing-masing yang tergabung di grup ini, beberapa diantaranya memiliki talenta di bidang Public Speaking, Sains, Matematika dan bidang-bidang lainnya. Selain atas usulan dari orang tua mereka juga, dengan harapan anak-anak tak hanya mahir atau jenius di bidang musik. Namun, juga jenius dalam bidang mata pelajaran dan bidang ekskul lainnya”, pungkasnya.

Dibawah kepemimpinan Alvi Nadliroh, SD Negeri 3 Balun Cepu tak hanya memiliki siswa-siswi berprestasi di bidang pendidikan formal, namun juga memiliki banyak bakat terpendam di bidang seni maupun musik yang patut di tonjolkan di kancah nasional kedepannya, dengan harapan bisa memberi kontribusi untuk dunia pendidikan dan membuat sekolah ini semakin maju serta membanggakan tentunya.

Dengan arahan dan bimbingan dari guru ekstrakulikuler mereka, tak dipungkiri Geniuz Band akan menjadi generasi cilik di era milenial yang akan menggetarkan panggung festival dunia musik nantinya. Tentu, tak luput juga dukungan dari sekolah dan orang tua mereka.***

Diguyur Hujan Deras, Kota Cepu Blora Terendam Banjir Setinggi 1 Meter Lebih

JOURNALPOS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah membuat sebagian tempat di kota ini dikepung banjir.

Pada Rabu, 19 Oktober 2022 malam, banjir terjadi di kawasan Kota Cepu dengan ketinggian air mulai 30 Cm sampai 100 Cm lebih.

Akibat diguyur hujan deras, jalur utama aktivitas warga di Kota Cepu diterjang banjir dengan arus air yang cukup deras.

Di antara jalur utama itu yakni meliputi jalur provinsi turut Kelurahan Tambakromo, Jalur Provinsi turut Desa Mulyorejo, Kawasan Taman Seribu lampu, Kawasan Tukbuntung Kelurahan Tambakromo, Jalan Ngareng, Jalan Sorogo, Jalan Pemuda, dan sejumlah titik lain.

Sejumlah kendaraan yang melewati tengah Kota Cepu harus mencari jalan alternatif lain untuk mencapai tujuan, terutama kendaraan dari arah Blora maupun menuju arah Blora.

Warga Cepu, Hartono mengatakan hujan deras terjadi sejak pukul 16.30 WIB sampai menjelang salat Isak mengakibatkan banjir bandang cukup parah.

“Pertigaan Turibang, dekat pintu besar migas, taman, lokasi hotel Arra, lingkungan Kandangdoro, Jalan Pemuda dan Kawasan Pasar Mulyorejo,” ujarnya yang juga mengirim video lokasi banjir.

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat BPBD Blora, Agung Triyono, dalam pesan suaranya menyampaikan beberapa titik di Kota Cepu dikepung banjir.

“Di Jalan Provinsi Desa Mulyorejo ketinggian air mencapai 30 Cm sampai 50 Cm, arus deras. Taman seribu lampu ketinggian air 50 Cm, arus deras. Jalan Ngareng ketinggian air 50 Cm,” ujarnya.

Agung menambahkan, Tukbuntung, Gang Swadaya Balun juga terkena banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter lebih.

Ia menyampaikan bahwa saat ini tim BPBD dan tim relawan lainnya masih melakukan pemantauan dan Assesmen wilayah terdampak banjir.***

MANTUL! Atraksi Barongsai Meriahkan HUT Ke-97 Yayasan Yohanes Gabriel Cepu

JOURNALPOS – HUT ke-97 Yayasan Yohanes Gabriel Cepu dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, salah satunya atraksi Barongsai.

Atraksi Barongsai tersebut tampil sangat menawan memeriahkan dies natalis atau HUT ke-97 Yayasan Yohanes Gabriel Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Memperingati HUT Yayasan Yohanes Gabriel Cepu yang ke-97 sekaligus Gereja Katholik St. Willibrordus yang ke-90, berbagai kegiatan digelar.

Kegiatan dalam rangka memperingati HUT tersebut diantaranya yakni kegiatan sosial, jalan sehat, hiburan, atraksi Barongsai hingga bazar UMKM yang di helat pada Minggu, 16 Oktober 2022.

Acara diawali dengan jalan sehat yang diiringi penampilan drumband  dan di ikuti oleh seluruh keluarga besar dari yayasan Yohanes Gabriel Cepu.

Dengan rute awal jalan sehat di lapangan basket SD Katholik Cepu menuju Tugu 20 Mei – Ketapang – Pasar Buah – Klenteng Ngareng – kemudian jalur perempatan pemuda – Jalan Diponegoro – Tugu 20 Mei belok kanan, dan berakhir kembali di lapangan basket SD Katholik Cepu sebagai finishnya.

Ketua Panitia HUT tersebut, F. Ganiwanto menuturkan bahwa pada event Dies Natalis ini tak hanya dimeriahkan oleh atraksi Barongsai Cepu, namun juga berbagai hadiah menarik akan disuguhkan kepada para peserta dan juga penonton umum.

“Total ada 150 hadiah hiburan dan 25 hadiah utama dengan rincian 3 sepeda seharga 2 jutaan perbuah, 2 emas murni seharga satu jutaan perbuah, 3 kompor gas, kulkas dan mesin cuci untuk hadiah utama, dan sisanya souvenir atau hadiah hiburan,” ujar Gani.

“Tiket jalan sehat atau jalan santai yang dijual dengan harga dua ribu rupiah perlembar, dengan  jumlah kupon 3500 sudah habis terjual sebelum acara di mulai,” imbuhnya.

“Selain jalan sehat, penampilan drumband, hiburan musik dan band serta atraksi barongsai, kami juga menggelar bazar UMKM di lingkungan kami yang diikuti oleh 23 pelaku UMKM dari yayasan kami yang menyajikan aneka jenis makanan dan minuman serta hasil tanaman kebun,” sambungnya.

Acara yang dikhususkan untuk kalangan keluarga yayasan ini sangat meriah, namun masyarakat umum juga bisa ikut menikmati hiburan  yang di suguhkan dan juga berkeliling area UMKM untuk mencoba menu yang di tawarkan di stand tersebut.

“Sedangkan puncak acara dari keseluruhan dalam rangka memperingati ulang tahun yayasan dan gereja ini akan digelar pada Minggu depan 23 Oktober 2022, dengan berbagai bazar UMKM, kegiatan sosial dan hiburan atau Panggung Gembira,” tutup Gani.***

MEMBLUDAK! Karnaval Cepu Kembali Digelar Tahun Ini, Jalanan Kota Cepu Dipenuhi Lautan Manusia

JOURNALPOS – Karnaval Cepu, Kabupaten Blora kembali digelar pada tahun 2022 ini setelah beberapa tahun vakum karena pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh dunia.

Guna menyemarakkan dan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-77 atau tahun 2022, Karnaval Cepu, Kabupaten Blora kembali digelar.

Karnaval Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini dilaksanakan dengan rentang waktu 2 hari yakni pada Senin, 22 dan Rabu, 23 Agustus 2022.

Untuk Lomba Karnaval tingkat TK, SD, dan SMP sederajat digelar pada hari Senin, 22 agustus 2022, sedangkan Karnaval tingkat SMA dan Umum digelar Rabu, 24 agustus 2022.

Berbagai tari kreasi tradisional maupun modern hingga pakaian adat nusantara dan kostum karnival serta atraksi drumband dan barongan maupun barongsai, menjadi daya tarik ribuan masyarakat Cepu dan sekitarnya yang turut hadir menyaksikan jalannya acara Karnaval Cepu tersebut.

Antusias terlihat dari padatnya masyarakat yang berbondong-bondong memenuhi area di sepanjang jalan rute Karnaval Cepu yang dimulai dari Taman Tukbuntung (start) hingga di depan SMA Negeri 1 Cepu (finish).

Pada hari pertama, karnaval tingkat TK, SD, dan SMP sederajat dimulai pada pukul 09:00 WIB, para peserta maupun masyarakat sangat menikmati meriahnya pesta Karnaval Cepu hingga usai jelang pukul 17:00 WIB.

Selanjutnya pada hari kedua, karnaval tingkat SMA, SMK dan Umum dimulai pada pukul 13:00 WIB hingga usai jelang pukul 18:30 WIB.

Rute yang dilalui pun cukup panjang untuk peserta karnaval yakni dimulai dari Taman Tukbuntung, kemudian menuju panggung kehormatan di depan Kantor Camat – Jl. Diponegoro – Jl. Stasiun Kota, Ngareng – Pasar Buah – Plaza Cepu – Ketapang – Tugu 20 Mei – dan finish di depan SMAN 1 Cepu.

Pada Karnaval Cepu tersebut, sejumlah peserta menampilkan berbagai potensi pembangunan dan seni budaya daerah dari seluruh wilayah Indonesia dengan sangat atraktif.

Peserta menampilkan pakaian adat Batak, Bali, Papua, Jawa, dan lainnya serta kemeriahan drumband, hingga ratusan kostum karnival yang diperagakan bak model profesional pada Karnaval Cepu tersebut.

Bupati Blora H. Arief Rohman bersama Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati juga turut hadir secara langsung di panggung kehormatan yang berada di depan kantor Kecamatan Cepu untuk melepas peserta Karnaval serta menyaksikan beragam atraksi yang ditampilkan hingga usai jelang sore hari sekira pukul 17:00 WIB.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Cepu atas semangatnya yang luar biasa dalam menyelenggarakan karnaval memperingati kemerdekaan RI ini.

“Bagus bagus, kreatif, top…!! Melalui karnaval seperti ini, menjadi ajang unjuk kreativitas anak anak. Sekaligus menanamkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air. Tidak lupa dengan adat budaya sendiri,” ucap Bupati.

Sementara itu, mewakili dari pihak panitia penyelenggara HUT RI 77 Kecamatan Cepu, Sekretaris Seksi Karnaval Cepu, Moedjiyono menyampaikan bahwa peserta karnaval pada hari Senin terdiri dari 5 drumband TK, 86 kendaraan hias TK, 4 SD, dan 6 SMP. Sedangkan untuk kategori SMA, SMK, dan Umum berjumlah 24 peserta dengan rincian 4 kategori SMA dan SMK, 20 kategori Umum.

Moedjiyono yang akrab disapa Anton Moedji menambahkan, meskipun jumlah peserta tak sebanyak beberapa tahun lalu, namun lautan manusia membludak memenuhi di sepanjang jalan yang dilewati peserta karnaval.

Salah satu penonton dari wilayah Kabupaten Ngawi saat ditemui awak media mengungkapkan kegembiraannya dapat merasakan momen kemeriahan HUT kemedekaan RI di Kota Cepu ini.

“Sangat meriah dan menghibur, acara seperti ini sudah lama di tunggu-tunggu. Bahkan saya datang kesini mulai pagi-pagi banget biar kebagian tempat buat nonton, kalau gak gitu gak bakal bisa lewat soalnya tempat buat nonton pasti penuh sesak,” ujar Kiki Qhoirotul, warga dari Watujago, Ngawi, Jawa Timur.

“Saya infonya dapat dari sosial media di facebook, kalau tanggal ini di cepu bakal ada karnaval. Selain buat berfoto ria sama peserta kostum karnival juga tentunya,” tambahnya kepada awak media.

Momen ini pun banyak dimanfaatkan oleh para konten kreator video atau YouTubers untuk mengabadikan keseruan karnaval di Cepu tahun ini salah satunya Nila Febrianti, YouTubers dari Kedungtuban.

“Antusias peserta tak seramai tahun sebelumnya, tapi antusias masyarakatnya paling ramai dan berjubel ditahun ini. Bisa dibilang, karnaval termeriah dan terpadat sepanjang sejarah karnaval cepu,” kata Nila.

“Tujuannya sih cari konten buat nambah dan naikin trafik channel YouTube, selain nonton dan juga foto-foto sama peserta,” sambung Nila.

Menurutnya, melalui event yang melibatkan banyak masyarakat seperti karnaval bisa ikut mendorong jalannya ekonomi menengah ke bawah yaitu dengan banyaknya yang jualan makanan, minuman, bahkan jasa parkir.

Tak hanya berdampak bagi masyarakat, peserta maupun pihak penyelenggara serta konten kreator YouTube yang dapat menikmati kemeriahan karnaval tersebut.

Dari sektor ekonomi, para pedagang makanan dan minuman pun tak luput mendulang rezeki imbas dari perayaan karnaval di Cepu pada tahun ini.

Seperti yang kita ketahui selama kurang lebih 2 tahun kebelakang berbagai kegiatan tak terkecuali karnaval maupun peringatan HUT Kemerdekaan ditiadakan mengingat pandemi Covid-19 yang tengah melanda seluruh dunia.

Pada HUT Kemerdekaan RI tahun ini mengambil tema Bangkit Lebih Cepat dan Pulih Lebih Kuat, sesuai dengan situasi dan kondisi negara tercinta ini agar seluruh sektor dapat bangkit dan pulih bersama secara berkesinambungan demi kemajuan dan kemakmuran bangsa tercinta.***